Sistem pelumas, Begini Ternyata Sistem Pelumasan pada Kendaraan Bermotor Bekerja

Mesin pada kendaraan bermotor merupakan sekumpulan komponen yang tersusun dari bagian-bagian logam (metal part) yang bergerak dalam menghasilkan usaha pada saat proses pembakaran. Beberapa part atau komponen ada yang berhubungan langsung secara tetap satu sama yang lain. Termasuk crankshaft, camshaft dan bagian mekanisme katup.
Sistem pelumasan

Ketika sebuah mesin kendaraan mulai berputar, gesekan yang terjadi antara part-part mesin ini akan menimbulkan hilangnya tenaga yang dihasilkan pada saat proses pembakaran dan part-part tersebut akan menjadi rusak atau aus. Oli pelumas pada mesin akan melumasi secara kontinyu ke part-part mesin tersebut untuk meminimalisir gesekan serta untuk mencegah keausan. Kerja Oli pelumas ini diatur oleh sistem pada mesin yaitu sistem pelumasan.

Sistem Pelumas

Perbedaan yang sangat mendasar antara oli mesin pada sistem pelumas dengan oli pelumas yang lainnya seperti oli rem, oli ATF dan oli gardan, yaitu bahwa oli mesin akan menjadi kotor dengan adanya carbon, asam dan zat kotoran lainnya dari porses pembakaran.

Sebagai contoh, senyawa sulfuric acid dan hydrochloric acid dibentuk dari hasil pembakaran bahan bakar yang harus dinetralisir. Bahan bakar yang tidak terbakar, kotoran dan carbon ini juga harus dilarutkan atau dibawa oleh oli mesin sehingga tidak mengumpul dalam mesin itu sendiri yang akhirnya dapat menganggu kinerja mesin.

Sifat Utama Oli Mesin



Sifat utama yang dimiliki oleh oli mesin antara lain sebagai berikut:
  • Sebagai Pelumasan, Oli mesin akan melumasi permukaan metal pada part atau komponen yang bersinggungan dalam mesin dengan cara membentuk lapisan film oli. Lapisan oli (oil film) tersebut berfungsi mencegah kontak langsung antara permukaan metal dan membatasi keausan dan meminimalisir kehilangan tenaga akibat gesekan.
  • Bersifat pendingin, Proses Pembakaran campuran bahan bakar dan udara pada ruang bakar akan menimbulkan panas yang mengakibatkan komponen mesin akan menjadi panas pula. Hal ini akan mempercepat keausan part-part pada mesin tersebut, jika temperature ini tidak diturunkan. Untuk itu oli mesin harus disirkulasi pada sekeliling komponen-komponen mesin agar dapat menyerap panas dan mengeluarkannya dari mesin.
  • Sebagai Perapat, Oli mesin membentuk semacam lapisan film antara piston dan cylinder. Lapisan film ini yang berfungsi sebagai perapat (seal) yang dapat mencegah hilangnya tenaga mesin akibat kebocoran tekanan kompresi. Jika ada kebocoran maka gas campuran yang dikompresikan atau gas pembakaran akan menekan di sekeliling piston dan akhirnya akan masuk ke dalam bak engkol dan ini berarti mesin akan kehilangan tenaga.
  • Sebagai Pembersih, Kotoran berbentuk bram ataupun karbon sisa hasil pembakaran akan mengendap dalam komponen-komponen mesin. Hal Ini akan menambah pergesekan dan menyumbat saluran oli. Oli mesin akan membersihkan kotoran yang menempel tersebut untuk mencegah tertimbun di dalam mesin.
  • Sebagai Penyerap Tegangan, Oli mesin menyerap dan menekan tekanan lokal yang bereaksi pada komponen yang dilumasi, serta melindungi agar komponen tersebut tidak menjadi tajam saat terjadinya gesekan-gasekan pada bagian-bagian yang saling bersinggungan.

Syarat-syarat Oli Mesin

Adapun syarat-syarat yang harus dimiliki oleh oli mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, maka oli mesin harus memenuhi syarat sebagai berikut:
  • Oli Mesin Harus mempunyai kekentatan atau viskositas yang tepat, Apabila viskositas oli mesin terlalu rendah (oli terlalu encer), lapisan oil ini akan mudah rusak dan akan menyebabkan keausan pada komponen yang bergesekan. Sedangkan jika viskositas oli mesin terlalu tinggi (oli terlalu kental),maka akan menambah tahanan dalam gerakan komponen dan akan menyebabkan mesin terasa berat saat di start dan tenaga akan berkurang.
  • Kekentalan oli mesin harus relatif stabil tanpa terpengaruh adanya perubahan dalam temperatur.
  • Oli mesin harus sesuai dengan penggunaan metal atau logam penyusun komponen-komponen mesin. 
  • Oli mesin Tidak merusak komponen atau tidak korosif ( berisfat antikarat terhadap komponen).
  • Oli Mesin Tidak menimbulkan busa saat mesin dihidupkan/bekerja.

Sistem Pelumasan

Perlu sahabat ketahui bahwasannya Sistem pelumas atau sistem pelumasan keberadaannya relatif sangat penting bagi kendaraan bermotor, karena fungsi dari sistem pelumasan yang sangat vital bagi mesin kendaraan.

Salah satu fungsi utama dari sistem pelumas yaitu untuk melumasi part-part atau komponen pada mesin dengan maksud agar gesekan antar part pada mesin tersebut dapat seminimal mungkin sehingga usia keausan partpun relatif lebih lama.

Sistem pelumasan pada kendaraan bermotor secara garis besar dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu sistem pelumasan campur, sistem pelumasan autolube, sistem pelumasan percik dan sistem pelumasan tekan serta sistem pelumas kombinasi (percik plus tekan) .

Sistem Pelumas Mobil

Sistem pelumasan yang diaplikasikan pada kendaraan mobil menggunakan sistem pelumas percik, sistem pelumas tekan dan sistem pelumas kombinasi. Akan tetapi seiring perkembangannya sistem pelumas tekanlah yang banyak digunakan.

Oli pada sistem pelumas disalurkan ke bagian-bagian mesin yang bergerak dengan beberapa cara,yaitu pertama dengan sistem tekanan penuh (fully-presurezed method), kedua dengan cara percikan dan yang ketiga dengan kombinasi antara tekanan dan percikan.

1. Sistem Pelumas Tekan
Sistem pelumasan

Saat ini kebanyakan kendaraan bermotor menggunakan cara sistem tekanan penuh (jenis pelumas tekan). Dalam sistem pelumas tekanan ini, oli ditekan oleh gerakan mekanik dan oil pump dan kemudian disalurkan ke bagian-bagian mesin yang bergerak.

Pompa oli atau oil pump pada sistem pelumasan ini berfungsi untuk memompa atau menekan oli, agar oli dapar bersirkulasi ke seluruh bagian mesin sehingga semua bagian mesin mendapatkan pelumasan.

Sifat-sifat yang dimiliki sistem pelumasan tekan,antara lain sebagai berikut :
  • Pelumasannya merata dan teratur.
  • Sistem pelumasan ini dapat diaplikasikan pada tipe mesin 4 tak maupun 2 tak.
  • Penggantian oli pelumas dilakukan pada interval waktu atau jarak tempuh tertentu.
2. Sistem Pelumas Percik
Sistem pelumasan

Pada sistem pelumasan percik ini, memanfaatkan gerakan putar dari poros engkol untuk memercikkan oli kebagian-bagian mesin yang memerlukan pelumasan dalam jangkauan yang sangat terbatas. Sehingga sekarang pengaplikasian jenis sistem pelumas ini sangat jarang bahkan sudah tidak ada. 

Pada sistem pelumasan percik, pada bagian poros engkol dibagian bawahnya didesign menyerupai sendok, sehingga ketika poros engkol berputar, oli yang berada dikarter akan terbawa dan dipercikkan oleh bagian poros engkol menuju bagian-bagian tertentu.

Sifat-sifat yang dimiliki oleh sistem pelumasan percik,  diantaranya:
  • Oli pelumas diganti secara periodik berdasarkan interval waktu tempuh dan jarak tempuh tertentu.
  • Pelumasan kurang optimal karena keterbatasan jangkauan komponen mesin yang dapat dilumasi oleh percikan minyak pelumas.

Sistem Pelumas Sepeda Motor

Sistem pelumas yang diaplikasikan pada sepeda motor relatif variatis,  sistem pelumas tekan,  sistem pelumas percik,  sistem pelumas campur dam siatem pelumas autolube.

Secara garis besar sistem pelumas tekan dan sistem pelumas percik pada sepeda motor hampir sama dengan sistem pelumas tekan dan sistem pelumas percik pada mobil.

1. Sistem Pelumas Campur
Sistem pelumas

Jenis sistem pelumasan campur ini, banyak digunakan pada tipe mesin 2 tak pada sepeda motor. Pada sistem pelumasan campur ini pelumas atau oli samping dicampur dengan bahan bakar di dalam tangki.

Sifat-sifat yang dimiliki pada jenis sistem pelumasan campur,diantara sebagai berikut:
  • Oli yang digunakan selalu baru dikarenakan oli yang tercampur dengan bahan bakar nantinya akan ikut terbakar di ruang bakar dan akan habis.
  • Timbul polusi yang keluar dari knalpot atau gas buang dalam bentuk asap putih.
  • Pemakaian oli menjadi lebih boros
  • Kandungan oli atau pelumas pada campuran bahan bakar dan oli yaitu 2 - 4 % (sesuai spesifikasi pabrikan kendaraan).
  • Sistem pelumasan ini digunakan pada tipe mesin 2 tak.
2. Sistem Pelumasan Autolube
Sistem pelumas
Pada sistem pelumasan autolube ini juga digunakan pada mesin 2 tak, prinsipnya sama dengan sistem pelumasan campur, yaitu mencampur oli samping dengan bahan bakar, tetapi bedanya pencampuran ini tidak dilakukan langsung pada tangki bahan bakar melainkan oli samping dan bahan bakar nantinya akan dicampur pada ruang engkol.

Pada sistem pelumasan autolube ini, oli ditempatkan pada wadah tersendiri yang nantinya oli akan masuk ruang engkol karena dipompa oleh pompa oli.

Sifat-sifat pada sistem pelumasan autolube sama dengan sistem pelumasan campur yaitu :
  • Oli yang digunakan selalu baru dikarenakan oli yang tercampur dengan bahan bakar nantinya juga akan ikut terbakar dan habis.
  • Timbul polusi yang dari knalpot atau gas buang berbentuk asap putih
  • Pemakaian oli menjadi lebih boros
  • Kandungan oli atau pelumas pada campuran bahan bakar dan oli yaitu 2 - 4 % (sesuai spesifikasi pabrikan kendaraan)
  • Sistem pelumasan ini digunakan pada tipe mesin 2 tak
  • Membutuhkan tempat khusus untuk penempatan oli samping. 
Demikian ulasan kami tentang Sistem pelumas, Begini Ternyata Sistem Pelumasan pada Kendaraan Bermor Bekerja, semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi juga artikel menarik kami berikut ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel