Gejala Koil Pengapian Rusak,Cara Memeriksa Koil Pengapian Pada Mobil

Gejala Koil Pengapian Rusak,Cara Memeriksa Koil Pengapian Pada Mobil,- Perlu kita ketahui bahwasannya fungsi koil pengapian pada mobil adalah untuk menaikkan tegangan listrik  aki 12 volt menjadi sekitar ( 20 Kvolt– 30 KVolt ) agar dapat terjadi percikan bunga api dibusi, untuk menaikkan tegangan listrik ini, maka pada koil pengapian terdapat 2 buah kumparan yaitu kumpara  primer koil dan kumparan sekunder koil. 
Gambar koil pengapian tipe langsung

Gejala Koil Pengapian Rusak

Adapun gejala atau akibat koil pengapian mobil rusak adalah sebagai berikut ini:

1. Pada Saat Mesin Panas, Mesin Akan Mendadak Mati dan Tidak Dapat Digas
Pada mobil dengan sistem pengapian yang menggunakan distributor baik itu yang masih dengan tipe pengapian konvensional atau pun tipe pengapian elektronik, salah satu gejala koil mulai rusak adalah saat mesin sudah panas mesin akan mati mendadak atau jika mobil sudah jalan jauh beberapa kilometer mesin akan mati mendadak dan tidak bisa digas.

Jika permasalahan ini terjadi pada mobil anda, agar mobil yang mogok dapat hidup kembali, tips untuk mengatasi sementara waktu agar dapat dibawa ke bengkel terdekat untuk melakukan diagnosis lebih lanjut atau penggantian komponen adalah dengan mengompres koil pengapian dengan menggunakan kain lap yang sudah dbasahi untuk mendinginkan koil yang kepanasan, dalam hal ini penyebab kerusakan koil adalah karena kepanasan atau sering menaruh kunci kontak pada posisi On saat mesin tidak hidup atau bisa saja arus yang mengalir kedalam kumparan primer koil terlalu lama serta bisa saja arus yang mengalir pada kumparan primer koil terlalu besar. 

2. Mesin Brebet Dan Tidak Balance serta Mesin Bergetar
Pada mobil dengan tipe pengapian langsung (Distributorless Ignition atau Direct Ignition System), gejala koil mobil rusak tentu saja sedikit berbeda karena mesin tersebut pada setiap silinder mesinnya dilengkapi dengan 1 koil pengapian, sehingha pada saat satu koil pengapian rusak atau bermasalah, mesin tetap dapat dhidupkan karena koil yang lain masih bisa bekerja dan biasanya terdapat ciri-ciri mesin mrebet, mesin tidak balance serta mesin getar meskipun hal ini juga kadang bisa disebabkan karena injektornya yang rusak atau sistem bahan bakar yang bermasalah.

Baca Juga: Melakukan Pemeriksaan Power Balance

Kerusakan koil pada mobil yang dikontrol oleh komputer atau ECM juga akan memicu lampu indikator check engine menyala.

3. Kondisi Koil Panas Yang Berlebih Pada Saat Kita Pegang dengan Tangan Secara Langsung.
Pada saat mesin sudah panas, kemudian diikuti dengan kondisi koil yang panas juga dan disertai dengan mesin tiba-tiba mati mendadak serta tidak mau hidup kembali pada saat distart meskipun dengan start yang panjang. 

Cara Mengecek Koil Pengapian

Pada mesin mobil keluaran di atas tahun 1996-an yang sudah dilengkapi OBD II kerusakan koil pengapian akan memunculkan kode DTC P030X, dimana huruf "X" menunjukkan posisi silinder mesin yang mengalami gangguan. Sebagai contoh kode DTC P0301 menunjukkan terjadi gangguan misfiring pada silinder nomor 1.

Jika tidak terdapat kode DTC maka dapat dilakukan pemeriksaan tahanan kumparan primer dan kumparan sekunder pada koil pengapian. Serta dapat Juga dilakukan pemeriksaan pada busi (periksa kondisi celah busi dan perhatikan pembentukan lapisan karbon pada elektroda busi). Lakukan juga Periksa kondisi kabel busi masih dalam nilai tahanan yang ditentukan atau tidak.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan komponen sistem pengapian seperti koil, busi dan kabel busi dalam keadaan baik, maka kemungkinan misfire dapat disebabkan oleh injector yang kotor atau mati (Periksa tahanan injector dan tegangan supply injector).

