Pengaruh Penyetelan Celah Klep Yang Tidak Sesuai Terhadap Unjuk Kerja Mesin

Pengaruh Penyetelan Celah Klep Yang Tidak Sesuai Terhadap Unjuk Kerja Mesin, Kelihatan Sepele Tapi Sangat Berpengaruh Pada Performa Mesin Mobilmu,- Celah atau kerenggangan klep berfungsi agar klep dapat menutup dengan baik pada semua keadaan temperatur. Pada Saat mesin mobil kita hidupkan, maka komponen-komponen pada mesin akan bergerak dan saling bergesekkan antara satu komponen dengan komponem yang lainnya termasuk juga (klep, rocker arm, push rod, noken As).

Perlu kita ketahui bahwasannya Klep pada mesin jumlahnya berbeda-beda tergantung dari jenis mekanisme katup dari mesin itu sendiri, ada yang 1 silinder terdapat 2 klep (1 buah klep in dan 1 buah klep ex), ada yang 3 klep (2 klep in dan 1 katup Ex) dan ada yang 4 klep ( 2 buah klep in dan 2 buah klep ex).

Saat mesin hidup, mekanisme katup ini akan memperoleh gaya gesek dari segala arah dan beban panas, maka lama-kelamaan komponen dari mekanisme katup ini akan mengalami keausan, sehingga celah klep akan mengalami perubahan (semakin renggang). Akibat keausan ini maka celah katup akan menjadi besar, sehingga akan berdampam pada menurunnya kinerja dari mesin. Oleh karena hal tersebut maka celah klep lharus disetel secara berkala.

Pada saat kita melakukan pekerjaan penyetelan celah klep harus dilakukan dengan benar dan celah klep harus distel sesuai dengan standar spesifikasinya, biasanya pada saat kondisi dingin celah klep in sebesar 0.2 mm dan Celah klep Ex 0.3 mm ( ingat setiap jenis kendaaram biasnya standarnya berbeda-beda untuk lebih tepatnya sikahkan lihat pada buku pedoman reparasi kendaraan tersebut).

Penyetelan celah klep yang tidak sesuai standarnya akan menimbulkan berbagai permasalahan, yang ujung-ujungnya performa mesin drop, baik celah klep yang terlalu besar, celah klep yang terlalu kecil maupun bila katup tidak memiliki celah sama sekali.

Perlu diketahui bahwasannya penyetelan celah klep dimaksudkan untuk mempertahankan celah (clearance) antara ujung batang klep dengan ujung baut penyetel klep pada rocker arm (untuk mesin dengan tipe OHV) dan untuk mempertahankan celah (clearance) antara ujung batang klep dengan camlobe atau nok pada camshaft (untuk mesin tipe OHC dan DOHC) agar tetap sesuai standar. Dengan maksud agar diperoleh unjuk kerja mesin yang optimal.


Pengaruh Penyetelan Celah Klep Yang Tidak Sesuai


Pemberian Jarak Bebas atau celah dimaksudkan guna mengantisipasi pemuaian pada klep selama proses pembakaran pada mesin. Jika Jarak bebas klep terlalu lebar dapat mengakibatkan suara berisik pada mesin (daerah penutup setingan klep) dan jika jarak bebas klep terlalu sempit, saat klep memuai maka klep akan terdorong sehingga membuka port-port saluran masuk/buang pada ruang bakar, mesin akan kehilangan kompresi, susah stasioner, bahkan dapat menyebabkan klep gosong .
Penyetelan celah klep pada mesin tipe OHC


Selain hal tersebut diatas, penyetelan celah klep juga mempengaruhi lift klep atau tinggi klep membuka dan duration klep atau lamanya waktu klep membuka. Durasi bukaan katup merupakan lamanya waktu saat katup untuk membuka. Durasi bukaan ini akan berpengaruh terhadap kinerja dari mesin.

