Jenis Pengujian dan Pengetesan Motor Starter, Ini Solusi Mobilmu Gagal Starter!!

Mudah dan Dapat Dilakukan Sendiri | Lakukan Langkah Ini Jika Mobilmu Tidak Dapat diStarter!!,- Ketika kita menjumpai pada sebuah mobil tidak dapat distarter maka kita harus melakukan beberapa tahap langkah penyelesaian diantaranya yaitu pemeriksaan tegangan baterai, pemeriksaan kondisi kabel terminal baterai, pemeriksaan rangkaian kunci kontak dan yang terakhir yaitu pengujian motor starter.

Dalam ulasan kali ini kami akan membahas pengujian motor starter yang harus sahabat otomotif lakukan jika sudah dipastikan ketiga langkah pemeriksaan sebelumnya sudah dinyatakan baik.

Pemeriksaan Motor Starter

Ada beberapa jenis pemeriksaan/pengujian atau pengetesan motor starter yang dilakukan antara lain sebagai berikut:

1. Pull In Coil Test

Pertama-tama lepas mur pada terminal C motor starter dan lepas kabel yang menempel pada terminal C tersebut, kemudian hubungkan magnetic switch dengan baterai seperti pada gambar di bawah ini :
Pemeriksaan pull in coil motor starter
Gb. Pull In Coil Test 
Bagian negatif baterai dihubungkan dengan body motor starter dan baut terminal C. Bagian positid baterai dihubungkan ke terminal 50 motor starter. Jika pinion bergerak ke arah luar maka hal ini berarti pull in coil masih dalam keadaan baik, jika tidak bergerak keluar maka pull in coil kemungkinan rusak.

2. Hold in coil Test

Pengujian hold in coil
Gb. Hold In Coil Test 
Dilakukan dengan melanjutkan langkah pemeriksaan PIC test dengan cara melepas salah satu kabel dari negatif baterai yaitu kabel yang menuju ke terminal C motor starter. Saat kabel ini dilepas maka pinion harus tetap keluar pada posisi semula, jika pinion kebali masuk setelah kabel pada terminal C dilepas maka kemungkinan hold in coil rusak.

3. Pemeriksaan kembalinya plunger/pinion

Pemeriksaan kembalinya plunger motor starter
Gb. Pemeriksaan kembalinya plunger motor starter 
Masih dalam rangkaian pemeriksaan HIC test diatas, dilanjutkan dengan melepas kabel dari negatif baterai yang satu lagi yaitu kabel yang menuju ke body motor starter. Saat kabel tersebut dilepas maka pinion harus segara kembali ke posisi semula (masuk), jika tidak kembali berarti pegas pada plunyer motor starter sudah lemah.

4. Pengujian motor starter tanpa beban

Pengujian motor starter tanpa beban
Gb. pengujian motor starter tanpa beban 
Pastikan kabel motor starter yang dilepas pada saat pemeriksaan PIC diatas dipasang kembali ke terminal C motor starter,kemudian hubungkan terminal-terminal motor starter dengan baterai seperti pada gambar berikut ini:

Kabel positif baterai dihubungkan ke terminal positif ampere meter kemudian terminal out ampere meter dihubungkan ke terminal 30 motor starter (amper meyer dihubungkan secara seri dari baterai ke terminal 30 motor starter). Dilanjutkan terminal negatif baterai dihubungkan ke body motor starter, kemudian hubungkan terminal 30 motor starter menggunakan kabel kecil menuju terminal 50 motor starter (motor starter berputar). Jika motor starter berputar dengan halus dengan pinion bergerak keluar serta arus yang digunakan kecil (kurang dari spesifikasi) berarti motor starter dalam keadaan baik. Spesifikasi arus 0,6 kw kurang dari 55 Ampere pada 11 Volt atau 0,8 kw kurang dari 50 Ampere pada 11 Volt. Jika hasil sebaliknya maka kemungkinan terdapat komponen motor starter yang rusak.

Demikian ulasan kami tentang cara pengujian atau pengetesan motor starter pada mobil, semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi juga artikel pilihan kami beriku ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel