Cara Mengidentifikasikan Gejala Kerusakan Pada Kopling Mobil

Cara Mengidentifikasikan Gejala Kerusakan Pada Kopling Mobil,- System kopling adalah salah satu sistem pada kendaraan yang keberadaannya sangat penting pada mobil memiliki fungsi sebagai perantara pemindah tenaga dari mesin ke transmisi pada kendaraan. Kopling ada pada setiap kendaraan bermotor yang memiliki transmisi dan dapat bergerak, baik itu sepeda motor maupun mobil.
Gejala kerusakan pada sistem kopling
Gb. Ilustrasi mengidentifikasikan kerusakan sistem kopling
Kopling bukanlah terdiri dari 1 bagian, namun terdiri dari beberapa bagian yang saling terpaut satu sama lain. Bagian-bagian tersebut adalah Clutch Cover, Kampas Kopling, Fork Kopling dan Release Bearing.

Plat kopling atau kanvas kopling adalah salah satu komponen di mobil yang akan mengalami keausan seiring pemakaian. Plat kopling selalu bersinggungan dengan pressure clutch dan flywheel sehingga komponen-komponen tersebut dapat mengalami berbagai macam kerusakan yang diakibatkan oleh panas yang dihasilkan oleh pergesekan antar komponen.

Plat kopling yang masih dalam kondisi bagus pun terkadang bisa tidak berfungsi dengan maksimal karena beberapa hal berikut:
  • Plat kopling terkena oli
  • Saluran hidrolik atau kabel kopling mengalami kerusakan
  • Keausan pada pilot bearing dan release fork.
Berikut ini akan kami ungkap beberapa gangguang yang sering muncul pada sistem mobil,  diantaranya: Kopling selip, Koling gemertak,  kopling bunyi,  kopling tidak mau lepas,  
Kopling terasa berat. Langsung saja kita bahas gangguan-gangguan tersebut diatas.

Penyebab Kopling Mobil Selip

Penyebab kopling selip
Gb. Ilustrasi mobil tidak kuat menanjak
Salah satu masalah yang sering muncu pada sistem kopling adalah kopling terasa selip. Kopling berfungsi untuk dapat memutuskan tenaga mesin ke transmisi saat starting pertama kali agar mobil tidak loncat.  Selain itu kopling juga berfungsi untuk meneruskan putara mesin menuju transmisi serta untuk memperhalus pemindahan gigi transmisi saat mobil berjalan.

ketika pedal kopling dilepaskan, plat kopling akan terhubung ke flywheel untuk meneruskan tenaga putar dari mesin ke transmisi. Gangguan kopling selip pada berapa kondisi akan lebih terasa, diantaranya pada kondisi berikut ini:
  • Saat mobil sedang mengangkut beban berat.
  • Pada saat mobil berjalan pada kecepatan rendah dengan gigi yang tinggi.
  • Pada saat akselerasi untuk mendahului kendaraan lain. 
Kopling selip akan menghasilkan gesekan dan panas yang lebih besar. Semakin panas permukaan kampas kopling maka daya cengkramnya juga semakin kecil sehingga gejala selip semakin terasa, hal tersebut seperti lingkaran setan yang dapat mengakibatkan terbakarnya plat kopling dan akhirnya akan merusak permukaan flywheel dan plat penekan kopling atau pressure clutch.

Pemakaian plat kopling dikatakan normal jika keausan plat kopling terjadi pada kilometer yang cukup tinggi (biasanya diatas kilometer 50 rb).

Kebocoran oli mesin dari seal crankshaft belakang atau oli transmisi dari seal input shaft transmisi dapat mengenai permukaan plat kopling dan menyebabkan gejala selip.

Jika plat kopling yang masih cukup baru namun telah mengalami gejala selip mungkin dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini :
  • Plat kopling terkontaminasi oli atau gemuk
  • Pemasangan atau penyetelan release system kopling yang tidak tepat
  • Kerusakan pada cable adjuster
  • Master cylinder kopling atau slave cylinder tersumbat
  • Pemasangan release bearing tidak tepat
  • Melakukan pembubutan pada permukaan flywheel yang berlebihan
Adapun cara untuk memeriksa gejala kopling mobil selip ini yaitu dengan cara melakukan test drive dan menjalankan mobil dengan kecepatan rendah pada gigi tinggi, jika pada posisi ini mobil tetap berjalan maka menandakan bahwa terdapat gejala kopling mobil selip.

Cara memeriksa kopling mobil selip

Adapun detail langkah pengujian atau pemeriksaannya adalah sebagai:
  • Lakukan pengganjalan pada kedua roda depan mobil
  • Masuk kedalam ruang kemudi dan tarik rem tangan atau handbrakenya
  • Injak pedal kopling
  • Hidupkan mesin mobil sobat
  • Pedal kopling masih posisi terinjak kemudian posisikan gigi transmisi pada posisi tinggi (bisa posisi gigi 3 atau 4)
  • Selanjutnya lepaskan pedal kopling secara perlahan, Jika mesin segera mati saat pedal kopling dilepaskan berarti plat kopling masih bagus. sedangkan jika mesin tetap hidup saat pedal kopling dilepaskan secara penuh berarti plat kopling sudah selip.
Lakukan periksa secara seksama pada kopling yang lama dari adanya tanda bekas panas yang berlebihan pada pressure clutch, kondisi permukaan plat kopling yang terlepas dan adanya kontaminasi oli pada permukaan plat kopling.