Ketika stelan klep dirapatkan, maka lift klep bertambah, dan durasi klep juga bertambah, Semakin lama durasi bukaan klep misalnya durasi bukaan klep in semakin lama maka campuran bahan bakar dan udara yang dihisap masuk ke dalam ruang bakar juga akan semakin banyak (optimal) dan begitu juga sebaliknya, jika semakin cepat durasi bukaan klep in maka akan semakin sedikit campuran bahan bakar dan udara yang dihisap ke dalam ruang bakar.

Tentu saja apabila campuran bahan bakar dan udara dihisap ke dalam ruang bakar secara optimal akan mempengaruhi kinerja mesin menjadi lebih baik.

Sama halnya ketika halnya pada klep ex, semakin lama durasi bukaan klep ex maka gas hasil pembakaran akan keluar dari ruang bakar secara maksimal, dan begitu juga sebaliknya, jika semakin cepat durasi bukaan klep ex maka gas sisa hasil pembakaran yang dapat dikeluarkan dari ruang bakar tidak akan maksimal.

Namun perlu diingat bahwasannya apabila durasi pembukaan antara katup hisap dan buang terlalu panjang maka akan menimbulkan beberapa masalah yaitu overlapping klep yang terjadi akan semakin besar, yang berdampak pada tekanan kompresi akan menjadi kecil dan tenaga yang dihasilkan mesin kurang optimal.

Overlapping klep merupakan keadaan dimana klep in dan klep ex membuka secara bersama-sama. Fungsi dari overlapping klep ini adalah untuk melakukan pembilasan pada ruang bakar. gas baru yang masuk ke dalam ruang bakar akan membantu mendorong keluar gas sisa hasil pembakaran untuk keluar menuju knalpot.

Namun perlu diingat juga, apabila overlap ini terlalu besar maka akan banyak gas baru yang akan terbuang atau ikut keluar bersama dengan gas sisa hasil pembakaran dan akan membuat penggunakan bahan bakar menjadi lebih boros serta akan meningkatkan polusi udara berupa gas hidrokarbon.

Efek lain dari terlalu lamanya durasi bukaan katup adalah tekanan kompresi yang akan semakin rendah. Hal ini dapat terjadi ketika waktu menutup katup ini terlalu jauh (terlalu lama) sehingga pada saat langkah kompresi tidak akan optimal yang akan membuat tekanan kompresi menjadi kecil. Dengan tekanan kompresi yang kecil maka tenaga yang dihasilkan oleh mesin juga akan tidak optimal.

Selain itu, apabila katup buang membuka terlalu cepat maka tenaga yang dihasilkan oleh proses pembakaran tidak akan secara optimal disalurkan ke poros engkol, melainkan akan dibuang melalui katup buang sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin juga akan menurun.
Sudut durasi oada camshaft

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh ilustrasi berikut ini, pada saat celah klep distel sesuai standar, lift klep sebesar 4.5 mm, dan ketika celah klep distel lebih sempit 0.02 mm, maka lift klep akan bertambah juga (tergantung jarak poros rocker arm, jika jarak poros  rocker armnya di tengah, maka akan lift klep akan bertambah 0.02 mm sehingga lift klep berubah menjadi 4.52 mm (4.5 mm + 0.02 mm).

Ketika stelan klep direnggangkan, maka lift klep berkurang, dan durasi klep juga berkurang. hal ini membuat langkah kompresi lebih padat (karena lebih lama), meskipun berdampak pada campuran bahan bakar dan udara yang masuk menjadi lebih sedikit. Serta klep buang akan membuka lebih lambat ketika akhir langkah usaha, sehingga langkah usaha lebih lama.
Diagram Durasi Klep
Perlu diketahui dari kasus diatas karena kompresi lebih padat dan langkah usaha lebih panjang, maka torsi mesin pada putaran bawah sampai menengah lebih bagus. apalagi, setelan renggang mampu menyediakan celah buat katup untuk menutup sempurna. Torsi mesin lebih bagus diperoleh dengan pemakaian bbm yang lebih sedikit (karena lift dan duration berkurang), sehingga mesin lebih irit, serta klep juga mempunyai waktu untuk menyalurkan panas lewat dudukan katup lebih lama, jadi klep lebih dingin.

Sebaliknya, jika stelan klep lebih rapat dari standar maka lift klep dan duration klep bertambah, hal ini berakibat campuran bahan bakar dan udara yang masuk keruang bakar ebih banyak, namun langkah kompresi kurang padat (karena langkah kompresi menjadi lebih pendek dibandingkan dengan setelan katup renggang.

Demikian pula, langkah tenaga lebih pendek dari setelan klep renggang), sehingga berdampak torsi mesin saat putaran bawah sampai menengah lebih kecil, namun torsi pada putaran atas lebih bagus, karena aliran camluran bahan bakar dan udara menuju ruang bakar lebih banyak dan lancar alhasil konsumsi Bahan bakarpun lebih boros daripada stelan klep renggang.

Namun juga perlu diingat, jika terlalu renggang, mesin akan berisik (kepala katup, rocker arm, ujung baut penyetel katup, dan noken as) akan lebih cepat aus. Selain itu bearing noken as juga akan lebih cepat aus karena hentakan pada saat membuka klep bertambah.

Serta dilain sisi, karena terlalu renggang, laju gas masuk dan keluar mesin berkurang terlalu banyak (bukaan klep lebih lambat), mesin justru kurang tenaga (ngempos), dan lebih panas (campuran terlalu kurus dan gesekan bertambah). karena tenaga berkurang alhasil konsumsi bahan bakar boros juga karena kita cenderung harus menginjak pedal gas lebih dalam.

Demikian pula jika stelan klep terlalu rapat, maka katup tidak menutup sempurna, mesin susah hidup, suara mesin bergetar dan tidak bisa langsam, tenaga ngempos (kompresi bocor), klep menjadi terlalu panas atau overheat (karena proses pelepasan panas tidak cukup atau terlalu singkat terutama pada klep ex). Selain itu juga dapat berdampak pada ujung kle serta ujung baut penyetel klep lebih cepat aus (karena terkena dorongan ledakan ruang bakar dari klep). bahkan, klep dapat melengkung.

Demikian ulasan kami tentang Akibat Penyetelan Celah Klep Yang Tidak Sesuai, Kelihatan Sepele Tapi Sangat Berpengaruh Pada Performa Mesin Mobilmu, jangan lupa kunjungi juga ulasan terbaik kami berikut ini.

Cara Kerja Sistem Cruise Control, Komponen Beserta Fungsinya Masing-Masing

Cara Kerja Sistem Cruise Control, Komponen Beserta Fungsinya Masing-Masing,- Pada Saat kita mengemudi mobil pada jalan raya atau jalan tol yang panjang selama berjam-jam, sangat mungkin kaki akan terasa pegal atau kaku karena harus menekan pedal gas secara terus menerus.

Untuk mengatasi masalah ini, maka pabrikan mobil berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi yang dikenal dengan teknologi Sistem Cruise Control.

Sistem Cruise control adalah sebuah teknologi yang memungkinkan pengemudi bebas mengendarai mobil dengan kecepatan stabil, tanpa kaki harus terus menerus menekan pedal gas. Hal ini dapat dilakukan dengan memacu kendaraan berjalan pada kecepatan tertentu yang diinginkan dan kemudian mengaktifkan fungsi cruise control melalui switch yang terdapat pada steer.

Sistem Cruise Control umumnya tidak bisa diaktifkan saat kecepatan mobil berada di bawah 40 km/jam. Cruise control system juga tidak boleh digunakan pada jalanan dengan banyak tikungan, tanjakan, dan turunan. Karena Jalan dengan tipikal tersebut membutuhkan banyak pengereman yang nontabenenya sistem cruise control akan nonaktifkan ketika pedal rem dipijak.

Penggunaan sistem ini secara tidak tepat justru bisa membahayakan keselamatan, sehingga dikembangkan lagi menjadi sistem adaptive cruise control. Adaptive Cruise Control (ACC) yang disebut pula sebagai Autonomous Cruise Control System, menggunakan teknologi canggih untuk mengoperasikan pengereman dan mengontrol percepatan secara otomatis.

Sistem adaptive cruise control memanfaatkan laser atau radar yang mampu mendeteksi jarak dengan kendaraan lain di depannya dan kendaraan akan melakukan pengereman ketika jaraknya terlalu dekat atau menambah kecepatan ketika jarak dengan kendaraan lain didepannya aman.
Setiap Pabrikan mobil memiliki nama berbeda untuk menyebut teknologi adaptive cruise control sytem ini,  Berikut ini adalah beberapa diantaranya:

  • Distronic Plus  sebutan untuk produk Mercedes-Benz
  • Active Cruise Control untuk produk BMW
  • Smart Cruise Control  sebutan untuk produk Hyundai
  • Intelligent Cruise Control untuk produk mobil Nissan
  • Dynamic Radar Cruise Control untuk produk mobil Lexus

Cara Kerja Sistem Cruise Control

1. Cara Mengaktifkan Sistem Cruise Control
Sistem cruise control sebenarnya memiliki beberapa fungsi lain selain berfungsi untuk mengatur kecepatan kendaraan. sistem ini juga dapat dipercepat atau diperlambat 1 mph dengan menekan sebuah tombol. Dengan menekan tombol 5 kali akan mempercepat atau memperrlambat 5 mph. Sistem ini juga dilengkapi dengan kebutuhan pengaman, yaitu jika diinjak pedal rem maka sistem akan segera tidak aktif dan sistem ini tidak akan bekerja pada kecepatan dibawah 25 mph (40 km/jam).

Pada gambar dibawah ini ditunjukkan 5 tombol pada switch sistem cruise control, yaitu: On, Off, Set/Accel, Resume, Coast.

Jika kendaraan dilengkapi dengan transmisi manual, maka pedal kopling juga dipasang sensor sehingga jika pedal kopling diinjak maka sistem cruise control akan berhenti bekerja atau off.
Tombol pengendali sistem cruise control

A. Tombol On dan Off

Kedua tombol ini tidak banyak berpengaruh. Penekanan tombol On tidak akan terjadi apa-apa tanpa diikuti penekanan tombol lain dengan segera. Penekanan tombol Off akan mematikan sistem cruise control jika saat itu sistem sedang aktif. Beberapa sistem cruise control tidak dilengkapi tombol ini, karena sistem akan Off ketika pengendara menginjak pedal rem atau kopling dan sistem aktif ketika pengendara menekan tombol set.

B. Tombol Set/Accel
Jika Tombol set/accel ditekan, maka kendaraan akan mempertahankan kecepatan saat itu. Misalnya saat laju kendaraan 60 km/jam dan tombol Set/Accel ditekan maka mobil akan dengan kecepatan tetap dipertahankan  pada kecepatan 60 km/jam.

Dan Jika saat itu ditekan lagi tombol set/accel maka mobil akan akselerasi, setiap ditekan 1 kali maka kecepatan bertambah 1 mph lebih cepat.

C. Tombol Resume
Jika pengemudi menekan pedal rem maka sistem cruise control akan tidak aktif, selanjutnya jika ditekan tombol resume mobil akan diakselerasi kembali pada kecepatan yang sudah terset sebelumnya (saat cruise control aktif).

D. Tombol Coast
Penekanan tombol coast akan menyebabkan mobil diperlambat, setiap ditekan satu kali maka perlambatan terjadi 1 mph. 

2. Cara Mematikan atau Menonaktifkan Sistem Cruise Control
Pada setiap pedal rem dan kopling dilengkapi dengan sebuah switch, dimana jika salah satu pedal diinjak maka sistem cruise control akan segera Off. Sehingga untuk mematikan sistem cruise control pengemudi tinggal menginjak pedal rem atau kopling sekali saja.

Actuator Sistem Cruise Control
Sistem cruise control mengatur kecepatan kendaraan agar konstan sesuai keinginan pengendara dengan mengatur posisi katup gas. Tetapi penggerak katup gas menggunakan kabel yang tersambung pada aktuator. Sehingga saat sistem cruise control sudah aktif dan kendaraan lewat jalan sedikit menanjak kecepatan kendaraan cenderung akan berkurang maka aktuator akan diperintahkan oleh ECU untuk membuka katup gas sehingga kecepatan kendaraan akan dipertahankan. Sebaliknya jika kendaraan lewat jalan turunan maka aktuator akan di kontrol oleh ECU untuk menutup katup gas sehingga kecepatan akan dipertahankan.
Katup gad dengan 2 pengendali
Pada gambar diatas dapat kita lihat terdapat "l"dua buah kabel penggerak katup gas yang terpasang pada poros katup.yang akan menggerakkan katup gas. Satu kabel dari pedal gas dan satunya dari aktuator sistem cruise control. Ketika cruise control bekerja, aktuator menarik atau membebaskan kabel untuk mengatur posisi katup gas, hal ini juga akan menggerakkan pedal gas, sehingga mengapa pedal bergerak naik turun ketika sistem cruise control bekerja.
Actuator penggerak katub gas
Banyak kendaraan dengan sistem cruise control menggunakan aktuator yang digerakkan oleh kevakuman engine untuk membuka dan menutup katup gas. Sistem tersebut menggunakan sebuah katup yang terkontrol secara elektronik untuk meregulasi kevakuman pada sebuah diafragma. Kerja komponen ini seperti booster rem yang memberi bantuan tenaga untuk melakukan pengereman.

Unit Pengatur atau Pengontrol Sistem Cruise Control
Otak dari sistem cruise control adalah sebuah komputer kecil yang biasanya terdapat di bawah hood atau dibelakang dashboard atau sering disebut ECU Cruise control system, ECU ini tersambung ke aktuator dan sensor-sensor yang ada pada sistem cruise control.

Sistem yang bagus akan bekerja dengan halus ketika terdapat penyesuaian kecepatan sesuai yang kita inginkan tanpa ada osilasi kecepatan (overshooting) dan kecepatan teratur tetap, tidak tergantung pada beban yang diangkut kendaraan atau berapa tingkat tanjakan kendaraan sedang lalui. Pengaturan laju kendaraan merupakan hal penerapan yang klasik dari teori sistem pengaturan. Karena yang akan diatur tetap adalah laju kendaraan maka pada rangkaian kontrol diperlukan feedback informasi dari kecepatan/laju kendaraan dan posisi tepat dari bukaan katup gas, juga sensor-sensor yang diperlukan untuk menonaktifkan sistem.

Diagram dibawah ini menunjukkan hubungan inputs dan output dari sebuah sistem cruise control.
Diagram input dan output sistem cruise control

Sensor paling penting pada sistem cruise control adalah sinyal kecepatan laju kendaraan, sistem cruise control bekerja berdasarkan sinyal ini.

Metode kontrol yang dapat digunakan untuk aplikasi sistem cruise control antara lain yaitu:

A. Proportional Control
Pada sistem proportional control, cruise control menyetel proporsi katup terhadap nilai error, adapun nilai error merupakan perbedaan dari harapan kecepatan dengan kecepatan yang sedang terjadi. Sehingga jika cruise control di set pada kecepatan 60 km/jam dan mobil berjalan dengan kecepatan 50 km/jam, maka posisi katup gas akan dibuka dengan lebar. Dan Ketika mobil sedang berjalan dengan kecepatan 55 km/jam,maka posisi katup gas akan dibuka setengahnya saja. Hasil dari pembukaan katup akan mendekatkan kecepatan kendaraan sesuai dengan harapan. Jika kendaraan benar-benar sedang menanjak, mobil tidak dapat mencapai harapan kecepatan sepenuhnya.

B. PID Control
Kebanyakan sistem cruise control menggunakan sebuah skema kontrol yang disebut proportional-integral-derivative control (PID control).

Sebuah sistem kontrol PID menggunakan ketiga faktor yaitu proporsional, integral dan turunan (derivative), perhitungannya masing-masing secara individual dan hasil ketiganya ditambahkan untuk mendapatkan posisi katup gas yang sesuai.

Faktor integral berdasarkan integral waktu dari eror kecepatan laju kendaraan. Perubahan perbedaan antara jarak tempuh yang terjadi dan jarak yang telah terjadi sebagai harapan pada laju kendaraan dihitung berdasar periode waktu. Faktor ini membantu kendaraan kendaraan menanjaki tanjakan dan membantu kendaraan mencapai kecepatan yang benar dan tetap. Selanjutnya jika kendaraan menaiki tanjakan dan putaran turun, kontrol proporsional meningkatkan pembukaan katup sedikit, tetapi kendaraan tetap turun putarannya, setelah beberapa kali kontrol integral akan mulai meningkatkan bukaan katup secara terus menerus, karena jauhnya selisih (besarnya eror) antara laju kendaraan dengan harapan. Sekarang faktor yang terakhir, derivative (turunan). Ingat bahwa turunan dari kecepatan adalah percepatan. Faktor ini membantu sistem cruise control merespon secara cepat untuk berubah, misal saat menanjak, jika mobil mulai lambat,cruise control dapat membaca keadaan ini (perlambatan atau percepatan) sebelum laju kendaraan berubah secara besar, dan merespon dengan membuka katup gas.

Cara Kerja Sistem Adaptive Cruise Control

Meningkatnya tingkat kemacetan dijalan cruise control konvensional diatas jadi kurang diterapkan, tetapi sekarang dikembangkan lagi untuk memenuhi kebutuhan agar dapat mengurangi kelelahan pengemudi dengan mempertimbangkan realita yang ada cruise control disesuaikan dengan kebutuhan kenyamanan pengendaraan. Sistem yang baru disebut dengan Adaptive Cruise Control (ACC), yang mana kendaraan dengan sistemAdaptive Cruise Control dapat diatur kecepatannya dan dapat mengikuti kendaraan yang ada didepannya dengan mempertahankan jarak yang aman. Dengan kata lain sistem ACC dapat mengatur kendaraan melakukan percepatan, perlambatan dan pengereman. Sistem ini menggunakan radar yang dipasangkan dibagian bumper depan kendaraan dilengkapi dengan digital signal processor dan kontroler longitudinal.
Ilustrasi Kendaraan dengan Sistem Adaptive Cruise Control.
Jika kendaraan yang diikuti diperlambat atau jika terdeteksi ada benda lain sistem mengirim sinyal ke engine atua sistem rem untuk deselerasi/perlambatan. Selanjutnya jika sistem jernih sistem akan kembali mengakselerasi kendaraan kembali pada kecepatan yang diset.

Struktur dasar dari sistem-sistem terkait padaAdaptive Cruise Control antara lain sensor-sensor yang dapat menunjukan jarak kendaraan (radar), kecepatan roda-roda, sudut kemudi, sensor akselerasi, yaw rate sensor atau giro sensor. Adapun sistem-sistem yang dipengaruhi antara lain ESP atau TCS, Transmisi dan Motronik (sistem pengapian dan injeksi).


Komponen terpenting pada sistem Adaptive cruise kontol adalah sebuah sensor yang mengukur jarak, kecepatan relatif dan posisi relatif dari kendaraan. Sensor yang digunakan adalah sistem radar yang bekerja dengan frekwensi 77-GHz yang dapat mengukur sampai jarak 492 feet (150 meter), dan bekerja pada rentang kecepatan kendaraan 18.6 mph (30 km/jam) to 111 mph (180 km/jam). Sistem Delphidapat bekerja dengan frekwensi 76 GHz dan dapat mendeteksi benda dengan jarak 492 feet (150 meter), dan bekerja dengan kecepatan dibawah 20 mph (32 km/jam).
Skema Sistem Adaptive Cruise Control
Ketika Kendaraan melaju kemudian didepannya ada kendaraan lain dan sistem Adaptive cruise controldi aktifkan, maka sensor-sensor akan segera mengirim data menuju ECU. Sensor radar akan menunjukkan jarak benda didepannya dan keadaan ini akan menjadi referensi sistem pengaturan.

