Fungsi Dan Cara Kerja Injektor Pada Sistem Bahan Bakar EFI

14.30
Fungsi Dan Cara Kerja Injektor Pada Sistem Bahan Bakar EFI,- sistem bahan bakar injeksi atau EFI (Electronic Fuel Injection) merupakan perkembangan dari kendaraan dengan sistem bahan bakar konvensional atau karburator.

Fungsi Injektor

Injektor berfungsi untuk menginjeksikan bahan bakar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mesin pada waktu yang tepat yang dikontrol secara elektronik oleh ECU.

Banyak sedikitnya penginjeksian bahan bakar diatur oleh lamanya injektor membuka atau sering disebut dengan durasi penginjeksian. Injektor dapat bekerja apabila mendapatkan signal tegangan dari ECU (Electronic Control Unit).

Cara kerja injektor

Pada mobil dengan sistem bahan bakar injeksi terdapat beberapa sensor pendukung untuk mendeteksi kondisi kerja mesin dan terdapat ECU (Elektronik Control Modul)  sebagai pengolah data dan pengontrol kerja dari aktuator yang salah satu aktuator yang terdapat pada mobil injeksi adalah injektor.

ECU akan menerima berbagai input data dari sensor-sensor yang ada pada sistem EFI (seperti sensor TPS, sensor IATS, sensor MAP dan lain sebagainya) yang nantinya dijadikan sebagai dasar oleh ECU untuk mengontrol kinerja mesin (salah satunya sebagai dasar untuk  mengontrol durasi penginjeksian bahan bakar oleh Injektor) 

Data-data yang terkumpul akan diolah dan dikalkulasikan oleh ECU yang kemudian ECU akan mengirimkan signal tegangan ke injektor.


Ketika injektor mendapatkan signal tegangan, maka injektor akan membuka dan bahan bakar yang bertekanan akan diinjeksikan ke ruang bakar atau ke intake manifold tergantung dari tipe mesin injeksi yang diusung oleh mobil tersebut.

Membuka dan menutupnya injektor terjadi karena ada tidaknya tegangan listrik yang menuju ke konektor pada injektor. Perhatikan gambar berikut ini :
Gambar Injektor pada sistem bahan bakar EFI
Apabila ada tegangan listrik dari ECU ke konektor injektor maka akan terjadi kemagnetan pada kumparan solenoid yang terdapat di dalam injektor.

Magnet yang terjadi tersebut akan menarik plunger naik ke atas melawan tekanan pegas atau valve spring sehingga akan membuka saluran (nozzel).

Selanjutnya bahan bakar yang betekanan akan masuk ke dalam injektor melalui saluran masuk injektor kemudian melewati saringan (fuel filter pada injektor) dan kemudian keluar dari ujung nozzel sehingga akan terjadi penginjeksian bahan bakar ke dalam ruang bakar. 

Pada saat tegangan listrik diputus atau tidak dialirkan ke injektor maka magnet yang terjadi pada kumparan solenoid akan hilang dan plunger akan turun ke bawah akibat tekanan pegas atau valve spring. Pada saat ini nozzel akan menutup sehingga penginjeksian bahan bakar dihentikan.

Seberapa Lama dan seberapa cepatnya ECU mengirimkan signal tegangan ke injektor  inilah yang akan mempengaruhi lamanya atau cepatnya injektor membuka atau sering disebut dengan istilah durasi penginjeksian. 

Semakin lama kemagnetan yang terbentuk didalam solenoid injektro maka akan semakin lama juga injektor membuka serta berimbas pada bahan bakar yang diinjeksikan akan semakin banyak pula, dan Semakin cepat kemagnetan yang terbentuk didalam solenoid injektro maka akan semakin cepat injektor membuka serta berimbas pada bahan bakar yang diinjeksikan semakin sedikit.

Demikian artikel tentang fungsi dan cara kerja injektor pada sistem injeksi, semoga dapat menambah wawasan tentang ilmu otomotif, kunjungi juga ulasan berikut ini. 
Previous
Next Post »

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km,- Sebagai pemilik mobil kita wajib  mengetahui cara atau prosedure merawat dan menjaga mobil kita. ...