Rangkaian Seri Dan Rangkain Paralel Pada Baterai, Disertai Cara penghitungan Tegangannya

Rangkaian Seri dan Paralel pada Baterai- Untuk menghidupkan mesin mobil, terdapat komponen yang sangat vital yang bertugas untuk menyediakan energi untuk memutar dinamo starter dan kemudian menjalankan siklus mesin. Komponen ini adalah ACCU atau Baterai, atau yang lebih dikenal sebagai aki. Aki merupakan komponen bagi kendaraan yang berperan untuk menyediakan dan menyimpan daya listrik untuk semua kebutuhan energi listrik pada mobil, mulai dari dinamo starter, lampu-lampu hingga sistem elektrik mobil. Sehingga komponen ini menjadi vital untuk diperhatikan guna menjamin kenyamanan saat berkendaraan.

Pada dasarnya, Baterai dapat dirangkai secara Seri maupun Paralel. Tetapi hasil Output dari kedua Rangkaian tersebut akan berbeda. Rangkaian Seri Baterai akan meningkatkan Tegangan (Voltage) Output Baterai, sedangkan output Arus Listriknya (Ampere) tetap sama. Hal ini tentunya Berbeda dengan Rangkaian Paralel Baterai yang akan meningkatkan output Arus Listriknya (Ampere), akan tetapi Tegangan (Voltage) Outputnya tetap sama. Untuk lebih jelas, mari kita melihat Rangkaian Seri dan Paralel Baterai di bawah ini :

Rangkaian Seri Baterai


Dari Gambar Rangkaian Seri Baterai diatas, 2 buah baterai masing-masing menghasilkan Current atau kapasitas arus listrik (Ampere) yang sama seperti Arus Listrik pada 1 buah baterai, tetapi Tegangannya yang dihasilkan menjadi 2 kali lipat dari Tegangan 1 buah baterai. Yang dimaksud dengan Tegangan dalam Elektronika atau kelistrikan adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam Rangkaian Listrik yang dinyatakan dengan satuan VOLT.

Seperti yang digambarkan pada Rangkaian Seri Baterai diatas, 2 buah Baterai yang masing-masing bertegangan 12 Volt dan 45 Ampere jam (Ah) akan menghasilkan 24 Volt Tegangan  tetapi kapasitas arus Listriknya tetap yaitu 45 Ampere jam (Ah).

Rangkaian Paralel Baterai


Gambar yang kedua merupakan Rangkaian Paralel yang terdiri dari 2 buah Baterai. Tegangan yang dihasilkan dari Rangkaian Paralel adalah sama yaitu 12 Volt tetapi Current atau kapasitas arus listrik yang dihasilkan adalah 90 Ampere jam (Ah) yaitu total dari semua kapasitas arus listrik pada Baterai yang dirangkai scara paralel tersebut.

Arti Kode Ah (Amper Hours)  Pada Baterai


Kapasitas sebuah Baterai biasanya diukur dengan satu Ah (Amper Hours). Jadi apa yang dimaksud dengan Ah ini ? AH adalah singkatan dari Ampere Hours, Makin tinggi Ah-nya makin tinggi pula kapasitasnya. Pada dasarnya AH (ampere Hours) dalam Baterai menyatakan kemampuan Baterai dalam menyediakan energinya selama satu jam.

Contoh :
Sebuah peralatan kelistrikan mobil yang digunakan memerlukan 10 A setiap jamnya. Jika kita memakai Baterai yang memiliki kapasitas 45 Ah maka Baterai tersebut mampu menyediakan energi untuk peralatan Elektronik tersebut selama 4,5 Jam. Jika kita menghubungkan 2 buah Baterai 45 Ah secara paralel yang dapat menghasilkan 90 Ah maka gabungan paralel 2 buah Baterai tersebut akan mampu menyediakan energi kepada peralatan kelistrikan mobil yang kita gunakan tersebut selama 9 jam.

Sekian posting kami tentang Rangkaian Seri dan Paralel Baterai, semoga bermanfaat, jangan lupa kunjungi juga posting kami berikut ini: Istilah - Istilah Dasar yang Harus Kalian Ketahui Ketika Belajar TentangIlmu Kelistrikan


Previous
Next Post »