Cara Membaca Data Fuel Trim,Inilah Cara Cepat Deteksi Kerusakan Pada Mobil Injeksi

Cara Membaca Data Fuel Trim,Inilah Cara Cepat Deteksi Kerusakan Pada Mobil Injeksi,-  Nilai fuel trim dapat dibaca saat mobil dalam keadaan hidup dan scantool menampilkan data display secara langsung. Data display akan menampilkan pembacaan dari sensor-sensor yang didalamnya terdapat nilai fuel trim. Untuk mobil dengan mesin 4 silinder atau 6 silinder segaris nilai fuel trim pada data display ada dua nilai.


Adapun nilai fuel trim yang ditampilkan terdiri dari 2 jenis nilai fuel trim sebagai berikut:

Short Term Fuel trim (STFT)

Nilai ini menunjukkan penyetelan campuran bahan bakar yang dilakukan ECU saat ini. Nilai ini berubah sangat cepat dan dapat meningkat sedikit tergantung perubahan beban mesin, kecepatan mesin dan temperatur mesin.

Nilai STFT berkisar antara -10%  sampai +10% dan pembacaannya bisa fluktuatif sekitar 25 % atau lebih ke kedua arah.

Long Term Fuel Trim (LTFT)

Adalah nilai rata-rata penyesuaian bahan bakar yang dilakukan ECU dalam jangka waktu yang lebih panjang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Nilai ini merupakan indikator yang lebih akurat menyangkut penyesuaian campuran bahan bakar sesuai dengan perubahan perbandingan bahan bakar dan udara yang terjadi di dalam mesin.

Berikut contoh display nilai tampilan data fuel trim:

STFT B1 = Short Term Fuel Trim engine cylinder Bank 1

STFT B2 = Short Term Fuel Trim engine cylinder Bank 2

LTFT B1 = Long Term Fuel Trim engine cylinder Bank 1

LTFT B2 = Long Term Fuel Trim engine cylinder Bank 2

Baca Juga : Perbedaan Injeksi Tipe TBI,  MPI Dan GDI Pada Sistem Bahan Bakar Bensin

Cara Menganalisa Hasil Pembacaan Data Fuel Trim

Nilai fuel trim POSITIVE mempunyai arti bahwa ECU menambahkan bahan bakar yang masuk ke dalam mesin (mengatur injektor membuka lebih lama), dengan kata lain ECU berusaha membuat campuran lebih KAYA karena ECU membaca bahwa mesin bekerja dengan campuran yang terlalu kurus.


Nilai Fuel trim NEGATIVE berarti ECU mengurangi suplai bahan bakar yang masuk ke dalam mesin (mengurangi waktu pembukaan injector). ECU berusaha membuat campuran bahan bakar lebih KURUS sebagai respon dari kondisi mesin yang bekerja dengan campuran terlalu KAYA.

Harus diingat seluruh hasil perhitungan tersebut berdasarkan hasil input dari oksigen sensor yang disampaikan ke ECU. Jika oksigen sensor membaca bahwa campuran terlalu KURUS, ECU akan merespon dengan menambahkan bahan bakar dan menghasilkan nilai fuel trim POSITIVE.
Jika oksigen sensor mendeteksi campuran terlalu KAYA, ECU akan merespon dengan mengurangi suplai bahan bakar dan menghasilkan nilai fuel trim NEGATIVE.

Dengan membaca nilai fuel trim STFT dan LTFT pada data dispaly scan tool saat mesin hidup, kita dapat mengetahui apakah mesin bekerja dengan campuran yang terlalu KAYA (Persentase Fuel trim negative) atau bekerja dengan campuran terlalu KURUS (persentase fuel trim positive).

Standar Nilai Data Fuel Trim Yang Dinyatakan Normal

Idealnya nilai STFT dan LTFT yang baik adalah mendekati NOL pada saat putaran mesin idle atau RPM yang stabil. Namun nilai STFT dapat melonjak saat pedal gas diinjak secara mendadak atau saat deselerasi. Nilai LTFT dapat memberikan informasi apakah campuran terlalu KAYA atau KURUS dalam rentang waktu yang lebih lama.


Nilai LTFT yang baik harus mendekati NOL, walaupun pada umumnya akan berfluktuasi dari 5 sampai 8% tergantung dari kondisi mesin. Jika nilai LTFT berada diangka 10 atau lebih itu artinya ada masalah pada mesin yang memerlukan analisa lebih lanjut.

Nilai LTFT yang mencapai angka 20 sampai 25% biasanya akan memunculkan kode DTC P0171 atau P0174.

Nilai LTFT yang berada pada angka - 20 sampai -25 akan memunculkan kode DTC P0172 atau P0175 .

Campuran bahan bakar yang kurus akan menghasilkan nilai pembacaan fuel trim Positif yang lebih tinggi dari seharusnya. Sedangkan campuran yang terlalu kaya akan menampilkan nilai fuel trim negatif pada scantool.

Penyebab Campuran Bahan Bakar Terlalu Kurus

Berikut Beberapa penyebab yang menimbulkan campuran bahan bakar yang terlalu yang dapat kita lakukan pengecekan lebih lanjut:

  • Kebocoran udara atau kevakuman pada intake manifold di area sekitar throttle body atau sambungan selang vakum.
  • Fuel pump lemah sehingga tidak mampu menghasilkan tekanan dan volume bahan bakar yang dibutuhkan.
  • Selang-Selang bahan bakar tersumbat atau terjepit
  • Pressure regulator lemah sehingga tidak dapat menjaga tekanan bahan bakar yang dibutuhkan.
  • Kebocoran udara pada PCV.
  • MAF atau mass air flow kotor sehingga memberikan informasi jumlah udara yang rendah ke ECU.
  • Fuel injector kotor atau mati
  • Misfire sistem pengapian ( busi kotor, ignition coil lemah, atau kabel busi yang rusak
  • Kebocoran tekanan kompresi
  • Kebocoran pada ekshaust manifold atau gasket ekshaust manifold
  • Kerusakan oksigen sensor ( kabel signal short ke ground sehingga sensor selalu memberikan laporan campuran terlalu kurus).

Penyebab Campuran Bahan Bakar Terlalu Kaya

Berikut Beberapa penyebab yang menimbulkan campuran bahan bakar terlalu Kaya yang dapat kita lakukan pengecekan lebih lanjut:

  • Fuel injector bocor
  • Tekanan bahan bakar berlebihan akibat pressure regulator tidak berfungsi atau saluran fuel return tersumbat.
  • Air filter sangat kotor atau saluran intake tersumbat
  • Exhaust system tersumbat (converter mampet, saluran exhaust pipe atau muffler tersumbat).
  • Gangguan pada oksigen sensor (kabel output oksigen sensor short ke sumber tegangan sehingga sensor selalu memberikan informasi campuran terlalu kaya).

Cara Menganalisis Kerusakan Mobil Injeksi Dengan Menggunakan Data Fuel Trim

A. Menggunakannya Untuk Menganalisa Kebocoran Kevakuman Dan Sistem Bahan Bakar.

Saat mesin pada putaran idle, perhatikan nilai Short Term Fuel Trim (STFT) dan nilai Long Term Fuel Trim (LTFT). Nilai yang normal berada diantara Positif atau negatif 8, namun yang paling baik adalah jika nilainya mendekati 0 (Nol). Jika data display scantool menampilkan nilai STFT dan LTFT +10 atau lebih tinggi berarti mesin bekerja dengan campuran yang terlalu KURUS. Naikkan putarn mesin sampai 1500 - 2000 RPM dan tahan beberapa menit. Jika nilai fuel trim turun mendekati normal kemungkinan besar terjadi kebocoran kevakuman saat idle, hal ini karena kebocoran kevakuman pada saat putaran mesin tinggi atau beban berat tidak mempengaruhi campuran bahan bakar.

Jika nilai fuel trim tidak mengalami perubahan yang signifikan dapat disimpulkan bahwa campuran bahan bakar yang kurus tersebut diakibatkan masalah sistem bahan bakar (Fuel pump lemah, fuel filter mampet, fuel injektor kotor dll ).

Nilai fuel trim LTFT yang cenderung tinggi bisa juga disebabkan terjadi ganggguan misfire sistem pengapian yang belum sampai memunculkan kode DTC misfire namun sudah dapat mengakibatkan gangguan pada konsumsi bahan bakar.

Kondisi salah satu atau lebih busi yang kotor atau ignition coil yang lemah sehinga terkadang mengalami misfire dapat menjadi penyebab problem diatas.

B. Digunakan Untuk Mengidentifikasi Injector Yang Kotor.

Jika nilai LTFT cenderung naik (POSITIVE) hal ini berarti sistem kontrol feed back fuel system melakukan langkah kompensasi penambahan bahan bakar karena campuran yang terlalu kurus. Kemungkinan paling sering masalah ini adalah injektor yang kotor. Proses penyaluran bahan bakar oleh injektor dapat terganggu oleh akumulasi deposit kotoran di dalam injektor. Langkah untuk memperbaiki hal ini adalah dengan membersihkan injektor. Jika nilai fuel trim kambali normal setelah injektor dibersihkan maka dapat disimpulkan bahwa penyebab gangguan adalah injektor yang kotor.

Jika nilai fuel trim masih tetap setelah membersihkan injektor maka campuran yang terlalu kurus dapat disebabkan oleh tekanan bahan bakar yang rendah atau kebocoran kevakuman.

C. Untuk Memeriksa Respon O2 sensor Dan ECU Terhadap Campuran Bahan Bakar

Dengan posisi mesin idle, lepaskan salah satu selang vakum dan perhatikan nilai fuel trim STFT akan melonjak naik ke arah POSITIVE dan nilai LTFT akan mulai merangkak naik untuk merespon kondisi campuran bahan bakar yang kurus karena selang kevakuman yang dilepas tersebut.

Untuk memeriksa respon terhadap campuran KAYA, semprotkan carb spray cleaner ke dalam throttle body atau sambungan selang kevakuman di intake manifold. Nilai STFT akan turun ke arah NEGATIVE dan nilai LTFT akan berangsur turun untuk merespon campuran yang terlalu kaya.

Jika tidak ada perubahan nilai fuel trim saat melakukan simulasi campuran kurus dan kaya tersebut berarti ECU tidak bekerja pada mode Close Loop atau oksigen sensor tidak merespon terhadap perubahan campuran bahan bakar dan udara.

Baca juga: Perbedaan tipe injeksi K-Jetronik, D-EFI Dan L-EFI Pada Sistem Injeksi Mobil

Demikian ulasan Mengenai Data fuel trim dan kegunaannya dalam menemukan kerusakan pada sistem EFI, Semoga Dapat Menambah Wawasan kita. Kunjungi juga artikel pilihan kami berikut. 
Previous
Next Post »