Apa Itu Supercharger dan Bagaimana Cara Kerjanya, Tidak Lebih Unggul Di Bandingkan Turbocharger

Teknologi supercharger memang masih jarang kita dengar di pabrikan otomotif indonesia. Mobil yang banyak beredar di Indonesia masih sangat jarang sekali yang menyematkan teknologi supercharger ini, berbeda halnya dengan teknologi turbocharger yang sudah sangat banyak disematkan pada mobil diindonesia bahkan di dunia, terutama pada mobil bermesin diesel.
Cara kerja turbocharger
Lalu tahukah sahabat otomotif sekalian apa itu teknologi supercharger? Lebih unggul mana antara kedua teknologi supercharger dan turbocharger tersebut? mari kita simak ulasan kami berikut ini.

Fungsi Supercharger

Selayaknya fungsi teknologi turbocharger, teknologi supercharger berfungsi untuk meningkatkan tenaga kendaraan bermotor dengan cara memperbanyak supply udara yang masuk kedalam ruang bakar dengan cara memampatkan udara dengan bantuan sebuah turbin agar kerapatan udara meningkat dan volume udara yang masuk lebih banyak. Sehingga nantinya diperoleh pembakaran bahan bakar dan udara yang optimal.

Cara Kerja Supercharger

Cara kerja supercharger
Cara kerja teknologi supercharger secara garis besar hampir sama dengan cara kerja teknologi turbocharger, yaitu dengan cara mengkompresikan atau memampatkan udara luar dan memasukkannya secara paksa (force induction) ke dalam ruang bakar melalui intake manifold.
Turbocharger vs Supercharger
Gb. Teknologi Turbocharger

Perbedaan yang paling mencolok diantara keduanya yaitu terletak pada sumber tenaga yang digunakan untuk melakukan force induction udara menuju ruang bakar. Dimana teknologi turbocharger menggunakan gas buang pada exhaust manifold untuk menggerakkan turbinnya, sedangkan teknologi supercharger menggunakan tenaga mesin itu sendiri untuk menggerakkan turbin yang digunakan untuk memampatkan udara dan mengalirkannya ke ruang bakar.

Pada teknologi supercharger gerakan crankshaft mesin yang dihasilkan pada saat mesin dihidupkan sebagian akan disalurkan melalui belt ke pulley pada poros supercharger. Putaran pulley yang terhubung pada poros turbin supercharger ini akan menghisap dab memampatkan udara luar sebelum masuk menuju intake manifold. Kemudian udara yang termampatkan ini akan dialirkan menuju ruang bakar sehingga meningkatkan tekanan pembakaran di dalam ruang bakar mesin.

Turbocharger Vs Supercharger

Kelebihan turbocharger

Proses Pemampatan udara dan force induction baik yang dihasilkan oleh teknologi turbocharger maupun supercharger membuat kerapatan udara di ruang bakar meningkat. Peningkatan kerapatan udara ini dikombinasikan dengan suplai bahan bakar yang cukup maka akan menghasilkan output tenaga yang lebih besar pada saat terjadi pembakaran pada ruang bakar dibandingkan dengan Naturally Aspirated.

Berbeda halnya dengan teknologi turbocharger yang membutuhkan tekanan gas buang yang memadai untuk memutar turbinnya, teknologi supercharger menggunakan tenaga mesin itu sendiri untuk memutar turbinya, sehingga teknologi supercharger sudah dapat bekerja dari rpm bawah. Alhasil karakteristik ini membuat supercharger tidak mengalami jeda (turbolag) seperti yang dialami mesin dengan turbocharger sehingga mesin dengan teknologi supercharger dapat di bilang tenaga lebih responsif baik pada saat putaran awal maupun putaran tinggi.

Selain itu mesin dengan teknologi turbocharger ini memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan dengan supercharger karena hanya memanfaatkan tekanan udara dari gas buang untuk mengerakkan turbinnya. Sedangkan pada mesin dengan teknologi supercharger sangat tidak efisien karena menggunakan putaran poros engkol untuk menggerakkan turbinya, maka secara otomatis beban mesin menjadi lebih besar dan konsumsi bahan bakar lebih boros.

Perlu sahabat otomotif ketahui juga bahwasannya turbin pada supercharger hanya bisa berputar hingga 50.000 rpm. Dan jika lebih dari itu maka akan muncul kepulan asap ketika supercharger bekerja, karena pada supercharger biasanya tidak dilengkapi dengan wastegaste system.

Sedangkan Turbin pada teknologi turbocharger sendiri bisa berputar bahkan hingga 250.000 rpm. Dan ini berarti bahwa putaran turbin pada turbo 30 kali lebih cepat daripada mesin mobil sekalipun. Sehingga hal ini membutuhkan sistem pelumasan yang sangat baik. Jika tidak makan poros turbin akan cepat aus. Oleh karena itu sahabat otomotif perlu hati-hati dalam mematikan mesin mobil setelah kendaraan di geber dalam putaran tinggi pada mesin yang menyematkan teknologi turbocharger ini. Untuk keamanan bisasnya pada mesin turbo dipasang juga alat berupa turbo timer sebagai pengaman agar turbo tidak cepat rusak. 

Secara garis besar mesin dengan teknologi turbocharger membangkitkan tenaga mesin secara eksponensial. Yang artinya, input throttle tidak secara langsung sesuai dengan keluaran mesin, melainkan pada saat putaran bawah bakal terjadi gejala turbo lag atau jeda tenaga saat pedal gas diinjak, hal ini dikarenakan gaya hembusan gas buang yang akan dimanfaatkan oleh turbin masih kecil yang akhirnya tarikan gas mobil akan terasa lemot atau kurang responsip pada saat putaran awal.

Ketika putaran mesin naik maka hembusan gas buang yang dihasilkan juga akan semakin membesar, pada saat inilah turbo akan bekerja secara optimal untuk meningkatkan tenaga mesin kendaraan. Selain itu, turbin pada teknologi turbocharger yang terkena gas buang akan menjadi lebih cepat panas, dan mengakibatkan udara yang masuk menjadi panas pula. Sehingga biasanya digunakan intercooler untuk mendinginkan udara yang telah dimampatkan sebelum disalurkan menuju ruang bakar.

Selain hal tersebut diatas, perlu sahabat otomotif ketahui bahwasannya mesin dengan teknologi turbocharger ini memiliki konstruksi yang sederhana, seperti rumah turbo, turbin, poros dan wastegate. Sedangkan mesin dengab teknologi supercharger sedikit lebih rumit karena ada penambahan pulley, drive belt, gear, poros dan turbin. Sehingga jika dilihat dari tonase keduanya, maka teknologi supercharger memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan teknologi turbocharger.

Demikian ulasan kami tentang Apa Itu Supercharger dan Bagaimana Cara Kerjanya, Tidak Lebih Unggul Di Bandingkan Turbocharger, Semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi juga artikel menarik kami berikut ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel