Cara Kerja Motor Starter Tipe Konvensional, Mudah Dimengerti!!

Motor starter yang banyak digunakan pada mobil saat ini yaitu motor starter tipe elektrik. Ada beberapa tipe motor  starter yaitu motor starter tipe konvensional dan motor starter tipe reduksi. Salah satu tipe motor starter yang banyak digunakan pada mobil adalah motor starter tipe konvensional.

Motor starter yang dipergunakan pada kendaraan dilengkapi dengan magnetic switch yang memindahkan gigi yang berputar (selanjutnya  disebut gigi pinion) untuk berkaitan atau lepas dari ring gear yang dipasangkan mengelilingi flywheel yang dibaut pada crankshaft. 

Kendaraan yang dirancang untuk dipergunakan pada daerah dingin mempergunakan motor starter tipe reduksi, yang dapat menghasilkan momen yang lebih besar yang diperlukan untuk men-start mesin pada cuaca dingin. Motor starter tipe ini dapat menghasilkan momen yang lebih besar dari pada motor starter konvensional untuk ukuran dan berat yang sama. saat ini kendaraan cenderung mempergunakan tipe ini meskipun untuk daerah yang panas. Pada umumnya motor starter digolongkan (diukur) berdasarkan output nominalnya (dalam KW) makin besar output makin besar kemampuan starternya.

Motor starter berfungsi sebagai penggerak mula atau awal kendaraan agar kendaraan dapat hisup. Motor starter konvensional terdiri dari beberapa komponen, komponen-komponen motor starter konvensional antara lain yaitu yoke and pole, field coil, armature, sikat (brush), kopling starter, drive lever, armature brake dan magnetic switch (solenoid).

Cara Kerja Motor Starter

Cara Kerja Motor Starter Pada Saat Starter Switch On

Cara kerja sistem starter
Gb. Cara Kerja Motor Starter Saat Switch Starter On
Apabila kunci kontak diputar pada posisi start (ST) maka arus positif baterai akan mengalir menuju kunci kontak ==> Terminal 50 Motor starter ==> hold in coil dan menuju ke masa. dan di lain pihak arus dari positif baterai juga akan mengalir menuju kunci kontak ==> Terminal 50 Motor Starter ==>Pull in coil ==> field coil ==> Armatur coil dan menuju ke masa.

Pada saat ini hold in coil dan pull in coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan hold in coil dan pull in coil tersebut sama. Seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.

Dari kejadian ini maka kontak plate (plunger) akan bergerak ke arah menutup main switch, sehingga drive lever bergerak menggeser starter clutch ke arah posisi berkaitan dengan ring gear.

Oleh karena arus yang mengalir ke field coil pada saat itu relatif kecil maka armature berputar lambat dan memungkinkan pinion gear berkaitan dengan ring gear dengan lembut. Pada keadaan ini kontak plate belum menutup main switch.

Pada Saat Pinion Gear Berkaitan Penuh

cara kerja motor starter konvensional
Gb. Cara Kerja Motor Starter Saat Pinion Gear Berkaitan Penuh
Pada saat pinion gear motor starter sudah berkaitan penuh dengan ring gear (gear fly wheel), kontak plate akan mulai menutup main switch mengakibatkan terminal 30 dan terminal C motor starter terhubung, sehingga arus dari positif baterai akan mengalir menuju terminal 30 motor starter ==> main switch ==> contact plate ==> terminal C motor starter ==> Field coil menuju armature coil dan massa. Pada saat ini arus listrik yang mengalir ke armature besar sehingga armature akan berputar dengan cepat dan kuat untuk memutar ring gear pada fly wheel.

Dilain pihak arus juga masih tetap mengalir dari terminal 50 motor starter ==> hold in coil dan ke massa. Pada saat ini pull in coil sudah tidak bekerja karena tidak ada aliran arus yang menuju ke pull in coil, namun hold in coil masih bekerja untuk menahan agar pinion gear tetap berhubungan dan contact plate tetap terhubung dengan main switch.

Ketika kendaraan sudah hidup maka putaran dari ring gear pada fly wheel akan lebih cepat dibandingkan dengan putaran pinion gear motor starter sehingga ring gear akan memutarkan armature melalui pinion gear. Untuk menghindari kerusakan pada saat tersebut maka pada motor starter dilengkapi dengan starter clutch untuk membebaskan armature dari putaran ring gear.

Pada Cara Kerja Motor Starter Pada Saat Kunci Kontak On

cara kerja motor starter tipe konvensional
Gb. Cara Kerja Motor Starter Saat Starter Switch Posisi Off
Sesudah starter switch diputar ke posisi OFF (kunci kontak posisi IG atau on),  dan main switch dalam keadaan belum membuka (belum bebas dari kontak plate). Maka arus listrik mengalir dari positif baterai menuju terminal 30  motor starter ==> main switch ==>contac plate ==> field coil menuju armatur coil dan massa.

Oleh karena starter switch OFF maka pull in coil dan hold in coil tidak mendapat arus dari terminal 50 melainkan dari terminal C. Sehingga arus listrik akan mengalir dari terminal 30 motor starter ==> main switch ==> contac plate ==> terminal c motor starter ==> pull in coil dan hold in coil dan menuju ke massa. 

Karena arah arus yang mengalir pada pull in coil dan hold in coil berlawanan maka arah gaya magnet yang dihasilkan juga berlawanan sehingga keduanya saling meniadakan atau menghapuskan (tidak terjadi kemagnetan pada kedua kumparan pull in coil dan hold in coil), hal ini mengakibatkan kekuatan return spring dapat mengembalikan kontak plate ke posisi semula. Dengan demikian drive lever akan menarik starter clutch dan pinion gear terlepas dari perkaitan dengan ring gear pada fly wheel.

Dan pada saat yang sama, posisi contact plate akan kembali posisi semula sehingga tidak lagi terhubung dengan main switch (terminal 30 tidak akan terhubung dengan terminal C motor starter). Akibatnya aliran arus dari terminal 30 motor starter menuju terminal C terputus maka motor starter akan berhenti berputar.

Demikian ulasan kami tentang Cara Kerja Motor Starter Tipe Konvensional, Mudah Dimengerti!!, semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi artikel pilihan kami berikut ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel