Fungsi Dan Cara Kerja Komponen Sistem Bahan Bakar EFI Pada Sepeda Motor

07.30
Fungsi Dan Cara Kerja Komponen Sistem Bahan Bakar EFI Pada Sepeda Motor,- EFI (Electronic Fuel Injektion) adalah sebuah teknologi yang dirancang untuk melakukan penyemprotan bahan bakar dengan jumlah dan waktu yang ditentukan sesuai dengan kondisi kerja mesin dan berdasarkan informasi-informasi dari berbagai sensor. Pengaturan koreksi perbandingan bahan bakar dan udara adalah penting agar mesin dapat tetap bekerja dengan sempurna pada semua kondisi kerja. Dan maka dari itu adanya sensor-sensor yang memberi informasi akuran tentang kondisi mesin sangat menentukan performa kerja mesin EFI.

Komponen-komponen pada sistem bahan bakar EFI sepeda motor yaitu tangki bahan bakar (fuel tank) , pompa bahan bakar (fuel pump), saringan bahan bakar (fuel filter), pipa/ selang penyalur ( pipa/ selang pembagi), pengatur tekanan bahan bakar (fuel pressure regulator), dan injektor.

Sistem bahan bakar pada sistem injeksi sepeda motor memiliki fungsi untuk menyimpan, membersihkan, menyalurkan dan menginjeksikan bahan bakar ke dalam ruang bakar dengan jumlah dan waktu penginjeksian yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mesin. 

Gb.  Skema aliran sistem bahan bakar EFI sepeda motor

Baca juga: Komponen Sistem Injeksi Sepeda Motor Beserta Fungsinya Masing-Masing

Fungsi dan Cara kerja komponen sistem bahan bakar EFI Sepeda Motor:

A. Fuel suction filter (saringan bahan bakar)
Komponen ini berfungsi untuk menyaring kotoran agar tidak terisap pompa bahan bakar.

B. Fuel pump (pompa bahan bakar)
Komponen ini berfungsi untuk memompa dan mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar menuju ke injektor. Penyaluran bahan bakarnya harus lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan mesin supaya tekanan dalam sistem bahan bakar bisa dipertahankan setiap waktu walaupun kondisi mesin berubah-ubah.

Gb.  Fuel Pump Set sistem bahan bakar EFI
C. Fuel pressure regulator
Berfungsi untuk mengatur tekanan bahan bakar di dalam sistem aliran bahan bakar agar tetap/konstan. Contohnya pada Honda bebek,  tekanan dipertahankan pada tekanan 294 kPa (3,0 kgf/ cm2 atau 43 psi). Bila bahan bakar yang dipompa oleh fuel pump menuju injektor terlalu besar (tekanan bahan bakar melebihi 294 kPa (3,0 kgf/ cm2 atau 43 psi), maka pressure regulator akan mengembalikan bahan bakar ke dalam tangki bahan bakar melalui saluran pengembali sehingga tekanan bahan bakar tetap konstan pada tekanan 294 kPa.  

D. Fuel feed hose
Komponen ini merupakan selang untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar menuju ke injektor. Selang ini dirancang harus tahan terhadap tekanan bahan bakar akibat dipompa dengan tekanan minimal sebesar tekanan yang dihasilkan oleh pompa.

E. Fuel Injector
Injektor berfungsi untuk menyemprotkan atau menginjeksikan bahan bakar ke saluran masuk (intake manifold) atau sebelum katup masuk, namun ada juga yang menginjeksikan di throttle body atau langsung ke dalam ruang bakar. Volume penyemprotan ini disesuaikan oleh waktu lamanya pembukaan dari injektor. Lama pembukaan injektor akan mempengaruhi banyak sedikitnya bahan bakar yang disemprotkan. makin lama injektor membuka maka makin banyak bahan bakar yang disemprotkan. Lamanya injektor membuka diatur oleh ECM (Electronic/ Engine Control Module).

Gb. Injektor Sistem Bahan Bakar EFI

Cara Kerja Injektor Sistem Bahan Bakar EFI:

Terjadinya pengkabutan atau penginjeksian bahan bakar pada injektor adalah pada saat ECM memberikan signal tegangan listrik ke solenoid coil pada injektor. Dengan adanya tegangan listrik ke solenoid coil maka solenoid akan menjadi magnet sementara sehingga akan menarik plunger dan mengangkat needle valve (katup jarum) dari dudukannya, yang berakibat membukanya katup/ saluran bahan bakar pada injektor. Ketika saluran pada ujung injektor tersebut terbuka maka bahan bakar yang bertekanan akan disemprotkan atau diinjeksikan oleh injektor.

Demikian artikel tentang sistem bahan bakar EFI pada sepeda motor, semoga dapat menambah wawasan kita dalam dunia otomotif, jangan lupa kunjungi pula ulasan berikut ini.
Previous
Next Post »

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km,- Sebagai pemilik mobil kita wajib  mengetahui cara atau prosedure merawat dan menjaga mobil kita. ...