Jawaban Soal Sistem Rem Teknik Kendaraan Ringan

22.28
Jawaban Soal Sistem Rem,- Kali ini admin akan mencoba posting tentang jawaban soal sistem rem pada program keahlian teknik kendaraan ringan, sebagai bahan evaluasi tentang kompetensi sistem rem, oke langsung saja berikut jawaban atas 10 butir soal uraian sistem rem yang tempo lalu kami posting:

1. Fungsi Sistem Rem Pada Kendaraan Bermotor:
  # Mengurangi atau memperlambat kecepatan dan laju kendaraan.
  # Menghentikan laju kendaraan bermotor.
 # Memungkinkan kendaraan parkir di area yang menurun atau tidak rata.
 #Sebagai alat pengaman dalam pengendaraan kendaraan bermotor
 2. Dasar Yang Digunakan Pada Prinsip Kerja System Rem
Prinsip Kerja Sistem Rem Berdasarkan hukum Pascal yang berbunyi : “ jika suatu bejana tertutup dialiri fluida cair yang bertekanan maka tekanannya tersebut akan diteruskan kesegala arah dengan besar tekanan yang sama besar”.

3. Jenis system rem pada kendaraan bermotor:
Jenis Sistem Rem

4.  Komponen mekanisme kerja system rem pada kendaraan bermotor:
# Pedal Rem : Meneruskan gaya pengereman pengemudi berupa gerak mekanik menuju master silinder rem.
# Booster Rem : Untuk melipat gandakan daya penekanan pedal, sehingga daya pengereman menjadi lebih besar.
# Master Silinder : Merubah tekanan mekanis pada pedal rem menjadi tekanan hidrolis pada saat proses pengereman.
# Saluran Sistem rem : Sebagai saluran minyak rem dari master silinder ke silinder roda aatau sebaliknya.
# Katup Pengimbang (Proportioning Valve) : Menurunkan Tekanan hidrolis pada silinder roda belakang sehingga daya pengereman pada roda belakang akan berkurang untuk mencegah terjadinya selip atau rem belakang mengunci.

5.   Perbedaan pipa hidraulis konvensional dengan pipa hidraulis diagonal pada system rem 
a.     Pipa Hidrolis konvensional :
Saluran system rem dengan konstruksi : satu saluran system hidrolis untuk roda depan kanan dan kiri dan satu saluran hidrolis untuk roda belakang kanan dan kiri.
Digunakana pada kendaraan dengan jensi penggerak roda belakang (FR)
Saluran Pipa Konvensional pada sistem rem

b.     Pipa Hidrolis diagonal:
Saluran system rem dengan konstruksi : satu saluran system hidrolis untuk roda depan kanan dan roda belakang kiri dan satu saluran hidrolis untuk roda depan kiri dan roda belakang Kanan.
Digunakana pada kendaraan dengan jensi penggerak roda Depan (FF)
Saluran Pipa Diagonal pada sistem rem

6. Katup Pengimbang : Menurunkan Tekanan hidrolis pada silinder roda belakang sehingga daya pengereman pada roda belakang akan berkurang untuk mencegah terjadinya selip atau rem belakang mengunci.
Alasan perlunya katup pengimbang ini :
Kedaraan dengan konstruksi mesin dididepan, beban kendaraan didepan akan lebih berat dibandingkan dengan beban dibagian belakang, Ketika kendaraan tersebut direm, maka titik pusat grafitasi akan pindah ke depan (bergerak maju) karena adanya gaya inertia dan karena adanya beban yang besar menyatu pada bagian depan kendaraan, jika daya pengereman keempat roda kendaraan tersebut sama , maka akan menyebabkan roda belakang cenderung terkunci(yang dapat menyebabkan roda belakang slip), dengan terkuncinya roda belakang ini, maka gesekan roda belakang dengan permukaan jalan akan menurun ( roda belakang seperti ekor ikan yang bergerak kekanan dan kekiri dan sukar untuk dikendalikan) dan hal ini sangatlah berbahaya sehingga diperlukan katup pengimbang untuk mengurangi tekanan hidrolis pada silinder roda belakang sehingga tidak terkunci.

otospeedcar.com

7.  Leading shoe: Sepatu rem yang cenderung melengket atau menempel pada tromol rem dan ikut berputar bersama dengan tromol rem, leading shoe memiliki daya pengereman yang lebih kuat dibandingkan trailing shoe, serta leading shoe cenderung lebih cepat habis.
Trailing Shoe : Sepatu rem yang cenderung terdorong kedalam oleh tromol rem dan cenderung mengembang keluar, trailing shoe memiliki daya pengereman yang lebih lemah dibandingkan leading shoe, serta trailing shoe cenderung lebih awet.

8.     Exhaust Brake
Exhaust brake adalah salah satu cara melakukan prose pengereman yang dilakukan dengan memanfaatkan gas buang yang dimampatkan didalam ruang bakar sehingga tekanan didalam ruang bakar menjadi besar. Besarnya tekanan inilah yang nantinya membuat piston menjadi sedikit tertahan pada saat piston bekerja naik turun dan berakibat melambatnya  putaran mesin. Cara memampatkan gas buang ini dilakukan dengan cara menutup saluran exhaust atau saluran gas buang, sehingga sisa gas buang tetap berada didalam mesin.

9.     Engine Brake
Pengereman kendaraan bermotor yang dilakukan dengan cara menurunkan kecepatan kendaraan dengan memimndah gigi transmisi pada gigi yang lebih rendah sehingga diperoleh reaksi pengereman yang ditimbulkan oleh tahanan putaran dari mesin itu sendiri.

10.  Karakteristik Rem Tromol:
 # Radiasi panas kurang baik dibandingkan rem cakram.
 # Membutuhkan tenaga hidraulis yang lebih kecil.
 # Self energizing lebih besar dibandingkan rem cakram.
 # Konstruksi lebih rumit dibandingkan rem cakram.
 # Perawatan lebih sulit dibandingkan rem cakram.
 # Kurang responsive dibandingkan rem cakram

Demikian Jawab soal sistem rem teknik kendaraan ringan, jangan lupa kunjungi posting kami berikut tentang Contoh soal sistem rem teknik kendaraan ringan.
Previous
Next Post »

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km,- Sebagai pemilik mobil kita wajib  mengetahui cara atau prosedure merawat dan menjaga mobil kita. ...