Baca juga:Cara Memeriksa Injektor Sistem Pengapian

Adapun Cara Memeriksa koil pengapian adalah sebagai berikut:

Jangan pernah melepaskan kabel busi atau kabel tegangan tinggi busi untuk memeriksa loncatan bunga api. selain dapat mengakibatkan resiko tersengat listrik tegangan tinggi, hal tersebut juga dapat mengakibatkan kerusakan pada ignition coil karena tegangan yang dibutuhkan ignition coil akan terlalu berlebihan. Cara terbaik untuk memeriksa loncatan bunga api adalah dengan menggunakan Sparkplug tester Tool.


Jika koil pengapian dicurigai mengalami kerusakan, ukurlah tahanan kumparan primer dan sekunder koil pengapian dengan menggunakan ohm meter. Jika nilainya di luar spesifikasi gantilah koil.

Untuk melakukan pemeriksaan tahanan, hubungkan test lead ohm meter ke terminal Positif dan negatif kumparan primer. umumnya nilai tahanan kumparan primer berkisar antara 0.4 sampai 2 Ohm. nilai tahanan nol menunjukkan terjadi short circuit sedangkan nilai tahan yang tinggi (infinite) menunjukkan terjadi open circuit.
Mengatasi Trouble Misfiring Pada Mobil, Dengan Cara Memeriksa Koil Pengapian
Cara Memeriksa Tahanan Kumparan Primer Koil
Ukur tahan kumparan sekunder dengan menghubungkan test lead ohm meter ke terminal positif ignition coil dan terminal output tegangan tinggi. Koil tipe terbaru biasanya memiliki nilai tahanan sekitar 6 Kohm sampai 8 Kohm.
Mengatasi Trouble Misfiring Pada Mobil, Dengan Cara Memeriksa Koil Pengapian
Cara Memeriksa Tahanan Kumparan Sekunder Koil
Selanjutnya ukur tahan ballast resistor pada koil tipe bottle ya koil tipe stik tidak dengan menghubungkan terminal + Koil dengan terminal B untuk yang tipe internal resistor dan pada kedua ujung resistor untuk tipe yang eksternal resiator dengan spesifikasi tahanan eksterbal resistor sebesar 1,1 -1,3 ohm dan internal resistor sebesar 0,9 - 1,2 Ohm. 
Mengatasi Trouble Misfiring Pada Mobil, Dengan Cara Memeriksa Koil Pengapian
Cara Memeriksa Tahanan Ballast Resistor Pada Koil
Untuk ignition coil yang tidak berbentuk botol, terminal kumparan primer biasanya terletak pada konektor atau pada bagian bawah ignition coil. lihat petunjuk pada service manual untuk mengetahui lokasi terminal dan metode pengetesan koil pengapian. 
Mengatasi Trouble Misfiring Pada Mobil, Dengan Cara Memeriksa Koil Pengapian
Cara Memeriksa Kumparan Primer dan Sekunder Pada Koil Tipe Batang
Demikian ulasan mengenai Gejala Koil Pengapian Rusak, Cara Mengecek Koil Pengapian,semoga dapat menambah wawasan kita, jangan lupa kunjungi artikel pilihan kami berikut.

Gejala Injektor Bermasalah, Cara Memeriksa Injektor Pada Mobil Efi

Gejala Injektor Bermasalah, Cara Memeriksa Injektor Pada Mobil Efi,- Injektor pada mobil efi berfungsi untuk mengabutkan atau menginjeksikan bahan bakar pada mobil efi,jika injektor tidak bekerja atau masalah pada injektor akan menjadi penyebab mesin brebet, membuat mesin pincang atau tidak balance karena terjadi ketidak seimbangan pada tiap silinder mesin.

Cara Mendeteksi Kerusakan Mesin Brebet

Jika terjadi mesin pincang atau brebet pada mobil injeksi bisa dilakukan beberapa cara yaitu:

1.Test power balance secara manual dengan Mencabut Kabel Busi
Pengetesan ini dapat dilakukan dengan mencabut kabel busi satu persatu ketika mesin hidup idling dan perhatikan pada silinder mana tidak terjadi perubahan putaran mesin saat kabel busi dilepas dari busi.

Untuk melakukan test power balance pada mesin mobil dengan melepas kabel busi pastikan tidak ada kebocoran pada kabel busi bertujuan untuk menghindari kena sengatan listrik dari kabel busi.

Pada saat kabel busi ditarik,semisal kita menarik kabel busi pada silinder 3 dan putaran mesin tidak mengalami perubahan berarti terdapat masalah pada silinder 3 tersebut.

2. Test power balance secara manual dengan melepas socket injektor
Untuk melakukan pengetesan power balance yang kedua ini dapat dilakukan dengan melepas hubungan listrik ke injektor dengan cara melepas soket injektor atau menambahkan kabel jumper pada socket injektor jika posisi soket tidak memungkinkan untuk melepas soket satu persatu.


Hal pertama yang perlu anda ketahui sebelum memeriksa injektor yakni injektor hanya berfungsi membuka port pada ujung injektor saja, sementara bahan bakar bisa keluar karena kondisinya bertekanan. Sehingga sebelum memastikan kerusakan pada injektor cek terlebih dahulu tekanan bahan bakar dengan menggunakan gasoline fuel tester atau lebih dikenal dengan pengetes tekanan bahan bakar.

Baca Juga: Cara Mengatasi Mesin Nglitik

Jika tekanan yang terukur normal maka dapat disimpulkan bahwa fuel pump atau pompa bahan bakar dalam keadaan normal juga. Pada pengetesan power balance kedua ini pada saat kita melepas soket injektor satu persatu kemudian pasang kembali,perhatikan saat soket injektor dilepas sementara pada silinder mana tidak terjadi perubahan rpm mesin. Injektor pada Silinder itulah yang sedang bermasalah.

Cara Memeriksa Injektor

A. Memeriksa Injektor Dengan Test lamp.
Test lamp merupakan salah satu peralatan bengkel yang dapat digunakan untuk memeriksa sistem kelistrikan mobil,test lamp bekerja pada tegangan operasi 12 voltDC,  jadi bukan test pen seperti yang biasa digunakan untuk pemeriksaan listrik PLN. Adapun cara pemeriksaan injektor dengan menggunakan test lamp akan kami bahas berikut ini. 

Cara memeriksa injektor dengan test lamp

  • Pertama Hubungkan ujung kabel test lamp pada terminal aki positif
  • Kedua Hubungkan ujung lampu test satunya lagi dengan terminal injektor pada bagian yang langsung ke ECU. 
  • Ketiga Hidupkan mesin apakah terlihat kedipan lampu test saat mesin hidup.
Pemeriksaan injektor dengan menggunakan test lamp ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengendali injektor yang berasal dari ECU bekerja dengan baik dan tidak dapat menunjukkan kondisi baik buruknya injektor itu sendiri. 

Cara memeriksa injektor dengan Ohm Meter

Untuk mengetahui kondisi injektor dapat kita lihat dari nilai tahanan atau resistansi sebuah injektor. Dalam melakukan pengukuran nilai tahanan atau nilai resistor injektor kita dapat menggunakan ohm meter atau avo meter (avometer digital atau pun avometer analog).

ketika nilai resistansi injektor atau tahanan yang terukur pada terminal injektor berubah menjadi lebih kecil dari nilai yang seharusnya, hal ini akan berakibat pembakaran dalam ruang bakar tidak sempurna atau dengan kata lain bahan bakar tidak terbakar semua saat terjadi proses pembakaran didalam ruang bakar. 

Sedangkan ketika nilai tahanan injektor berubah menjadi lebih besar dari tahanan standarnya, hal ini akan membuat injektor tidak bekerja mengabutkan bensin dan membuat mesin nyendat dan mesin getar serta dapat juga menimbulkan gejala mesin sering mati ketika diperlukan tenaga besar.

Mesin nyendat atau terasa brebet saat akselerasi, sedangkan pada putaran mesin tanpa beban atau putaran tinggi tidak terasa pengaruhnya terhadap kinerja mesin,tetapi ketika mesin akselerasi pada putaran berkisar 1500 rpm sampai 2000 rpm terasa akibat pengabutan yang tidak sempurna dan terjadi banjir.

Nilai tahanan standar injektor berkisar antara 12 ohm sampai 15 ohm (silahkan lihat manual booknya karena setiap kendaraan biasanya berbeda-beda).

