Sistem Air Bag SRS, Komponen, Fungsi Dan Cara Kerjanya

08.00
Sistem Air Bag SRS, Komponen, Fungsi Dan Cara Kerjanya,-Airbag atau dikenal dengan istilah SRS (Supplementary Restraint System), ACRS (Air Cushion Restraint System) atau SIR (Supplemental Inflatable Restraint) adalah salah satu fitur keselamatan atau safety drive pada mobil yang berfungsi untuk melindungi pengemudi dan penumpang saat terjadi benturan keras pada saat terjadi kecelakaan. Air bag SRS akan mengembang dari kemudi,dasboard dan sisi pintu. tergantung jenis air bag yang diusung oleh kendaraan atau mobil yang kita gunakan.
Sistem Air Bag SRS, Komponen beserta fungsi dan cara kerjanya

Airbag SRS termasuk dalam jenis passife safety system, karena air bag SRS bukan untuk mencegah kecelakaan, akan tetapi berfungsi untuk meringankan cedera pada saat terjadi kecelakaan.

Fungsi Komponen Airbag SRS

1. Sensor Collison atau Crash Sensor

Sensor inilah yang berfungsi untuk mendeteksi terjadinya kecelakaan berdasarkan getaran yang dihasilkan. Dalam sebuah unit mobil dapat memiliki lebih dari satu sensor ini (tergantung jumlah titik air bag SRSnya).

2. Sistem Kontrol (SRS Control Module)

Berfungsi untuk menterjemahkan sinyal getaran dari sensor collison. Control Module ini akan menganalisa tingkat keparahan kecelakaan berdasarkan besar getaran yang dikirimkan oleh sensor collison. Yang mana Analisa ini nantinya yang akan dijadikan sebagai patokan untuk mengaktifkan inflator air bag SRS.

3. Bag Inflator

Komponen ini terletak tersembunyi dalam roda kemudi, dasboard dan sisi pintu tergantung jenis air bag SRS yang diusung mobilnya. Bag Inflator akan mengembang ketika dialiri arus listrik. Sehingga pengemudi atau penumpang terhindar dari benturan yang sangat keras dengan roda kemudi, dasboard maupun sisi pintu pada saat terjadi kecelakaan dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya cidera. 

Pada saat terdapat aliran arus listrik pada inflator akan terjadi reaksi kimia pada bahan dasar inflator (Natrium Azida (NaN3), Kalium Nitrat (KLO3), dan Silikon Dioksida (SiO2)). Reaksi kimia tersebut akan menghasilkan gas nitrogen yang memenuhi bag inflator yang nantinya akan menyebBkan inflator mengembang.

Waktu yang diperlukan inflator untuk mengembang sempurna sekitar 30-40 milisecond. Inflator akan merusak roda kemudi dan dasboard saat mengembang. Sehingga air bag merupakan komponen sekali pakai. Ketika Air bag mengembang, maka diperlukan penggantian satu unit dasboard bersama inflator.

Cara Kerja Airbag SRS

Pada saat mobil dalam kondisi off dan sistem kelistrikan tetap terhubung, maka sensor collison akan mengirimkan data berupa nominal tegangan. Besaran nominal tegangan yang dikirim oleh sensor collison tergantung dari besarnya getaran yang diterima pada saat kendaraan terjadi benturan. Sinyal itu kemudian dikirim ke Air bag SRS control module untuk dianalisa. Jika getaran yang dikirim kecil, sinyal berupa tegangan yang dikirim juga akan kecil. Sehingga Air bag Control module mendeteksi tidak adanya kecelakaan. Sehingga inflator tidak mengembang.

Dan pada Saat getaran yang dideteksi pada saat terjadi benturan besar, sinyal berupa tegangan yang dikirim juga besar. Sehingga air bag control module akan mendeteksi terjadinya kecelakaan. Sehingga Air bag control module akan mengirimkan arus listrik ke igniter pada inflator untuk mengembangkan inflator. 

Baca juga: Fungsi Dan Cara Kerja Immobilizer Pada Sistem Keamanan Mobil

Penyebab Airbag SRS Tidak Mengembang Saat Kecelakaan

Perlu diketahui bahwasannya terkadang airbag SRS dapat juga tidak berfungsi atau tidak mengembang saat terjadi benturan yaitu pada saat lokasi benturan tidak pada area yang terdeteksi. Airbag memiliki beberapa sensor yang terletak pada samping dan depan kendaraan. Saat benturan tidak berasal dari area tersebut, airbag tidak akan mengembang.

Demikian uraian singkat mengenai Sistem Airbag SRS, Fungsi, Komponen Dan Cara Kerjanya. Semoga bisa menambah wawasan kita dan bermanfaat. Agar kami dapat menyajikan  artikel terbaik kami, jangan lupa kunjungi juga ulasan berikut ini. 
Previous
Next Post »

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km,- Sebagai pemilik mobil kita wajib  mengetahui cara atau prosedure merawat dan menjaga mobil kita. ...