Ini Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel, Wajib Tahu Ini Agar Aman!!

Ini Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel, Wajib Tahu Ini Agar Aman!!,- Untuk menyalakan sebuah beban kelistrikan seperti lampu, klakson, audio dan video, maka diperlukan sebuah sirkuit kelistrikan yang sekurang-kurangnya terdiri dari sebuah sumber tegangan Suber tegangan AC ataupun DC,  sebuah penghantar arus listrik berupa kabel penghantar dan beban kelistrikan seperti lampu itu sendiri.

Rangkaian Seri dan Paralel

Di dalam sebuah sirkuit kelistrikan, kita mengenal 2 jenis sirkuit kelistrikan jika ditinjau dari rangkaian kelistrikannya, yaitu rangkaian kelistrikan seri dan rangkaian kelistrikan paralel.
Rangkaian seri dan paralel

Rangkaian kelistrikan seri yaitu sebuah rangkaian kelistrikan dimana komponen-komponen kelistrikannya (sumber tegangan atau baterai, beban kelistrikan berupa lampu dan kontrol kelistrikannya berupa switch) tersebut disusun secara berurutan atau satu jalur atau dikenal dengan susunan seri.
Rangkaian seri dan paralel baterai
Rangkaian baterai seri dan lampu paralel
Sedangkan rangkaian kelistrikan secara paralel adalah sebuah rangkaian kelistrikan dimana komponen-komponen kelistrikan tersebut  diatas disusun secara bercabang atau secara paralel.

Perbedaan rangkaian seri dan paralel

Antara rangkaian seri dan paralel, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing rangkaian tersebut adalah :

1. Rangkaian seri

a. Kelebihan rangkaian seri

  • Rangkaian kelistrikan yang dibuat secara seri akan membutuhkan jumlah kabel penghantar yang lebih sedikit dibandingkan dengan rangkaian paralel.
  • Karena jumlah kabel penghantar sedikit maka secara otomatis biaya yang digunakan untuk membuat rangkaian seri lebih murah di bandingkan dengan rangkaian paralel.
  • Arus yang mengalir pada tiap-tiap beban pada rangkaian seri akan sama besar meskipun besar hambatan atau tahanan masing-masing beban listriknya tidak sama besar.
  • Jika sebuah sumber tegangan dirangkai secara seri seperti baterai maka tegangan total yang dihasilkan adalah hasil penjumlahan total dari sumber tegangan yang dirangkai seri tersebut. Sebagai contoh 2 buah baterai dengan tegangan masing-masing 12 Volt dan arus  sebesar 50 ampere disusun secara seri maka tegangan total rangkaian baterai tersebut adalah  sebesar 12 + 12 = 24 volt, adapun arus total yang dikeluarkan rangkaian tersebut tetap  yaitu sebesar 50 ampere.

b. Kekurangan rangkaian seri

  • Jika beban listrik dirangkai secara seri (misalkan lampu), jika suatu ketika terdapat salah satu lampu putus dan akhirnya padam,  maka akan membuat lampu yang lain juga ikut padam meskipun kondisi lampu bagus.
  • Jika beban atau lampu dirangkai secara seri, maka tingkat keterangan cahayanya tidak akan menyala sama terang antar satu lampu dengan yang lain, lampu yang semakin jauh dengan sumber tegangan akan semakin redup begitu sebaliknya.

2. Rangkaian paralel

a. Kelebihan rangkaian paralel

  • Jika sumber tegangan semisal baterai disusun secara paralel maka kapasitas arus pada rangkaian baterai tersebut adalah total penjumlahan dari masing-masing arus yang tersimpan di dalam masing-masing baterai. Sebagai contoh jika 2 buah baterai yang masing-masing memiliki tegangan 12 volt dan jumlah arus sebesar 50 ampere. Maka jumlah arus total yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah sebesar 50 +50 = 100 ampere.
  • Jika beban kelistrikan dirangkai paralel misalnya lampu, jika salah satu lampu putus, maka lampu yang lain akan tetap menyala.
  • Besar Arus yang mengalir pada masing-masing beban kelistrikan yang dirangkai secara paralel adalah sama besar dengan besar arus total sehingga lampu-lampu tersebut akan menyala sama terang.

b. Kekurangan rangkaian paralel

  • Jika besar tahanan masing -masing beban listrik yang disusun secara paralel berbeda maka arus listrik yang mengalir ke masing-masing beban kelistrikan juga berbeda.
  • Rangkaian listrik yang disusun secara paralel akan membutuhkan jumlah kabel penghantar yang lebih banyak dibandingkan rangkaian listrik yang disusun secara seri.
  • Karena jumlah kabel penghantar yang digunakan banyak maka untuk biaya pembuatannya juga akan lebih mahal dibandingkan dengan rangkaian seri.
Demikian ulasan kami tentang kelebihan dan kekurangan rangkaian seri dan paralel, semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi juga artikel pilihan kami berikut ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel