Cara Kerja sistem Pendingin Dan Komponen Sistem Pendingin Pada Mobil

Sistem pendingin atau sistem pendinginan pada kendaraan bermotor secara gatis besar berfungsi untuk mempercepat tercapainya suhu kerja ideal mesin dan berfungsi menjaga agar suhu mesin tetap berada pada suhu kerja idealnya sehingga kerja mesin lebih optimal.
Cara kerja sistem pendingin air
Gb. Komponen sistem pendingin pada mobil
Mesin pembakaran dalam dalam hal ini kendaraan bermotor pada prinsipnya akan merubah tenaga panas hasil proses pembakaran menjadi tenaga mekanik untuk menggerakkan kendaraan. Akam tetapi energi panas yang dihasilkan dari proses pembakatan ini tidak semua energi panasnya di rubah keseluruhan menjadi energi gerak atau mekanik, melainkan hanya sebagian saja kira-kira sekitar 25 %, sedangkan sisanya yaitu 40% akan di buang melalui gas buang, 30% akan diserap oleh sistem pendingin mesin, dan 5 % pumping dan friction lost.

Cara Kerja Sistem Pendingin

Sistem pendinginan pada kendaraan bemotor secara garis besar terbagi menjadi dua tipe yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air.

Sistem pendinginan udara yaitu sistem pendinginan yang memanfaatkan media udara untuk mendinginkan mesin baik berapa udara alami maupun sengaja dibuat melalui kipas pendingin,  biasanya sistem pendingin jenis ini banyak diaplikasikan pada mesin dengan kapasitas kecil seperti mesin sepeda motor. 

Sedangkan sistem pendinginan air atau sistem pendinginan cairan yaitu sistem pendinginan yang memanfaatkan air atau media cairan yang dialirkan di dalam mesin melalui water jacket pada mesin dan kemudian panas dari air pendingin tersebut didinginkan atau dibuang ke udara bebas,biasanya sistem pendingin ini diaplikasikan pada mesin dengan kapasitas yang besar seperti mesin pada mobil.

Komponen Sistem Pendingin

Komponen-komponen sistem pendinginan air terdiri dari beberapa komponen diantaranya yaitu radiator, tutup radiator,  selang radiator, Katup thermostat, Waterjacket, reservoir tank atau tangki cadangan, kipas pendingin,  Pompa air, Termometer suhu atau thermo switch. Adapun fungsi masing-masing komponen tersebut adalah sebagai berikut:

Radiator

Radiator terbentuk dari sejumlah lempengan besi yang digunakan untuk mendinginkan air pendingin. Prinsip kerja radiator adalah dengan memindahkan suhu panas dari air ke udara melalui proses radiasi.

Radiator bekerja dengan cara memanfaatkan aliran udara yang melewati sirip-sirip atau kisis-kisi radiator. Mekanismenya, air pendingin yang bersuhu panas dari panas mesin akan disalurkan ke radiator core. Pada saat ini panas akan berpindah ke radiator core dan langsung disalurkan kesirip radiator, Saat ada udara yang dihasilkan oleh kipas pendingin melewati sirip radiator ini maka panas akan berpindah ke udara bebas.


Tutup Radiator

Tutup radiator berfungsi sebagai penutup bagian upper tank radiator dan sekaligus berfungi menjaga tekanan udara didalam sistem pendingin dengan tujuan menaikan titik didik cairan pendingin. Untuk menjalankan tugasnya ini tutup radiator dilengkapi dengan 2 buah katup yaitu katup tekan atau relief valve dan katup vacum atau cavum valve.

Selang Radiator

Fungsi selang radiator adalah berfungsi sebagai saluran air pendingin dari mesin ke radiator dan dari radiator kembali ke mesin. 

Katup Thermostat

Thermostat valve merupakan komponen sistem pendingin yang berfungsi untuk mempercepat tercapainya suhu kerja ideal mesin dengan cara mengatur sirkulasi cairan pendingin. Cara kerja thermostat adalah dengan menutup saluran cairan pendingin menuju selang inlet radiator ketika mesin belum mencapai suhu kerja idealnya yaitu sekitar 90° s/d 95 ° Celcius dan membuka saluran teresebut secara otomatis apabila suhu mesin sudah mencapi suhu 90° s/d 95° Celcius.

Water Jacket

Selubung air yang terdapat pada block silinder dan head silinder yang biasa disebut dengan istilah water jacket. Komponen ini berfungsi sebagai tempat cairan pendingin didalam mesin untuk menyerap panas mesin secara merata. Water jacket berbentuk saluran air didalam blok dan head cylinder yang terisi dengan air pendingin. 

Reservoir Tank

Tangki cadangan atau reservoir tank berfungsi untuk menyimpan air pendingin yang mengalami penguapan pada saat mesin panas dan sekaligus menyediakan cairan pendingin tambahan pada saat mesin dingin setelah panas(terjadi kevacuman setelah mesin dingin) dengan tujuan untuk mencegah terjadinya pengurangan cairan pendingin.

Kipas Pendingin

Kipas pendingin berfungsi untuk membantu mempercepat proses pendinginan cairan pendingin pada radiator dengan bantuan udara yang dihasilkannya melalui sirip-sirip radiator. Prinsip kerja kipas pendingin yaitu dengan mengalirkan udara dari luar melewati sirip radiator.


Pompa Air

Pompa air atau water pump pada sistem pendingin berfungsi untuk memompa atau mensirkulasikan air pendingin agar bisa bersirkulasi. Water pump pada umumnya terletak menyatu dengan blok mesin. ketika thermostat menutup pompa ini akan menimbulkan aliran air didalam water jacket yang membantu meratakan panas mesin. Dan Ketika thermostat terbuka, pompa ini akan mengalirkan air dari water jacket menuju radiator untuk didinginkan. 

Thermometer Suhu

Thermmometer Suhu digunakan untuk mengukur suhu air pendingin. Nantinya hasil dari pengukuran ini akan ditampilkan ke dashboard mobil. Tapi pada mobil-mobil modern dengan sistem injeksi, komponen yang satu ini sudah digantikan oleh sensor ECT atau WTS.

Cara kerja sistem pendingin air

Ketika mesin hidup, maka water pump akan ikut berputar karena water pump ini digerakkan oleh putaran mesin melalui sambungan v-belt dan pully. Water pump berfungsi untuk memompa air pendingin agar bersirkulasi ke seluruh sistem pendingin, sehingga ketika mesin hidup, air pendingin juga akan bersirkulasi.
Cara kerja sistem pendingin radiator
Gb. Cara Kerja sistem pendingin pada saat mesin dingin
Pada saat suhu air pendingin masih rendah atau di bawah 90° celcius,  maka thermostat masih dalam keadaan menutup sehingga air pendingin hanya bersirkulasi di dalam mesin melalui water jacket dan belum dialirkan ke radiator. Hal ini bertujuan untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerja idealnya.
Cara kerja sistem pendingin pada mobil
Gb. Cara kerja sistem pendingin pada saat mesin panas
Ketika suhu air pendingin mulai meningkat menjadi 90° s/d 95° celcius maka thermostat akan mulai membuka, sehingga air pendingin dari mesin akan di alirkan ke radiator. Di dalam radiator, suhu air pendingin akan diturunkan dengan bantuan udara yang dialirkan oleh kipas pendingin melalui proses radiasi.

Udara yang mengalir melewati kisi-kisi radiator akan menyerap suhu panas dari air pendingin sehingga suhu air pendingin akan turun. Ketika suhu air pendingin meningkat mencapai diatas 95° Celcius maka thermostat akan membuka penuh sehingga jumlah air pendingin yang mengalir ke radiator bertambah banyak. Dan alhasil suhu mesin dapat terjaga pada temperatur kerja idealnya.

Demikian ulasan kami tentang komponen dan cara kerja sistem pendingin, semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi juga artikel pilihan kami berikut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel