Kelebihan Teknologi VVT-i Dan Dual VVT-i Pada Mobil

10.41
Kelebihan Teknologi VVT-i Dan Dual VVT-i Pada Mobil,- Mesin dengan teknologi VVT-i (Variable Valve Timing with intelligence) merupakan gebrakan pabrikan toyota yang pertama diterapkan pada tahun 1991-an dengan nama VVT pada mesin Toyota 4A-GE dengan 5 silinder. VVT-i merupakan pengganti dan sekaligus sebagi penyempurna teknologi VVT yang sebelumnya sudah ada. Mesin 4A-GE ini sudah dipakai di sebagian besar mobil Toyota dan diklaim membuat mesin semakin efisien dan bertenaga, ramah lingkungan serta hemat bahan bakar.

Teknologi VVT-i pertama kali hadir di Indonesia tahun 2001-an. Mobil Toyota dengan teknologi VVT-i pertama kali hadir di Indonesia adalah Toyota Previa ( tahun 2001-an), Toyota RAV4 (tahun 2001-an), Toyota Camry (tahun 2002-an), Toyota Vios (tahum 2003-an), Toyota Corolla Altis (tahun 2004-an), Toyota Kijang Innova (tahun 2004-an), Toyota Avanza S VVT-i (tahun 2005-an), Toyota Fortuner (tahun 2005-an) dan Toyota Yaris (tahun 2006-an).

A. Pengertian Teknologi VVT-i

VVT-I Merupakan Singkatan dari Variable Valve Timming Intelegent, yang artinya mekanisme pengubahan timming atau waktu pembukaan katup atau klep mesin.

Timming atau waktu kapan katup membuka atau opened ditentukan saat piston berada pada langkah hisap dan langkah buang. Tapi perlu diketahui bahwasannya katup intake atau katup hisap tidak terbuka tepat pada saat piston langkah hisap (saat piston bergerak dari TMA ke TMB). Akan tetapi Katup intake ini, akan mulai merbuka saat akhir langkah buang (saat piston masih bergerak keatas) dimana katup buang juga masih sedikit terbuka (saat ini dinamakan overlapping katup). 

Overlapping katup bertujuan agar tidak ada kevakuman ata keterlambatan supply campuran bahan bakar dan udara saat nantinya piston bergerak kebawah dari TMA ke TMB saat langkah Isap. Kita tahu bahwa gerakan piston itu sangat cepat, sehingga kalau pembukaan katup intake dipaskan pada saat piston di TMA (saat mulai bergerak kebawah) maka akan timbul kevakuman yang nantinya akan menghambat RPM mesin.

Saat mesin digas,putaran mesin juga akan semakin naik, sehingga berakibat gerakan piston juga akan semakin cepat. Hal ini dapat menyebabkan kevakuman atau keterlambatan supply bahan bakar Sehingg kendaraanpun akan sedikit tersendat RPMnya. 

Teknologi VVT-i inilah yang membuat katup terbuka lebih awal lagi ketika RPM mesin tinggi. Hal ini akan membuat aliran campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder lebih lancar karena katup akan terbuka lebih lebar saat piston bergerak ke bawah pada saat langkah hisap. Sehingga, tidak akan terjadi lagi kevakuman atau keterlambatan supply campuran udara dan bahan bakar yang dapat menghambat performa kendaraan.

B. Kelebihan Teknologi VVT-i

  • Top speed mesin yang dicapai lebih tinggi
  • Tarikan mesin lebih enteng (akselerasi meningkat)
  • Lebih efisien
  • Emisi gas buang lebih ramah lingkungan

C. Prinsip Kerja Teknologi VVT-i

Teknologi ini bekerja bedasarkan prinsip pengubahan sudut cam (noken as) untuk membuat katup lebih cepat terbuka. Camshaft atau poros nok pada VVT-i berbeda dengan camshaft mobil non VVT-i, camshaft pada VVT-I memiliki desain cam dan sprocket gear yang terpisah.

Sprocket gear pada teknologi VVT-i merupakan roda gigi yang terletak diujung camshaft yang memiliki fungsi untuk menerima putaran dari timming chain. Didalam sprocet gear ini, terdapat mekanisme yang memungkinkan camshaft diputar kekanan dan kekiri dengan sudut putar kira-kira 5 derajat tanpa menyebabkan sprocket gear berputar.

Saat mesin berputar pada RPM bawah, maka posisi camshaft pada sudut normal. Seiring dengan bertambahnya RPM mesin, maka posisi camshaft akan semakin maju, sehingga berakibat pada timming atau waktu pembukaan katup menjadi lebih awal dari normalnya. 

Teknologi VVT-i menggunakan tekanan oli untuk memajukan saat pengapiannya,  dimana semakin tinggi RPM mesin semakin tinggi pula tekanan olinya. Ketika Semakin tinggi tekanan oli, maka akan semakin kuat gaya dorong oli tersebut untuk mendorong camshaft agar lebih maju untuk membuka katub lebih awal. 

D. Perbedaan Teknologi VVT-i Dengan Teknologi Dual VVT-i

Pada dasarnya antara teknologi VVT-i dan teknologi Dual VVT-I itu sama, perbedaannya yaitu teknologi VVT-i hanya digunakan pada mesin dengan tipe SOHC (single overhead camshaft) atau mesin dengan camshaft tunggal dengan katup yang diajukan timmingnya hanya pada katup intake,  jika teknolog ini  diterapkan pada mesin tipe DOHC (double overhead camshaft), maka hanya pada intake camshaft yang memiliki mekanisme VVT-i, sedangkan exhaust camshaft masih menggunakan mekanisme konvenional.

Sedangkan teknologi Dual VVT-i, terletak pada mesin dengan tipe DOHC dimana baik intake camshaft dan Exhaust camshaft memiliki mekanisme VVT-i, ini artinya dalam satu mesin terdapat dua buah aktuator VVT-i yang bekerja secara independen untuk memajukan timing pembukaan katup intake maupun katup ehxaust. Sehingga teknologi ini disebut sebagai dual karena jumlahnya sepasang.

Selain VVT-i pada Toyota, Suzuki juga punya teknologi yang sama dengan namanya VVT (Variable Valve Timming), sementara pada Honda disebut teknologi VTEC (Variable Valve Timming and Lift Electronic Control) Kalau VTEC memang memiliki perbedaan prinsip kerja, karena pada VTEC ada dua buah cam untuk melayani satu katup. Dimana dua cam tersebut memiliki timming yang berbeda, untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi artike kami tentang prinsi kerja dan Komponen pada teknologi VTEC besutan pabrikan Honda. 

Baca juga: Fungsi Dan Cara Kerja Teknologi Turbocharger Pada Mobil

Demikian artikel tentang teknologi VVT-i dan dan teknologi Dual VVT-i besutan pabrikan toyota, semoga dapat menambah wawasan kita tentang otomotif, jangan lupa kunjungi juga ulasan berikut ini. 
Previous
Next Post »

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km

Panduan Service Berkala Mobil 40.000 Km,- Sebagai pemilik mobil kita wajib  mengetahui cara atau prosedure merawat dan menjaga mobil kita. ...