Untuk memeriksa apakah kondisi injektor bagus dalam mengabutkan bahan bakar kita dapat mengamati kondisi busi (biasanya busi dengan injektor yang memeliki nilai tahanan yang terlalu rendah, maka busi akan terlihat lebih basah dari busi di silinder yang lain yang injektornya tidak mengalami kerusakan. Sedangkan untuk injektor yang nilai tahanan lebih tinggi dari seharusnya biasanya kondisi busi cenderung berwarna lebih putih pada elektrodanya.

Baca juga: Cara Mengatasi Trouble DTC P0115

Demikian ulasan kami tentang Gejala Injektor Bermasalah, Cara Memeriksa Injektor Pada Mobil Efi,Semoga dapat menambah wawas kita semua, jangan lupa kunjungi juga artikel pilihan kami berikut ini. 

Tujuan Pengetesan Emisi Gas Buang, Cara Mendeteksi Gangguan Mesin Menggunakan Hasil Uji Emisi

Tujuan Pengetesan Emisi Gas Buang, Cara Mendeteksi Gangguan Mesin Menggunakan Hasil Uji Emisi,- Tujuan pengetesan emisi adalah untuk memperoleh gambaran secara cepat, tentang efisiensi pembakaran di dalam mesin. Setiap proses pembakaran di mobil bensin, akan menghasilkan beberapa parameter gas buang yaitu CO ( carbonmonoxida ), HC ( hydrocarbon ), CO2 ( carbondioxida ), O2 ( oksigen ), Lambda dan AFR ( air fuel ratio ).

Besarnya nilai-nilai dari masing-masing parameter tersebut akan memberikan gambaran kepada kita, tentang kondisi efisiensi pembakaran.

A. CO ( carbonmonoxida )
CO Adalah sisa bensin yang tidak terbakar dan ikut terbuang keluar lewat knalpot. Kondisi ini disebabkan oleh percampuran udara dan bahan bakar ( bensin ) didalam mesin yang tidak seimbang, dimana jumlah bagian bensinnya lebih banyak daripada jumlah bagian udaranya, atau dengan kata lain terjadi campuran kaya / RICH ( kebanyakan bensin ). Hal-hal yang bisa menyebabkan percampuran kaya adalah :

Penyebab Campuran Yang Terlalu Kaya

  • Filter udara mampet.
  • Spuyer ( main jet/slow jet ) korosi, longgar.
  • Stelan karburator salah.
  • Choke menutup terus.
  • Injector tdk mengabut dengan baik ( kencing ).
  • Cold start injector kerja terus menerus.*
  • Terjadi kesalahan sensor ( MAP, Air Flow, IAT, ECT dan O2sensor ). Masing-masing sensor tersebut memberikan signal tegangan yang besar ke ECU, sehingga ECU meningkatkan debit bensin.

Nilai CO yang diperbolehkan maximal 3% untuk mobil karburator dan 2% untuk mobil injeksi.
Semakin kecil nilai CO semakin efisien proses pembakaran yang terjadi di mesin.

Baca juga: Cara Mengatasi Mesin Nglitik

B. HC ( Hidrocarbon )
HC Adalah sisa bensin yang tidak terbakar dan ikut terbuang keluar lewat knalpot. Kondisi ini disebabkan penyebaran panas di ruang bakar yang tidak sempurna.

Faktor Penyebab Pembakaran Bahan Bakar Tidak Sempurna

  • Tekanan kompresi lemah ( piston, ring piston aus, stelan/celah klep tidak tepat ( terlalu rapat ).
  • Stelan timing pengapian yang tidak tepat.
  • Kabel busi rusak/resistornya tinggi.
  • Platina atau pickup coil rusak.
  • Ignition coil rusak/tegangan sekundernya lemah.
  • Pemakain type busi yang tidak tepat ( type busi dingin ).
  • Terjadi kesalahan sensor pengapian ( CKP, CMP ).


Nilai HC yang diperbolehkan maximal 450 ppm, untuk mobil karburator dan 250 ppm untuk mobil injeksi. Semakin kecil nilai HC berarti semakin efisien proses pembakaran yang terjadi di mesin.

C. Lambda (£)
Lamda Merupakan kesimpulan proses pembakaran yang terjadi di mesin, jika Lambdanya 1 ( satu ), Berarti pembakaran bahan bakar dimesin sangat efisien/ideal, dalam artian komposisi percampuran udara dan bahan bakar benar-benar homogen. Namun biasanya kita sangat sulit untuk men-tune up kendaraan untuk memperoleh nilai lambda dengan angka 1 ( satu ). Oleh karenanya nilai lambda ini mempunyai posisi range nilai 0,95 s/d 1,05.

Jika nilai Lambda kurang dari angka itu berarti terjadi percampuran gemuk ( kebanyakan bensin), sedangkan jika nilai Lambda melebihi dari angka itu menandakan campuran kurus (kebanyakan udara ).

Note: saat kita memperhatikan nilai lambda, kita harus mengamati pergerakan nilai O2, jika nilai O2nya tinggi ( diatas 3% atau lebih ) ada kemungkinan terjadi kebocoran knalpot, dan jika knalpot bocor, maka nilai lambda tidak bisa dipakai sebagai patokan kesempurnaan pembakaran.

D. AFR ( Air Fuel Ratio )
AFR Menunjukkan jumlah bagian udara yang terjadi di ruang pembakaran mesin. Idiealnya mesin yang efisien mempunyai nilai AFR 14,7. Namun dalam kenyataannya kita tidak bisa/sulit mengkondisikan mesin/men-tune up mesin untuk mendapatkan nilai AFR sebesar 14,7. Oleh karenanya nilai AFR ini berkisar antara 14,5 s/d 15,5. Apabila nilai AFR kurang dari angka itu/lebih rendah, maka terjadi percampuran gemuk(kebanyakan bensin), sebaliknya jika nilai AFR melebihi dari angka itu berarti terjadi percampuran kurus ( kebanyakan udara ).

Note: saat kita memperhatikan nilai AFR, kita harus mengamati pergerakan nilai O2, jika nilai
O2nya tinggi ( diatas 3% atau lebih ) ada kemungkinan terjadi kebocoran knalpot, dan jika
knalpot bocor, maka nilai AFR tidak bisa dipakai sebagai patokan kesempurnaan pembakaran.

E. Carbondioxida ( CO2 )
Homogenitas percampuran udara dan bahan bakar serta efisiensi pembakaran sebuah mesin bensin bisa dilihat dari besarnya nilai CO2. Untuk proses pembakaran yang paling sempurna nilai CO2 sebesar 16%, namun kita susah mengkondisikan hal tersebut. Olehkarenanya nilai CO2 berkisar antara 12% s/d 16%.

Note: saat kita memperhatikan nilai CO2, kita harus mengamati pergerakan nilai O2, jika nilai O2nya tinggi ( diatas 3% atau lebih ) ada kemungkinan terjadi kebocoran knalpot, dan jika knalpot bocor, maka nilai CO2 tidak bisa dipakai sebagai patokan kesempurnaan pembakaran.

F. Oksigen ( O2 )
Setiap terjadi proses pembakaran bensin, selalu memerlukan udara untuk membentuk homogenitas campuran udara dan bahan bakar sehingga mudah dibakar dengan api busi. Besarnya nilai O2 yang diijinkan adalah maximal 2%, semakin kecil semakin bagus, yang berarti udara yang masuk ke mesin dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk pembakaran. Namun ada kalanya nilai O2 sangat extreme tinggi ( lebih besar dari 2 % ), hal ini biasanya pertanda knalpot bocor. Oleh karenanya jika terjadi kebocoran di knalpot maka, nilai-nilai O2, Lambda, AFR dan CO2, tidak bisa sebagai patokan kesempurnaan pembakaran.

CATATAN :
Dalam setiap design mesin sudah diperhitungkan secara matang, untuk mendapatkan efisiensi pembakaran, dengan jalan mengontrol aliran udara dan bahan bakar sebagus mungkin, sehingga setelah kedua zat tersebut bertemu diruang bakar, campuran yang terjadi adalah campuran yang IDEAL/Homogen. Tetapi dalam kenyataannya, sering terjadi campuran kaya ( banyak bensin ) dan campuran kurus ( banyak udara ). Dalam hal ini terjadinya campuran kurus bukan berarti lubang udaranya menjadi besar volumenya, tetapi justru debit bensin yang dikucurkan ke mesin, berkurang. Problem yang sering terjadi karena lemahnya pompa bahan bakar, injector mampet/buntu, filter bensin kotor atau saluran bahan bakar kotor.

Baca juga:Cara Mengukur Emisi Gas Buang Menggunakan Gas Analyzer

Demikian ulasan kami  tentang Tujuan Pengetesan Emisi Gas Buang, Cara Mendeteksi Gangguan Mesin Menggunakan Hasil Uji Emisi,semoga dapat menambah wawasan kita, jangan lupa kunjungi juga artikel menarik kami berikut. 

Gejala Akibat CKP Sensor Rusak, Cara Memeriksa CKP Sensor

ECU menggunakan sinyal yang dikirim dari CKP Sensor untuk mengaktifkan Relay Auto Shut Down (ASD) atau yang lebih sering dikenal dengan Relay EFI. Rela EFI itulah yang bertugas untuk mengaktifkan IG Coil yang berfungsi untuk memulai proses pengapian di dalam silinder mesin (ruang bakar).

Gejala Akibat CKP Sensor Rusak

Bila sensor CKP rusak, maka gejala yang paling jelas adalah mobil tidak bisa hidup,biasanya Mobil dapat di start akan tetapi tidak bisa hidup.
Berikut gejala yang lebih spesifik, jika kondisi sensor CKP buruk atau rusak :

Baca juga: Cara mengatasi Mesin Nglitik

Relay EFI tidak aktif dengan demikian tidak dapat memberikan daya untuk mengaktifkan : 
  • Injector bahan bakar
  • Coil pengapian
  • Relay pompa bahan bakar
Tidak ada percikan bunga api dari semua busi serta Pompa bahan bakar tidak aktif selama cranking ECU tidak dapat mengaktifkan injector, Inilah Dua gejala penting yang harus dicari ketika busi tidak memercikkan bunga api dan tidak ada sinyal dikonektor injector (ditest dengan menggunakan lampu LED). Jika satu busi memercikkan bunga api, atau salah satu injector mengeluarkan sinyal, itu berarti sensor CKP tidak rusak.

Cara memeriksa CKP Sensor

A. Memeriksa Tegangan Output Sinyal CKP Sensor
  • Lepas Socket CKP Sensor
  • Ukur Tegangan Output Sinyal CKP sensor dengan menggunakan multitester digital. 
  • Atur multimeter pada tegangan DC, tusukkan peniti ke kabel sensor CKP nomor 1, tempelkan lead multimeter merah (positif) ke peniti tadi dan pasangkan juga lead multimeter hitam (negatif) ke massa atau ground (bodi kendaraan/blok mesin).
  • Putar pulley crankshaft searah jarum jam perlahan-lahan sambil mengamati layar pada multimeter untuk melihat hasil pengecekan. Jangan pernah mengecek sinyal dengan menstart mesin karena bisa menyebabkan hasil pengecekan tidak akurat.
  • Jika CKP sensor rusak maka tidak dapat menunjukkan nila tegangan tertentu antara 0-5 volt. 
B. Memeriksa tegangan reverensi CKP Sensor
Dalam pemeriksaan tegangan berhati-hatilah dengan kabel yang menempel dengan ground atau dengan korsleting karena bisa berpotensi merusak ECU. Gunakan multimeter yang baik jangan menggunakan lampu LED Langkah dalam melakukan pemeriksaan sinyal adalah sebagai berikut:
  • Atur multimeter ke arah DC, hubungkan kabel nomor 3 dengan lead multimeter merah, jangan memeriksa pada pin konektor. Lakukan penusukan pada kabel nomor 3 dengan peniti.
  • Tempelkan lead multimeter hitam pada groud atau massa (bodi/blok mesin) 
  • Putar kunci kontak pada posisi On Jika sensor dalam keadaan baik maka layar pada multimeter akan menunjukkan angka 5 volt
C. Pemeriksaan terminal Ground (massa)
Dalam pemeriksaan terminal ground ckp sensor sama dengan pemeriksaan terminal yg lain,yaitu menggunakan multimeter dengan cara sebagai berikut:
  • Atur multimeter pada DC dan hubungkan lead multimeter hitam ke kabel nomor 2 dengan cara menusukkan peniti ke kabel 
  • Tempelkan lead merah multimeter pada terminal positif baterai 
  • Posisikan kunci kontak pada On Apabila rangkaian dalam keadaan baik, maka layar pada multimeter akan menunjukkan angka tegangan sebesar 12 Volt (sesuai tegangan baterai).
Baca Juga: Gejala Akibat Knock Sensor Rusak

Demikian Ulasan kami tentang Gejala akibat sensor CKP sensor rusak, Semoga dapat mrnambah wawasan kitas semua, jangan lupa kunjungi artikel pilihan kami berikut ini.