Fungsi Dan Cara Kerja Komponen Injeksi Pada Sepeda Motor

15.32
Sistem injeksi memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan non-injeksi,  karena pada sistem injeksi proses percampuran udara dan bahan bakar takarannya selalu akurat. Sejak 2012 semua pabrikan sepeda motor beralih dari sistem karburator menjadi sistem injeksi untuk mengejar standar EURO 3.

Kehadiran teknologi ini di satu sisi menawarkan tingkat efisiensi yang optimal sedangkan Di sisi lain merupakan tantangan baru bagi para mekanik untuk lebih memahami cara kerjanya serta prosedur dan cara perawatannya agar tidak gulung tikar di masa yang akan datang.

Komponen sistem injeksi pada sepeda motot terdiri dari beberapa sensor, seperti MAP (Manifold Absolute Pressure) sensor, TP (Throttle Position) sensor, IAT (Intake Air Temperature) sensor, bank angle sensor, EOT (Engine Oil Temperature) sensor, dan sensor-sensor lainnya. Pada sistem ini juga terdapat ECU (Electronic Control Unit) atau ECM dan komponenkomponen tambahan seperti alternator (magnet) dan regulator/rectifier yang mensuplai dan mengatur tegangan listrik ke ECU, baterai dan komponen lain. Pada sistem ini juga terdapat DLC (Data Link Connector) yaitu semacam soket yang dihubungkan dengan engine scanner untuk mecari sumber kerusakan komponen atau trouble pada sistem injeksi. 

Gb. Rangkaian Sistem Injeksi Pada Sepeda Motor

Fungsi Dan Cara Kerja Komponen Sistem Injeksi Sepeda Motor

A. ECU/ECM (Elektronik Control Unit atau Elektronik Control Module)
Komponen ini berfungsi untuk menerima dan menghitung seluruh informasi/data yang diterima dari setiap sinyal sensor yang ada sesuai dengan kondisi mesin. Informasi yang diperoleh dari sensor antara lain berupa informasi tentang suhu udara, suhu oli mesin, suhu air pendingin, tekanan atau jumlah udara masuk, posisi katup throttle/katup gas, putaran mesin, posisi poros engkol, dan informasi yang lainnya. Pada umumnya sensor bekerja pada tegangan antara 0 volt sampai 5 volt. Selanjutnya ECM menggunakan informasi-informasi yang telah diolah tersebut untuk menghitung dan menentukan waktu dan lamanya injektor menyemprotkan bahan bakar dengan mengirimkan tegangan listrik ke solenoid injektor. Pada beberapa mesin yang sudah lebih sempurna, disamping mengontrol injektor, ECU/ECM juga bisa mengontrol sistem pengapian.

B. MAP (Manifold absolute pressure) sensor
Komponen ini berfungsi untuk memberikan sinyal ke ECM berupa informasi tekanan udara yang masuk ke intake manifold. Selain tipe MAP sensor, pendeteksian udara yang masuk ke intake manifold bisa dalam bentuk jumlah maupun berat udara. Jika jumlah udara yang dideteksi ,dinamakan air flow meter, sedangkan jika berat udara yang dideteksi,sensornya disebut air mass sensor.

Gb.  Throttlr Body dengan IAT, MAP dan TP Sensor
C. IAT (Engine air temperature) sensor
Sensor ini memiliki fungsi untuk memberikan sinyal ke ECM berupa informasi suhu udara yang masuk ke intake manifold. Tegangan referensi/suplai 5 Volt dari ECM selanjutnya akan berubah menjadi tegangan sinyal yang nilainya dipengaruhi oleh suhu udara masuk.

