Proses Pembakaran Pada Motor Diesel, Beda Dengan Motor Bensin!! Kamu Harus Tahu Ini

Proses Pembakaran Pada Motor Diesel, Beda Dengan Motor Bensin!! Kamu Harus Tahu Ini,- pada artikel kali ini kami akan mencoba membahas tentang proses pembakaran pada motor diesel. Perlu kita ketahui bahwasannya Pada mesin diesel pembakaran tidak dilakukan oleh busi (spark plug) seperti pada motor bensin atau dikenal dengan istilah Spark Ignition engine. Tetapi mesin diesel Pembakarannya didapat dari panas ketika langkah kompresi sehingga sering disebut dengan istilah Compression Ignition Engine.  Pada saat langkah pertama atau langkah hisap motor diesel, yang masuk kedalam silinder hanyalah udara saja (tidak bersama bahan bakar seperti pada mesin bensin). 
Proses pembakaran pada mesin diesel
Periode Pembakaran Pada Motor Diesel
Udara kemudian dikompresikan atau dimampatkan oleh piston didalam ruang silinder.  pada langkah kompressi inilah panas akan terbentuk. Sebelum piston mencapai TMA atau titik mati atas (sebelum akhir langkah kompresi), maka injektor akan menyemprotkan bahan bakar solar, dan inilah awal dari langkah pembakaran. Bahan bakar yang disemprotkan tersebut tidak langsung terbakar begitu saja, saat bahan bakar belum terbakar ini disebut pembakaran tertunda.

Dengan tertundanya proses pembakaran melalui perambatan api ini sebagai phase persiapan untuk phase pembakaran langsung. Selain itu, tekanan yang terjadi selama phase perambatan api harus dipertahankan ke efisiensi maximum, phase pembakaran langsung ini adalah ciri khas mesin diesel.

Bahan bakar diinjeksikan pada +- 15 derajat sebelum TMA pada langkah kompresi hingga +- 10 derajat setelah TMA ke udara yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Akibatnya, bahan bakar terbakar dengan sendirinya oleh udara yang terkompresikan tadi. Suhu udara kompresi harus mencapai suhu di atas 500 derajat Celcius (932 derajat F). 

Proses pembakaran pada mesin diesel dibagi menjadi 4 periode atau tahapan proses pembakaran. perubahan tekanan mulai awal sampai akhir proses pembakaran. Perubahan tekanan inilah yang menyebabkan bahan bakar terbakar dengan sendirinya.

Agar lebih jelas silahkan sobat otomotif perhatikan gambar diagram proses pembakaran pada motor diesel berikut ini :
Proses pembakaran pada motor diesel
Gb.  Grafik Proses Pembakaran Pada Motor Diesel

Proses Pembakaran Pada Motor Diesel

A. Periode Pertama: Periode Waktu Pembakaran tertunda (A-B) atau Ignition Delay
Bahan bakar yang telah diinjeksikan oleh injektor tidak langsung terbakar, titik A adalah saat dimana bahan bakar mulai disemprotkan oleh injektor, bahan bakar yang bertekanan dan berbentuk kabut tersebut akan bercampur dengan udara yang bersuhu dan bertekanan tinggi. A-B adalah pembakaran tertunda, sehingga pembakaran baru akan dimulai di titik B. 

B. Periode Kedua: Periode Perambatan api (B-C) atau Flame Propagation
Dari titik B, tekanan akan meningkat tajam hal ini dikarenakan piston terus bergerak ke TMA. Mulai di titik ini juga campuran udara dan bahan bakar yang telah merata di semua bagian dalam silinder akan terbakar, namun hanya di beberapa bagian saja. Setelah itu api akan merambat sangat cepat, dan membakar hampir semua campuran udara dan bahan bakar, terjadilah letupan (explosive). Letupan atau ledakan ini akan membuat tekanan dalam silinder meningkat drastis. Di titik C adalah awal pembakaran langsung.

C. Periode Ketiga: Periode Pembakaran langsung (C-D) atau Direct Combustion
Periode yang ketiga adalah pembakarang langsung. Periode ini dimulai dari titik C. Nozzle injektor masih menyemprotkan bahan bakar, sampai di titik D barulah nozzle injector tidak menginjeksikan bahan bakar lagi. Karena injeksi bahan bakar ini masih berlangsung, dan di periode 2 sudah terjadi perambatan api maka bahan bakar yang disemprotkan oleh injector akan langsung terbakar. Inilah alasan mengapa disebut dengan pembakaran langsung.
Pada titik D adalah titik dimana tekanan maksimum pembakaran terjadi. Pembakaran diatur oleh jumlah bahan bakar yang diinjeksikan oleh injektor, sehingga tahap ini dapat juga disebut dengan tahap pengontrolan pembakaran. 

D. Periode Keempat: Periode Pembakaran lanjutan (D-E) atau After Burning
Titik D adalah titik tekanan maksimum pembakaran, dari titik D ini masih terjadi proses pembakaran karena bahan bakar belum seluruhnya habis terbakar. Dari D-E ini diharapkan bahan bakar dan udara yang belum terbakar, dapat terbakar semua.

Demikian ulasan kami tentang Proses Pembakaran Pada Motor Diesel, Beda Dengan Motor Bensin!! Kamu Harus Tahu Ini, semoga dapat menambah wawasan kita semua.  Jangan lupa kunjungi juga artikel menarik kami berikut ini. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel