Fungsi Baterai atau Accu Pada Kendaraan, Sangat Penting!!

Baterai atau sering disebut sebagai accu atau accumulator merupakan salah satu komponen penting dari sistem kelistrikan yang ada pada kendaraan, baik pada sepeda motor maupun pada kendaraan mobil.
Fungsi baterai pada kendaraan

Aki Mobil

Accumulator atau aki secara umum merupakan komponen yang berfungsi untuk menyimpan sumber energi listrik melalui proses elektro kimia pada saat pengecharge-an atau pengisian yaitu proses perubahan energi dari energi listrik dirubah menjadi energi kimia dan sebaliknya dari tenaga kimia dirubah menjadi energi listrik pada saat proses penggunaan atau pengosongan baterai.

Arus listrik yany dihasilkan dari baterai adalah arus listrik searah atau arus DC (Alternating Current). Sedangkan tegangan baterai yang digunakan adalah sebesar 12 volt atau 24 volt (tegangan baterai yang paling banyak digunakan pada kendaraan bermotor saat ini).

Fungsi Utama Baterai Pada Kendaraan

Secara garis besar accu memiliki 3 fungsi yang sangat penting bagi kelistrikan di kendaraan, adapun fungsi dari accu atau baterai ini antara lain :

Fungsi Accu Pada saat mesin mati

Pada saat mesin kondisi mati, maka baterai ini berfungsi sebagai sumber tenaga listrik satu-satunya yang berfungsi untuk menghidupkan sistem kelistrikan yang ada pada kendaraan, seperti lampu sein (lampu tanda belok), klakson (horn), indikator yang ada pada dashboard, lampu kota, lampu kepala dan lain sebagainya. Pada saat mesin masih belum hidup, altenator sistem pengisian pada kendaraan masih belum berfungsi.

Fungsi Accu pada saat menghidupkan atau menstart mesin

Pada saat kita melakukan starter menggunakan elektrik starter, baterai juga merupakan satu-satunya sumber listrik yang digunakan untuk menghidupkan atau menjalankan motor starter. Sehingga tanpa baterai sistem starter tidak bisa hidup apalagi mobil-mobil keluaran terbaru sudah menggunankan sistem EFI yang sebagian besar sistem kontrol EFInya bergantung pada tegangan baterai.

Fungsi Accu pada saat mesin sudah hidup

Pada saat mesin sudah hidup, maka altenator sistem pengisian pada kendaraan sudah berfungsi, sehingga baterai sudah tidak lagi menjadi sumber utama penyedia energi listrik. Melainkan pada saat mesin hidup baterai masih  berfungsi sebagai penstabil tegangan dari alternator.

Mengingat kerja altenator kurang stabil dan bergantung dengan putaran altenator, walaupun pada alternator sudah dilengkapi dengan regulator namun masih memerlukan baterai sebagai penstabil tegangan yang nantinya tegangan tersebut dialirkan ke seluruh sistem kelistrikan yang ada pada kendaraan yang membutuhkan.


Fungsi Bagian-Bagian Baterai

Konstruksi dari baterai atau aki biasanya terdiri dari beberapa bagian, diantaranya yaitu: elektrolit, plat positif, plat negatif, separator, sel baterai, penghubung sel, pembatas sel, kotak baterai, tutup baterai dan terminal baterai.

Elektrolit Baterai

Elektrolit baterai merupakan larutan asam sulfat dengan air suling. Berat jenis elektrolit baterai bila terisi penuh yaitu 1,260 atau 1,280 pada suhu elektrolit 20 derajat Celcius. Berat jenis elektrolit baterai bila terisi penuh dapat berbeda-beda, hal ini dikarenakan perbandingan campuran antara asam sulfat dan air suling yang belum tentu sama perbandingannya.

Kotak Baterai

Kotak baterai merupakan bagian yang berfungsi untuk menampung elektrolit dan elemen baterai. Pada baterai, ruangan di dalam kotak baterai dibagi menjadi 6 bagian atau 6 sel.

Plat Baterai

Terdapat 2 buah plat baterai yaitu plat positif dan plat negatif. Bahan yang digunakan untuk membuat plat positif adalah antimoni yang dilapisi dengan lapisan aktif oksida timah (lead dioxide, PbO2) yang memiliki warna cokelat. Sedangkan plat negatif terbuat dari sponge lead (Pb) yang memiliki warna abu-abu.

Separator

Separator atau penyekat merupakan komponen yang berada di dalam kotak baterai. Separator terletak di antara plat positif dan plat negatif. Separator baterai juga berfungsi sebagai pencegah terjadinya hubungan singkat antara plat positif dengan plat negatif.

Sel baterai

Sel baterai atau elemen baterai terdiri dari plat positif dan plat negatif dan diantara kedua plat tersebut dibatasi dengan separator. Sel-sel baterai saling dihubungkan secara seri sehingga jumlah dari sel-sel baterai akan menentukan besar tegangan baterai.

Penghubung sel

Penghubung sel atau cell connector merupakan bagian yang menghubungkan plat-plat yang ada di dalam baterai. Penghubung antara plat negati dan plat positif dihubungkan secara seri.

Pemisah sel

Pemisah sel atau cell partition berfungsi untuk memisahkan tiap-tiap sel yang ada di dalam baterai.

Terminal baterai

Terminal baterai terdiri dua buah terminal yaitu terminal positif dan terminal negatif.

Tutup Baterai

Tutup baterai berfungsi sebagai penutup lubang pengisian elektrolit baterai. Pada tutup baterai terdapat lubang ventilasi untuk keluarnya gas hidrogen yang terbentuk saat proses pengisian berlangsung. Karena jika gas hidrogen tidak dikeluarkan dari dalam baterai maka baterai dapat meledak atau menimal menggelembung.

Demikian ulasan kami tentang fungsi baterai atau accu pada kendaraan, semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi juga artikel pilihan kami berikut ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel