Karakteristik Oli Rem Mobil Yang Harus Dipenuhi, Kalau Anda Ingin Aman Dalam Berkendaraan

Sifat atau Karakteristik Minyak Rem, Minyak Rem diperlukan untuk menjamin kondisi kerja kendaraan dalam waktu yang lama tetapi yang utama dalam sistem rem diantaranya ialah harus dapat di percaya. Minyak rem adalah cairan yang tidak mengandung minyak bumi yang sebagian besar terdiri dari alkohol dan susunan kimia dan ester (zat yang membuat orang tidak sadar).
Karakteristik Minyak Rem Yang Harus Dipenuhi

Minyak rem yang kita gunakan sebagai media pemindah tenaga hidrolik pada saat melakukan proses pengereman harus memiliki karakteristrik tertentu,

1. Oli Rem Memiliki Kompresibilitas Rendah

Minyak rem harus memiliki karakteristik berupa sulit untuk dikompresikan atau dimampatkan agar rem dapat bekerja dengan baik, lain halnya dengan udara yang memiliki kompresibilitas yang tinggi. Hal ini membuat minyak rem harus memiliki kompresibilitas rendah dan selalu stabil pada temperatur dan tekanan yang bervariasi sesuai kondisi kerjanya.

2. Oli Rem Memiliki Titik Didih Tetap

Ketika Air disekitar sistem rem masuk ke dalam sistem dengan berbagai cara, salah satunya air dapat masuk ke dalam system rem adalah dengan melalui kondensasi. Air di dalam sistem kemudian akan diserap oleh minyak rem yang berakibat menurunnya titik didih minyak rem. Hal ini dapat membuat rem tidak berfungsi dengan baik, sehingga minyak rem harus memiliki titik didih yang tetap tanpa terpengaruh lingkungan dan kontaminasi zat lain.

3. Oli Rem Memiliki Titik Beku Rendah

Minyak rem harus memiliki viskositas yang tetap pada rentang temperatur yang besar (termasuk temperatur sangat dingin) untuk memperoleh sistem pengereman yang konsisten dan dapat diandalkan.

4. Oli Rem Mampu Melumasi Bagian atau Komponen Yang Bergerak

Sistem rem memiliki piston yang harus dapat bergerak secara bebas. Untuk mengurangi gesekan, poliglikol ditambahkan ke dalam minyak rem sebagai pelumas.

5. Oli Rem Harus Memiliki Kesesuaian Dengan Material

Minyak rem memiliki kecocokan dengan material dari sistem pengereman. Tes pemuaian segel dapat dilakukan pada temperatur 70°C dan 120°C dengan jenis karet SBR dan EPDM.

6. Oli Rem Harus Memiliki Proteksi Dari Korosi ( Anti Korosif)

Minyak rem mengandung aditif yang memiliki kemampuan anti-korosif dan dapat mencegah pembentukan karat pada metal atau logam.

7. Oli Rem Harus Memiliki Pencegahan oksidasi dan Kestabilan Suhu

Pengereman adalah perubahan energi dari kecepatan menjadi panas melalui gesekan antara tromol dengan brake shoe atau antara disc rotor dengan brake pad. Panas yang dikeluarkan tergantung oleh berat dan kecepatan kendaraan. Namun pada kondisi ekstrim, minyak rem dapat mencapai temperatur lebih dari 150°C. Temperatur tinggi dapat merusak minyak rem dengan pemecahan senyawa. Untuk mencegah penguraian senyawa tersebut terjadi, antioksidan ditambahkan pada minyak rem untuk meningkatkan stabilitas thermal (suhu) dan memperpanjang umur minyak rem dari oksidasi menjadi komponen asam.

Previous
Next Post »