Penyebab Kopling gemertak

Penyebab kopling bunyi
Gb.  Pengecekan unit kopling mobil
Gemertak pada kopling adalah sentakan yang terjadi saat kopling terhubung. Hal ini biasanya disebabkan adanya oli atau gemuk pada permukaan plat kopling, namun dapat juga disebabkan oleh beberapa hal dibawah ini :
  • Permukaan plat kopling terbakar atau licin
  • Pemukaan flywheel melengkung atau beralur
  • Dowel pin flywheel lepas
  • Pilot bearing atau bushing aus
  • Alur poros plat kopling atau alur input shaft rusak atau aus
  • Plat kopling bengkok
  • Pegas penekan kopling kendor
Penyebab lain yang dapat menimbulkan gejala kopling gemertak antara lain yaitu engine mounting retak, mounting transmisi kendor atau pecah, pemasangan komponen drive train yang tidak tepat pada chasis mobil, keausan pada universal joint atau CV Joint, cross member transmisi kendor,  serta adanya keausan pada release fork kopling.

Penyebab kopling mobil bunyi

Munculnya bunyi mendecit dan dengung pada sistem kopling biasanya ada 2 kemungkinan sumber bunyi atau dengungan tersebut,  yang pertama bisa bunyi tersebut berasal dari dalam sistem kopling itu sendiri dan yang kedua bisa saja bunyinya berasal dari luar sistem kopling, oleh karenanya sobat harus pastikan terlebih dahulu asal sumber bunyi tersebut. 

 Penyebab bunyi dan dengungan yang berasal dari dalam sistem kopling :
  • Kondisi bearing input shaft yang sudah aus.
  • Releas bearing kopling mengalami kerusaka atau salah dalam pemasangan. 
  • Pilot bearing/ bushing tidak terpasang dengan benar,aus atau kurang pelumasan.
  • Release fork kopling mengalami keausan, bengkok atau bisa saja kurang pelumasan.
  • Pemasangan Plat kopling tidak benar
  • Kondisi Bearing retainer yang sudah rusak
  • Terdapat baut flywheel yang kendor
  • Keruskan alur pada poros plat kopling (clutch hub rusak) 
Adapun penyebab bunyi yang berasal dari luar sistem kopling :
  • Penyetelan release system pada kopling yang tidak tepat
  • Keausan pada drive shaft
  • kerusakan pada engine mounting atau transmisi mounting
  • Cable self adjuster rusak
  • Keausan pada komponen pedal kopling


Cara memeriksa penyebab bunyi pada sistem kopling

Berikut ini cara mencari dan memeriksa penyebab bunyi atau dengungan pada sistem kopling:
  • Tarik tuas rem parkir
  • Pastikan Tuas transmisi posisi Netral
  • Hidupkan mesin, Jika terdengar bunyi suara seperti besi digerinda saat plat kopling terhubung, kemungkinan kerusakan pada bearing input shaft. Sedangkan jika terdengar bunyi mendecit saat pedal koping diinjak dan ditahan,kemungkinan kerusakan pada pilot bearing atau bushing yang rusak. Jika terdengar bunyi mencicit yang semakin keras saat pedal kopling diinjak secara perlahan mengindikasikan bahwa release bearing rusak. Sedangkan Jika terdengar bunyi mencicit saat mesin idle di posisi netral dan bunyi hilang saat pedal kopling diinjak perlahan maka kemungkinan bunyi tersebut berasal dari titik kontak antara release fork dan pivot ball.


Penyebab kopling tidak mau terlepas

Jika kopling tidak dapat terlepas dengan sempurna saat pedal kopling diinjak secara penuh maka plat kopling akan tetap memutar inputshaft .

Hal ini akan membuat pengemudi sulit memindahkan persneling dari posisi netral kegigi satu dan yang lainnya, menimbulkan suara berisik saat memindahkan gigi transmisi, atau menyebabkan mesin mati saat kendaraan akan berhenti.

Penyebab kopling yang tidak dapat terlepas:
  • Penyetelan Kopling yang tidak tepat
  • Terjadi kebocoran pada master cylinder kopling dan release cylinder kopling
  • Terdapat udara palsu pada saluran hidrolis sistem kopling
  • Alur inputshat aus atau kurangnya pelumasan
  • Release fork kopling aus atau bengkok
  • Kondisi plat kopling melengkung


Penyebab pedal kopling terasa berat

Tenaga yang dibutuhkan untuk menginjak pedal kopling setiap mobil memang berbeda-beda, jika injakan pedal kopling terasa lebih berat dari biasanya periksalah kondisi persambungan mekanisme pedal kopling dari kemungkinan macet atau aus.

Periksa juga kabel kopling dan release fork serta periksa Sistem hidrolis dari kemungkinan tersumbat, selain itu keausan pada seal-seal master cylinder kopling juga dapat membuat injakan pedal kopling menjadi lebih berat.

Demikian ulasan kami tentang Cara Mengidentifikasikan Gejala Kerusakan Pada Kopling Mobil, semoga dapat menambah wawasan kita semua,  jangan lupa kunjungi juga artikel menarik kami berikut ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel