Lampu DRL (Daytime Running Light), Fungsi,Jenis Dan Cara Kerjanya

Lampu DRL (Daytime Running Light), Fungsi,Jenis Dan Cara Kerjanya,- Sistem penerangan atau lighting system pada mobil terdiri dari lampu kepala atau headlamp, lampu rem atau stop lamp serta lampu aksesoris atau instrument panel.

Pada sebuah lampu kepala terdapat beberapa jenis lampu yaitu lampu dekat atau low beam, lampu jauh atau high beam, Pass beam atau lampu tembak dan DRL (Daytime Running Light). 
Kali ini kami akan mengulas tentang DRL atau Daytime Running Light, DRL berfungsi untuk memberikan penerangan di saat siang hari (sesuai dengan PPeraturan perundang- undangan Pasal 107 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) dengan harapan dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas dalam berkendaraan bermotor.  

Dalam perkembangannya, lampu DRL mengalami beberapa inovasi. Mulai dari menggunakan bolam sebagai pencahayaannya sampai yang menggunakan LED DRL. Karena selain lebih sporty lampu LED disinyalir juga dapat menekan penggunaan energi hingga 5 sampai 10 watt.

Cara Kerja Lampu DRL (Daytime Running Light) Pada Mobil:

Secara garis besar ditinjau dari segi jenis dan cara pengontrolnya Sistem Lampu DRL dibagi menjadi 3 tipe, yaitu:

1. Cara Kerja DRL Tipe Kontrol Manual

DRL dengan Kontrol manual menggunakan switch atau saklar DRL yang biasanya terletak didalam saklar kombinasi headlamp. Cara kerjanya yaitu ketika saklar di ON kan, maka arus listrik akan mengalir dari baterai ke sistem penerangan (Arus listrik akan melewati fuse, relay DRL terminal 85 menuju terminal 86 sehingga Relay aktif dan arus akan mengalir dari baterai ke relay melalui terminal 30 menuju terminal 87 kemudian tersambung ke masa melalui lampu DRL sehingga lampu DRL ON dan lampu menyala. Tipe kontrol ini lebih sederhana  dibandingkan tipe yang lain karena tidak menyertakan sinyal dari beberapa komponen kelistrikan pada sistemnya.

2. Cara Kerja DRL Tipe Kontrol Ignition


Tipe DRL ini termasuk dalam tipe auto headlamp, dimana lampu DRL akan otomatis menyala saat kunci kontak berada pada posisi ON atau Ignition ON.

Cara kerjanya, saat kunci kontak berada pada posisi ON arus listrik akan mengalir ke relay utama dan menghidupkan beberapa control module. Arus listrik juga mengalir ke ECU sebagai sinyal IG ON, sinyal itu akan dijadikan ECM sebagai acuan untuk menyalakan lampu DRL.
Pada tipe ini terdapat switch pada saklar kombinasi yang digunakan untuk menonaktifkan lampu DRL. Sehingga lampu ini akan otomatis menyala saat kunci kontak ON akan tetapi jika diperlukan dapat dinonaktifkan secara manual melalui switch yang ada. Saat lampu DRL masih menyala dan kunci kontak dikembalikan ke posisi OFF, lampu ini akan tetap menyala dalam jangka waktu tertentu (30 sampai 60 detik).

3. Cara Kerja DRL Tipe Kontrol Starter

Tipe kontrol yang ketiga akan menyala saat mesin berputar atau hidup. Tipe ini termasuk jenis auto headlamp sama seperti kontrol ignition akantetapi memiliki rangkaian kelistrikan yang lebih rumit.

Sinyal untuk menyalakan lampu DRL diperoleh dari sensor CKP dan sensor CMP yang akan mengirimkan sinyal PWM ke ECU saat engine hidup. Sinyal ini akan dijadikan sebagai acuan untuk menyalakan lampu DRL.

Pada saat proses engine start sebelum mesin menyala lampu ini masih mati sedangkan harusnya sensor mengirimkan sinyal PWM saat mesin berputar. Hal ini disebabkan karena adanya sistem CUT OFF pada sirkuit kelistrikannya (proses mengkonsentrasikan seluruh tegangan listrik pada baterai untuk memutar motor starter dengan memotong arus listrik yang mengalir keseluruh rangkaian lainnya. 

Itulah pembahasan mengenai cara kerja lampu DRL pada kendaraan. Semoga bisa menambah wawasan kita dalam dunia otomotif.agar kami dapat selalu menghasilkan artikel yang berkualitas, silahkan kunjungi ulasan berikut ini:
Previous
Next Post »