Cara Kerja Sistem AC Mobil, Sangat Mudah Di Mengerti!!

Cara Kerja Sistem AC Mobil, Sangat Mudah Di Mengerti!!,- Pada dasarnya cara kerja sistem AC mobil sama persis dengan cara kerja pada sistem AC ruangan atau mesin pendingin lainnya. Prinsip kerjanya sama persis pada alat heat exchanger yang banyak beredar. Pada dasarnya prinsip kerja heat exchanger yaitu terjadinya karena adanya perubahan atau perbedaan tekanan, yang mana hal tersebut akan menyebabkan perbedaan temperatur atau suhu, kondisi seperti inilah sama dengan yang terjadi pada prinsip kerja sistem AC baik AC mobil maupun AC yang lainnya.
Cara kerja AC Mobil
Gb. Sistem Ac Mobil
Agar perubahan temperatur yang dihasilkan ini mrnghasilkan suhu atau temperature yang sesuai maka digunakanlah media pendingin pada sistem AC, adapun media pendingin yang kebanyakan dipakai sistem AC yaitu Refrigerant atau sering dikenal dengan istilah Freon. Ada berbagai jenis freon yang digunakan seperti freon R12, R22 dan R134a. Freon yang banyak direkendasikan yaitu freon R134a, karena jenis freon ini terbilang freon yang ramah lingkungan karena tidak merusak lapisan ozon beda dengan jenis freon yang lain.Perubahan temperatur atau suhu akibat dari dari perubahan tekanan dapat dilihat pada gambar grafik di bawah ini.
Cara kerja sistem ac
Gb. Diagram Enthalphy Freon Jenis R 134a
Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara kerja sistem AC mobil, alangkah lebih baiknya kita bahas terlebih dahulu mengenai komponen pada sistem AC mobil berikut fungsinya masing-masing komponen tersebut. Untuk mempersingkat pembahasannya, untuk komponen sistem AC kami bahas pada artikel kami kami dengan judul Fungsi Komponen sistem Ac Mobil.

Langsung saja pada artikel kali ini kami akan membahas cara kerja sistem Ac Mobil. Berikut Cara Kerjanya.
Cara kerja Ac Mobil
Gb. Diagram Kerja Sistem AC Mobil

Cara Kerja Sistem AC

Untuk mempermudah pemahaman kita maka cara kerja sistem AC Mobil dimulai dari kompresor AC. Pada kompresor AC terdapat bagian yang disebut magnetic switch yang bertugas untuk menghubung dan memutuskan putaran mesin menuju Kompressor AC melalui V-Belt dan pully pada saat mesin hidup dengan kompresor AC secara elektro Magnetik.


Pada saat kunci kontak kita Onkan dan AC mobil kita hidupkan, maka magnetic switch pada kompressor AC akan On sehingga akan menghubungkan antara putaran pully dari mesin pada saat mesin hidup dengan kompresor AC sehingga kompresor AC akan bekerja memompa refrigerant (freon) agar bersirkulasi pada sistem AC. Freon yang keluar dari kompresor AC ini berwujud gas bertekanan tinggi dengan suhu yang tinggi pula. Selanjtnya freon dari kompresor AC dikirim ke Condenser.

Oleh Condensor AC freon tadi akan didinginkan dengan bantuan kipas pendingin, sehingga freon yang telah melalui condensor berubah wujud dari gas menjadi cair dan tekanan tinggi serta suhu freon masih rendah. Perubahan wujud freon ini disebabkan karena condensor menyerap panas pada freon. Pada condensor memiliki kisi-kisi atau sirip-sirip yang berfungsi untuk memperluas bidang permukaan pendinginan condensor. Freon akan didinginkan dengan jalan melepas panas ke udara luar lewat sirip-sirip condensor tersebut. Setelah dari condensor freoan kemudian akan dialirkan menuju ke receiver/dryer.

Pada saat freon di receiver/dryer maka oleh komponen ini air dan kotoran yang terbawa bersamaan dengan freon akan disaring. Freon yang keluar dari receiver/dryer masih dalam wujud cair dengan tekanan tinggi dan suhu rendah. Setelah freon melewati receiver/dryer selanjutnya freon yang sudah bersih dari air dan kotoran tadi akan menuju ke katup ekspansi.

Pada katup ekspansi, freon akan dikabutkan ke evaporator sehingga tekanan freon turun, karena tekanan freon turun maka secara otomatis suhunya juga akan diturunkan lagi. akibat dari penurunan tekanan ini maka freon berubah dari wujud cair menjadi kabut dengan suhu yang rendah. Pengkabutan ini juga terjadi karena pada katup ekspansi dilengkapi dengan lubang keluar yang berukuran kecil sehingga ketika terdapat freon dengan tekanan tinggi melewati lubang katup ekspansi maka akan berubah menjadi kabut. Setelah freon melewati katup ekspansi ini maka selanjutnya freon akan menuju ke evaporator.
Pada evaporator freon yang berbentuk kabut dengan suhu yang rendah (dingin), pada saat kabut tersebut melawati evaporator maka akan membuat kisi-kisi pada evaporator menjadi dingin. Selanjutnya dengan bantuan blower, Udara akan ditekan keluar melewati evaporator menuju ruang kemudi dan penumpang mobil, sehingga setelah udara yang telah melewati evaporator tadi akan bersuhu dingin karena panas pada udara akan diserap oleh freon melalui evaporator. Selanjutnya freon yang keluar dari evaporator akan berubah wujud menjadi gas dan bertekanan rendah serta bersuhu rendah.

Freon dari evaporator ini akan dikirimkan kembali ke kompresor AC untuk ditekan atau dipompa kembali untuk bersirkulasi pada sistem AC. siklus kerja tersebut ini akan terjadi secara berulang-ulang ketika AC dinyalakan.

Demikian ulasan kami tentang cara kerja sistem Ac pada Mobil, semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi juga artikel pilihan kami yang lain berikut ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel