Ini yang Akan Terjadi Jika Sistem Pendingin Terdapat Udara Vacum Ketika Mesin Hidup

Sistem pendingin pada mobil atau kendaraan bernotor merupakan sebuah sistem yang sangat penting fungsinya yaitu untuk menjaga temperatur kerja mesin agar tetap pada kondisi temperature kerja ideal mesin itu sendiri.
Ini yang Akan Terjadi Jika Sistem Pendingin Terdapat Udara Vacum Ketika Mesin Hidup

Sahabat tentu sudah tahu bahwasannya jenis sistem pendingin berdasarkan media pendinginannya dibagi menjadi dua jenis, yaitu sistem pendingin cairan dan sistem pendingin udara.

Sistem pendingin cairan, pengaplikasiannya lebih familiar pada kendaraan-kendaran berkubikasi besar seperti pada mobil, karena dengan sistem pendingin udara dinilai kurang efektif untuk mesin ini.  Bahkan oada sepeda motor dengan kubikasi 150 cc pun baru-baru ini sudah mengaplikasikan sistem pendingin cairan bukan sistem pebdingin udara.

Sistem pendingin air dilengkapi dengan beberapa bagian, diantaranya radiator, reservoir tank, selang tekakan tinggi, water jacket, kipas pendingin, thermostat valve dan water pump.

Salah satu masalah yang akan muncul di dalam sistem pendingin cairan ini adalah terjadinya kevakuman pada sistem pendingin cairan tersebut yang kemungkinan penyebabnya sangat variatif.

Perlu sahabat ketahui bahwa Kevakuman merupak suatu kondisi dimana udara di sekitar lingkungan tertentu kondisinya vacum atau tekanan udaranya dibawah 1 atmosfir.

Penyebab terjadinya kevakuman pada sistem pendingin

Slah satu penyebab kevakuman pada sistem pendingin cairan yaitu kondisi tutup radiator pada bagian vacuum valve mengalami kerusakan ( yang mana keadaan vacuum valve selalu menutup tidak dapat terbuka sebagai mana mestinya). Katub vacum harus membuka ketika terjadi kevacuman pada sistem pendinginan pada saat engine start setelah kondisi panas dengan cara mengalirkan kembali cairan pendingin pada tangki cadangan menuju kedalam sistem pendingin melalui katup vacum yany berada pada tutup radiator sehingga tidak terjadi kevacuman pada sistem pendingin.
Akibat jika terjadi kevacuman pada sistem pendingin

Sahabat otomotif tentu sudah tahu bahwa pada tutup radiator terdapat dua buah katup, yaitu vacuum valve dan pressure valve atau relief valve. Yang mana kedua katup ini akan mengatur sirkulasi cairan pendingin menuju ke tangki cadangan maupun dari tangki cadangan pada sistem pendingin.

Pada saat temperatur air pendingin meningkat seiring waktu mesin menyala, maka tekanan cairan pendingin di dalam sistem pendingin pun juga akan meningkat. Pada tekanan tertentu, pressure valve atau relief valve yang terdapat pada tutup radiator ini akan membuka untuk menghindari terjadinya kerusakan pada bagian-bagian sistem pendingin akibat tekanan yang yang terlalu tinggi. Pada saat pressure valve ini membuka maka cairan pendingin atau coolant didalam radiator akan mengalir menuju tangki cadangan atau reservoir tank.

Sedangkan pada saat temperatur cairan pendingin di dalam sistem pendingin menurun, maka tekanan cairan pendingin di dalam sistem pendingin ini juga akan menurun dan mengalami kevakuman.sehingga vacum valve pada tutup radiator membuka untuk mengatasi kevacuman tersebut dengan cara mengalirkan cairan pendingin pada tangki cadangan ke dalam sistem pendingin melalui vacum valve pada tutup radiator ini.

Jika acuum valve mengalami kerusakan yaitu selalu dalam kondisi menutup, maka tekanan di dalam sistem pebdingin akan terus menjadi vakum. yang tentunya hal ini akan mengakibatkan kinerja sistem pendingin tidak optimal.

Akibat jika terjadi kevakuman pada sistem pendingin

Perlu sahabat pahami bahwa kevakuman pada sistem pendingin ini akan mempengaruhi titik didih cairan pendingin didalam sistem pendingin, semakin tinggi tekanan udara maka titik didih cairan pendingin akan semakin tinggi pula, dan begitu sebaliknya, jika semakin rendah tekanan udara maka titik didih cairan pendingin juga akan semakin rendah.

Jika terjadi kevakuman di dalam sistem pendingin maka akan menyebabkan tekanan udara didalam sistem pendingin yang rendah yang berakibat titik didih cairan pendinginnya rendah pula, hal ini berarti cairan pendingin didalam sistem pendingin akan mendidih pada temperature kurang dari 100 derajat celcius. Sehingga hal ini menyebabkan sistem pendingin tidak dapat bekerja optimal yang akan berujung pada mesin akan terjadi panas yang berlebih atau dikenal dengan istilah over heating.

Dan jika mesin terjadi over heating ini maka akan membuat kerusakan pada komponen-komponen mesin, contohnya seal yang rusak (meleleh) atau bagian yang terbuat dari metal akan memuai terlalu besar.

Oleh karena itu, vacuum valve pada tutup radiator tidak boleh dianggap sepele dan harus dipastikan bekerja dengan baik pada saat melakukan pemeriksaan berkala sistem pendingin. Jika ditemukan kondisi vacuum valve yang tidak baik atau tidak dapat berfungsi maka wajib dilakukan penggantian tutup radiator sistem pendingin ini. 

Sekian ulasan kami tentang Akibat Jika Di dalam Sistem Pendingin Terdapat Udara Vacum Ketika Mesin Hidup, semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi artikel pilihan kami berikut ini. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel