Komponen Hidraulik Power Steering Pada Mobil, Fungsi dan Cara Kerjanya

18.12
Hidraulik Power Steering Pada Mobil, Fungsi dan Cara Kerjanya,- Power steering merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk meringankan memutar sistem kemudi kendaraan sehingga menghasilkan putaran kemudi yang ringan tanpa membutuhkan tenaga yang berarti untuk mengendalikan kemudi, terutama pada kecepatan rendah dan menyesuaikannya pada kecepatan menengah serta tinggi. 

Power steering sistem yangvpaling banyak kita kenal yaitu Hidrolik power steering dan Elektronik power steering, pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang hidrolik power steering.

Sumber gambar:http://www.agcoauto.com

Fungsi Komponen Hidrolik Power Steering

1. Reservoir Tank

Merupakan komponen yang terletak pada hidraulik pump yang berfungsi untuk menampung cadangan minyak atau oli power steering.komponen ini dilengkapi dengan Tutup reservoir yang dilengkapi dengan ventilasi agar tekanan didalam Sistem power steering stabil saat hidrolik power steering bekerja.

2. Vane pump atau Pompa power steering.

Berfungsi membangkitkan tekanan fluida atau memompa fliuda atau minyak power steering ke seluruh sistem hidraulik power steering. Vane Pump digerakkan oleh putaran mesin saat hidup melalui pulley yag dihubungkan dengan v-belt.

3. Rotary valve/control valve.

Untuk mengontrol atau mengarahkan aliran tekanan minyak atau oli power steering sesuai dengan arah kemudi yang diinginkan oleh pengemudi

4. Power cylinder.

Komponen yang satu ino berfungsi menyalurkan aliran fluida kedalam rack and pinion atau steering gear sesuai dengan arah kemudi.

5. Oil Power Steering atau Minyak Power Steering.  

Berfungsi sebagai media penghantar tenaga dari pompa power steering ke steering gear agar kemudi lebih ringan.

6. Selang Power Steering. 

Berfungsi sebagai saluran minyak power steering dari pompa power steering ke control valve dan ke steering gear atau sebaliknya. Komponen ini dibuat dari bahan logam yang dapat bertahan pada tekanan dan suhu tinggi.

7. Steering Gear (Rack and pinion atau worm and Sector Gear).

Berfungsi sebagai media reduksi tenaga pada sistem steering atau sebagai media pemindah tenaga putar dari steering colomb ke steering linkage.

8. Steering Linkage.

Komponen ini terdiri dari long tie-rod sampai steering knucle yang berfungsi meneruskan gerakan steering gear ke roda untuk menggerakan roda agar membelok sesuai dengan keinginan pengemudi. 

Cara Kerja Hidrolik Power Steering

1. Pada Saat Posisi Steering Wheel  Kondisi Lurus 


Sumber gambar:http://www.agcoauto.com

Saat posisi steering wheel lurus rotary valve atau control valve berada pada posisi netral. Bila rotary valve berada pada posisi netral, rotary valve menutup right pressure chamber dan left pressure chamber. Sehingga fluida atau minyak power steering mengalir melalui rotary valve ke saluran pembebas ( relief port )dan kembali lagi ke pompa power steering. saat posisi ini tidak terbentuk tekanan atau tekanan kedua sisi sama,sehingga piston tidak bergerak dan pinion gear tetap pada posisinya serta roda dalam kondisi lurus.

2.  Pada Saat Steering Wheel Posisi Membelok(Belok Kiri atau Belok Kanan).



Sumber gambar:http://www.agcoauto.com

Pada Saat Steering Wheel diputar ke salah satu arah,akan diteruskan ke steering columb dan memutar steering maim shaft yang akan menyebabkan control valve pada rotary valve ikut bergerak membuka salah satu pressure chamber sesuai arah steering mainshaft yang mengakibatkan terjadinya perubahan volume aliran minyak power steering dan menyebabkan terbentuknya tekanan yang cukup tinggi yang kemudian diteruskan ke power silinder.  Pada power silinder terdapat perbedaan tekanan pada kedua sisi silinder sehingga menyebabkan piston bergerak ke sisi yang bertekanan rendah sehingga minyak power steering yang berada dalam ruangan yang bertekanan rendah tersebut akan dikembalikan ke pompa power steering melalui rotary valve.


Baca juga: Fungsi Komponen Dan Cara Kerja Elektronik Power Steering Pada Mobil

Demikian Ulasan tentang Sistem Hidraulik Power Steering, Semoga bermanfaat, silahkan kunjungi artikel menarik kami yang lain. 
Previous
Next Post »

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km,- Sebagai pemilik mobil kita wajib  mengetahui cara atau prosedure merawat dan menjaga mobil kita. ...