/*

3 Sistem Utama Pada Sistem EFI, Plus Fungsinya!!

Sistem Utama Yang Terdapat Pada Sistem EFI Beserta Fungsinya,- EFI merupakan singkatan dari Electronic Fuel Injection yaitu penyemprotan atau penginjeksian bahan bakar sudah dilakukan atau dikontrol secara elektronik.
SISTEM-SISTEM PADA efi

Pengontrolan secara elektronik ini lebih baik dibandingkan dengan penyemprotan bahan bakar yang masih konvensional (masih karburator).

Kelebihan Sistem EFI

Sistem efi jika dibandingkan dengan sistem konvensional atau sistem karburator memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:
  • Nilai campuran bahan bakar dan udara sesuai dengan kebutuhan mesin.
  • Campuran antara bahan bakar dan udara akan lebih homogen.
  • Pembakaran yang dihasilkan lebih baik.
  • Tenaga yang dihasilkan oleh mesin lebih optimal.
  • Emisi gas buang yang dihasilkan lebih rendah.

Sistem-Sistem Pada Sistem Efi

Perlu kita ketahui bahwasannya Pada sistem EFI terdapat 3 sistem utama yang harus kita ketahui yaitu sistem bahan bakar (fuel system), sistem induksi udara (air induction system) dan sistem kontrol elektronik (electronic control system).

1. Sistem Bahan Bakar

Sistem bahan bakar pada sistem EFI berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ke ruang bakar mesin.

Sistem bahan bakar EFI terdiri dari beberapa komponen,adapun komponen yang termasuk dalam sistem bahan bakar yaitu:

  • Tangki bahan bakar yang berfungsi untuk menyimpan bahan bakar dalam jumlah tertentu di dalam kendaraan
  • Saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring bahan bakar dari kotoran-kotoran.
  • Pompa bahan bakar berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar menuju ke injektor.
  • Selang/ pipa penyalur bahan bakar berfungsi sebagai media penyalur (yang dilewati) oleh bahan bakar.
  • Pipa pembagi (delivery pipe) berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar ke masing-masing injektor pada mesin.
  • Pressure regulator berfungsi untuk menjaga tekanan bakan bakar agar tetap stabil pada pipa pembagi.
  • Pultation damper berfungsi untuk mencegah terjadinya getaran atau fluktuasi tekanan dari bahan bakar.
  • Pipa pengembali berfungsi untuk menyalurkan kelebihan tekanan bahan bakar dan nantinya akan dikembalikan ke dalam tangki bahan bakar.
  • Injektor berfungsi untuk menginjeksikan bahan bakar di ruang bakar (pada tipe GDI) atau pada intake manifold (pada tipe MPI).

Baca juga: Ini Cara Mudah Atasi Mobil EFI Bermasalah

2. Sistem Induksi Udara

Sistem induksi udara pada sistem EFI berfungsi untuk menyediakan udara yang diperlukan saat proses pembakaran.

Adapun Sistem induksi udara pada sistem EFI terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
  • Throttle body terdiri dari katup throttle yang berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold. Dan pada throttle body ini terdapat saluran ISC yang berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ketika posisi katup throttle tertutup (pada posisi idle).
  • Air flow meter (pada tipe L-EFI) berfungsi untuk mengukur berapa banyak udara yang masuk ke dalam intake manifold.
  • Manifold absolute pressure sensor (pada tipe D-EFI) berfungsi untuk mendeteksi seberapa besar kevacuman pada intake manifold.
  • Air intake chamber berfungsi untuk meredam fluktuasi udara yang masuk.
  • Intake manifold berfungsi sebagai saluran masuk udara menuju ke dalam ruang bakar.

3. Sistem kontrol elektronik

Pada sistem kontrol elektronik terdiri dari beberapa komponen antara lain sensor-sensor, ecu dan aktuator.

A. Sensor

Sensor-sensor pada sistem kontrol elektronik EFI berfungsi untuk menyensor atau mendeteksi atau mengukur kinerja dari mesin yang nantinya akan digunakan sebagai data inputan.

Sensor-sensor EFI sendiri terdiri dari beberapa macam sensor antara lain sensor WTS, sensor IATS, sensor MAP, Air flow meter, sensor knock, sensor CKP, sensor CMP dan lain-lain.

B. Electronik Control Unit (ECU)

Ecu pada sistem EFI berfungsi sebagai otak atau pengontrol dari aktuator-aktuator. ECU akan mengontrol kinerja dari aktuator-aktuator berdasarkan data yang masuk dari sensor-sensor.

C. Aktuator

Sedangkan aktuator berfungsi sebagai pelaksana atau komponen yang bekerja dan dikontrol oleh ECU. Contoh aktuator pada mesin EFI adalah injektor, ISC, ESA dan lain-lain.

Baca juga: Cara Memeriksa CKP Sensor

Demikian ulasan kami tentang Sistem Utama Yang Terdapat Pada Sistem EFI Beserta Fungsinya, Semoga dapat menambah wawasan kita, jangan lupa kunjungi juga artikel menarik kami berikut ini. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel