Jenis Minyak Rem yang Harus Anda Ketahui, Gunakanlah Sesuai Spesifikasi Agar Anda Selamat

Jenis Minyak Rem Yang Sering Digunakan pada sistem Rem, Minyak rem pada system rem memiliki fungsi yang cukup krusial diantaranya Pertama berfungsi sebagai pelumas pada komponen logam kendaraan (komponen system rem) agar tidak mudah aus, tahan panas, dan tidak berubah bentuk pada suhu tinggi. Kedua berfungsi sebagai media utama penyalur tenaga hidrolik pada kendaraan pada saat melakukan proses pengereman.



Ketika proses pengereman, tenaga hidrolik dari silinder master diperlukan agar dapat menghentikan laju putaran roda. Cara ini dapat dilakukan dengan menekan tromol ataupun menjepit cakram rem. Kerja dari sistem rem dari master silinder ke piston caliper atau wheel cylinder adalah mentransfer energi mekanis yang menghasilkan panas dari gesekan minyak rem dengan permukaan salurannya, waktu standar penggantian minyak rem adalah setelah pemakaian sejauh 40.000 km. Namun, untuk menjaga kualitas rem kendaraan anda, maka ada baiknya dipantau secara berkala. Minyak rem wajib diganti ketika kondisinya sudah berubah menjadi keruh. Warna pada minyak rem bisa bermacam-macam tergantung produknya. Akan tetapi yang banyak ditemukan ditemukan dipasaran biasanya berwarna merah atau kuning.
Jenis Minyak Rem

Faktor utama yang menyebabkan minyak rem menjadi keruh adalah karena adanya kontaminasi udara dan perubahaan kimia yang diakibatkan oleh panas yang dihasilkan pada saat proses pengereman. 

Pada posting kali ini kami akan mencoba mengulas Mengenai Jenis Minyak Rem Yang Sering Digunakan Pada Rem Kendaraan Bermotor, 

Berikut 4 Jenis Minyak Rem

1. Minyak Rem D.O.T 3

Jenis minyak rem dengan D.O.T 3 merupakan jenis minyak rem dengan bahan dasar glikol eter. Bagi industri minyak rem, dengan marterial glikol eter adalah material yang paling ekonomis.

2. Minyak Rem D.O.T 4

Jenis minyak rem dengan D.O.T 4 adalah jenis minyak rem bermaterial glikol eter dengan ditambahkan aditif berupa ester borat. Ester borat dapat membantu memperbaiki beberapa sifat minyak rem seperti meningkatkan titik didih basah dan kering.

D.O.T 4 lebih stabil dan memiliki titik didih yang tinggi. Tetapi begitu cairan mulai menyerap air, titik didih minyak rem D.O.T 4 akan jatuh secara drastis dan lebih cepat daripada minyak rem D.O.T 3. D.O.T 4 memiliki titik didih kering minimum 230°C dan titik didih basah minimum 155°C.

3. Minyak Rem D.O.T 5.1

Jenis minyak rem dengan D.O.T 5.1 merupakan minyak rem yang sering disebut D.O.T 4 Plus atau Super D.O.T 4. Jenis minyak rem ini merupakan minyak rem berbasis glikol eter yang telah memenuhi standar performa D.O.T 5. Minyak rem D.O.T 5.1 memiliki struktur kimia yang sama dengan minyak rem D.O.T 4, sehingga minyak rem ini dapat langsung dicampurkan dengan minyak rem jenis D.O.T 3 dan D.O.T 4.

4. Minyak Rem D.O.T 5

Jenis minyak rem dengan D.O.T 5 merupakan minyak rem yang berbeda dari yang lain karena berbahan dasar dari cairan silikon. Minyak rem jenis ini sangat unggul pada pertahanan terhadap korosi dan nilai titik didih yang tinggi. Hal ini disebabkan karena D.O.T 5 tidak menyerap air. D.O.T 5 sering digunakan pada kendaraan militer yang disimpan bertahun-tahun tanpa pemeliharaan dan harus dapat langsung bekerja secepatnya saat dibutuhkan.

Jenis minyak rem yang menggunakan bahan dasar dari Cairan silikon sudah tidak digunakan sebagai minyak rem pada mobil karena cairan silicon memiliki kemampuan Kelarutan udara yang rendah yang dapat mengakibatkan rem menjadi membal dan tidak dapat menyerap air, sehingga air yang masuk ke sistem dapat bersifat korosif yang nantinya akan merusak komponen sistem rem dan dapat membeku pada temperatur rendah atau mendidih pada temperatur tinggi yang mana hal ini dapat menurunkan performa system rem.


Demikian ulasan kami Mengenai Jenis Minyak Rem Yang Sering Digunakan Pada Kendaraan Bermotor, semoga menambah wawasan anda, kunjungi juga posting kami ini: Cara mudah memahami Cara kerja rem tromol pada mobil.
Previous
Next Post »