D. TP (Throttle Position) sensor
Berfungsi untuk memberikan sinyal ke ECM berupa informasi (deteksi) tentang posisi katup throttle/katup gas. Generasi yang lebih baru dari sensor ini tidak hanya terdiri dari kontak-kontak yang mendeteksi posisi idel/langsam dan posisi beban penuh, akan tetapi sudah merupakan potensiometer (variable resistor) dan dapat memberikan sinyal ke ECM pada setiap keadaan beban mesin. Konstruksi generasi terakhir dari sensor posisi katup gas sudah full elektronis, karena yang menggerakkan katup gas adalah elektromesin yang dikendalikan oleh ECM tanpa kabel gas yang terhubung dengan pedal gas atau disebut dengan istilah Throttle by wire (TBW). Generasi terbaru ini memungkinkan pengontrolan emisi/gas buang lebih bersih karena pedal gas yang digerakkan hanyalah memberikan sinyal tegangan ke ECM dan pembukaan serta penutupan katup gas juga dilakukan oleh ECM secara elektronik. 

E. Engine oil temperature (EOT) sensor
Sensor ini berfungsi untuk memberikan sinyal ke ECM berupa informasi suhu oli mesin.

F. Bank angle sensor (BAS) 
Berfungsi untuk menberikan informasi sudut kemiringan kendaraan. Pada sepeda motor yang menggunakan sistem injeksi biasanya dilengkapi dengan bank angle sensor yang bertujuan untuk pengaman saat kendaraan terjatuh dengan sudut kemiringan 55 derajat. Sehingga pada saat tersebut ECM akan mematikan sistem bahan bakar (Pompa bahan bakar dan Injektor) serta mematikan sistem pengapian. 

Gb. BAS sensor dan Posisi Kemiringan Sepeda Motor
Informasi yang dikirim oleh bank angle sensor ke ECM pada saat sepeda motor terjatuh dengan sudut kemiringan yang telah ditentukan akan membuat ECM memberikan perintah untuk mematikan (meng-OFF-kan) injektor, koil pengapian, dan pompa bahan bakar. Sehingga kemungkinan terjadinya kebakaran sepeda motor yang disebabkan adanya bahan bakar yang tercecer atau tumpah akan kecil terjadi karena sistem pengapian dan sistem bahan bakar langsung dihentikan walaupun kunci kontak masih dalam posisi ON.

Bank angle sensor akan mendeteksi setiap sudut kemiringan sepeda motor. Jika sudut kemiringan masih di bawah limit yang ditentukan, maka informasi yang dikirim ke ECM tidak sampai membuat ECM meng-OFF-kan ketiga komponen di atas. Bagaimana dengan sepeda motor yang sedang menikung/berbelok? Jika sepeda motor sedang dijalankan pada posisi menikung (walau kemiringannya melebihi 55 derajat ), ECM tidak akan meng-OFFkan ketiga komponen tersebut karena pada saat sepeda motor menikung terdapat gaya centrifugal yang membuat sudut kemiringan pendulum didalam bank angle sensor tidak sama dengan sudut kemiringan sepeda motor.

Gb.  Posisi BAS Sensor pada saat menikung dan saat terjatuh

Sehingga meskipun sudut kemiringan sepeda motor sudah mencapai 55 derajat , tapi dalam kenyataannya sinyal yang dikirim ke ECM masih mengindikasikan bahwa sudut kemiringannya masih di bawah 55 derajat sehingga ECM tidak akan mengOFF-kan ketiga komponen tersebut.

G. Camshaft position sensor (CMP sensor)
Berfungsi untuk mendeteksi posisi poros nok sepeda motor agar saat pengapiannya bisa diketahui.

H. Crankshaft position sensor (CKP sensor) 
Berfungsi untuk mendeteksi putaran poros engkol sepeda motor agar diketahui posisi piston pada TMA (titik mati atas)  atau TMB (titik mati bawah). 

I. Water temperature sensor (WTS sensor)
Berfungsi untuk mendeteksi air pendingin di mesin, Namun demikian sepeda motor yang dilengkapi sensor ini biasanya tidak dilengkapi dengan sensor EOT. 

Baca juga: Fungsi Dan Cara Kerja Komponen Sistem Bahan Bakar EFI Sepeda Motor

Demikian artikel tentang fungsi komponen sistem injeksi pada sepeda motor, semoga menambah wawasan tentang dunia otomotif, agar kami dapat selalu menyajikan artikel terbaik, kunjungi juga ulasan berikut ini. 
Previous
Next Post »

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km,- Sebagai pemilik mobil kita wajib  mengetahui cara atau prosedure merawat dan menjaga mobil kita. ...