Fungsi Dan Cara Kerja Oksigen Sensor (O2 Sensor) Pada Mobil EFI

06.30
Fungsi Dan Cara Kerja Oksigen Sensor (O2 Sensor) Pada Mobil EFI,- Oksigen sensor sensor merupakan salah satu komponen pada mobil dengan sistem bahan bakar injeksi.  Oksigen sensor pertama kali dikembangkan oleh Robert Bosch dan pertama kali digunakan pada mobil VOLVO diakhir tahun 70 – an . Pada mulanya, oksigen sensor yang digunakan di dunia otomotif hanya mempunyai satu atau dua kabel dan banyak terbuat dari bahan Zirconia dalam bentuk thimble.
Gambar Letak Oksigen Sensor
Oksigen sensor jenis ini akan mulai bekerja jika suhunya sudah mencapai sekitar 400 derajat celcius, sehingga oksigen sensor belum bekerja saat suhu mesin masih dingin.
Oksigen sensor generasi pertama ini sangat tergantung dari panas yang dihasilkan oleh mesin agar dapat mencapai suhu yang dibutuhkan oleh oksigen sensor untuk dapat bekerja dengan maksimal.



Sehingga pada awal tahun 80 – an, pabrikan oksigen sensor menambahkan sebuah batang pemanas kecil di dalam thimble untuk memanaskan ceramic thimble sehingga temperature kerjanya dapat tercapai lebih cepat.

Gambar Komponen pada oksigen sensor
Dengan menggunakan oksigen sensor yang mempunyai elemen pemanas didalamnya memungkinkan sensor dapat dipasang lebih kebawah mendekati catalityc converter ( lokasi yang lebih tepat dimana gas buang dalam bentuk yang lebih homogen dan potensi terjadinya over heat pada sensor dapat diturunkan secara drastis ).


Fungsi Oksigen Sensor (O2 Sensor)

  • untuk memeriksa atau mendeteksi emisi gas buang kendaraan dengan cara mengukur kandungan oksigen di dalam gas buang. 
  • menentukan apakah mobil bekerja dengan campuran bahan bakar terlalu kurus atau terlalu gemuk. 
  • Dengan adanya O2 sensor maka konsumsi bahan bakar bisa jadi lebih irit serta ramah lingkungan. 

Cara Kerja Oksigen Sensor (O2 Sensor)

Gambar konstruksi Oksigen sensor
  • Oksigen sensor akan membandingkan jumlah kandungan O2 dari sisa pembakaran dengan O2 udara luar (Artinya kandungan oksigen dalam gas buang ( 0,3 – 3 % ) dibandingkan dengan kandungan oksigen pada udara atmosfir ( 20,8 % )).
  • Kemudian hasil perbandingan O2 ini di konversikan oleh ZrO2 (Zirconia electrolyte) komponen pada O2 Sensor menjadi arus listrik.
  • Jika kandungan oksigen dalam gas buang sekitar 3 % ( campuran kurus ), O2 sensor menghasilkan tegangan 0,1 volt.
  • Jika kandungan oksigen dalam gas buang sekitar 0,3 % ( campuran kaya ), O2 sensor menghasilkan tegangan 0,9 volt.
  • Tegangan listrik inilah yang nantinya disebut sinyal output yang akan di kirimkan ke ECU sebagai informasi hasil pembakaran yang terjadi pada ruang bakar yg dideteksi melalui gas buang. 
  • Oksigen sensor bekerja seperti switch yang secara konstan akan memberikan sinyal setiap ada perubahan campuran bahan bakar.
  • ECU akan menjaga campuran bahan bakar mendekati campuran ideal dengan melakukan kebalikan dari apa yang dilaporkan oleh oksigen sensor.
  • Jika oksigen sensor memberikan sinyal bahwa campuran bahan bakar terlalu gemuk, maka ECU akan memperpendek waktu kerja injektor untuk mengurangi jumlah bahan bakar yang disemprotkan, agar campuran menjadi lebih kurus.
  • Saat oksigen sensor mendeteksi bahwa campuran bahan bakar terlalu kurus ECU akan memperpanjang waktu kerja injektor untuk menambah jumlah bahan bakar yang disemprotkan, pengaturan terus menerus seperti ini akan menjaga mesin bekerja dengan campuran bahan bakar mendekati campuran ideal.





Demikian artikel tentang fungsi dan cara kerja oksigen sensor pada mobil EFI, Semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi juga ulasan berikut ini.
Latest
Previous
Next Post »
0 Komentar

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km,- Sebagai pemilik mobil kita wajib  mengetahui cara atau prosedure merawat dan menjaga mobil kita. ...