Selanjutnya sensor-sensor kecepatan roda akan membaca laju kendaraan. Bila sensor radar memberi informasi perubahan jarak benda didepannya lebih besar maka ECU akan mengontrol pembukaan katup gas lebih besar sehingga kendaraan akan mendekati objek didepannya, sesaat sensor-sensor roda menunjukkan laju kendaraan bertambah setelah jarak referensi diperoleh maka katup gas dipertahankan, tetapi bila jarak berubah semakin dekat, maka ECU akan meminta sistem rem bekerja mengurangi laju kendaraan, dengan demikian akan diperoleh jarak yang relatif tetap antara kendaraan dengan objek didepannya.

Demikian ulasan kami tentang sistem cruise control,semoga dapat menambah wawasan kita semua,jangan lupa kunjungi artikel pilihan kami berikut ini.

Pengaruh Penggunaan Angka Oktan Bensin Yang Tidak Sesuai,Ini Cara Menentukan Angka Oktan Mobil Kesayangan Anda

Pengaruh Penggunaan Angka Oktan Bensin Yang Tidak Sesuai,Ini Cara Menentukan Angka Oktan Mobil Kesayangan Anda,- Angka oktan bahan bakar merupakan angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan atau dapat terbakar secara sensirinya. Di dalam mesin mobil yang sehari-hari kita gunakan, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil didalam ruang bakar dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi peristiwa yangvdisebut dengan istilah knocking atau ketukan di dalam mesin (mesin nglitik. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus dihindari, atau singkatnya Angka Oktan merupakan angka yang menunjukkan tingkat ketahanan bahan bakar terhadap terjadinya knocking atau mesin nglitik.



Kandungan bahan kimia yang terkandung di dalam bahan bakar akan menentukan karakteristik proses pembakaran pada mesin dengan pengertian pada suhu dan tekanan berapa bahan bakar mulai terbakar dan seberapa cepat proses pembakaran itu terjadi.

Bahan bakar dengan angka oktan yang lebih tinggi tentunya lebih tahan terhadap suhu dan tekanan yang lebih tinggi juga dan alhasil proses pembakarannya lebih lambat dibandingkan bahan bakar dengan angka oktan yang lebih rendah.

Penggunaan angka Oktan bahan bakar yang sesuai dengan jenis mesin dapat mencegah terjadinya knocking. Pada mesin konvensional dengan kompresi rendah dapat menggunakan bahan bakar dengan angka oktan 87-an. Sedangkan pada mesin dengan teknologi EFI minimal bahan bakar yang digunakan berangka oktan 90-an karena mesin-mesin ini biasanya memiliki kompresi yang tinggi.

Cara Memilih Angka Oktan Yang Sesuai 

Berapakah Tingkat angka oktan yang dibutuhkan oleh mobil anda..?,biasanya pabrikan mobil atau ATPM selalu menganjurkan angka oktan tertentu pada setiap produk atau mobil yang diproduksinya. kalau anda bingung sebenarnya berapa angka oktan yang dibutuhka n oleh mobil kita,kita bisa melihat tulisan dibalik cover fuel tank pada kendaraan kita,biasanya ATPM menunjukkan angka oktan yang seharusnya dikonsumsi oleh mobil tersebut,klw terpaksa tidak ada silahkan anda lihat di buku manualnya.


Nilai oktan sebuah bahan bakar yang paling umum digunakan di seluruh dunia adalah nilai Research Octane Number atau sering diaebut dengan istilah RON. RON ditentukan dengan cara mengisi bahan bakar ke dalam mesin uji dengan rasio kompresi variabel atau kompresi yang berbeda-beda dengan kondisi yang teratur. Nilai RON diambil dengan membandingkan campuran antara iso-oktana dan n-heptana. Misalnya seperti ini, sebuah bahan bakar dengan RON 88 berarti 88% kandungan bahan bakar itu adalah iso-oktana dan sisanya yaitu sebesar 12%-nya adalah n-heptana.

Di negara kita Indonesia ini perlu kita ketahui bahwasannya ada 5 pilihan bensin atau bahan bakar yang beredar berdasarkan angka oktan (RON : Research Octane Number), Yaitu Ada RON 88 (Premium), RON 90 (Pertalite), RON 92 (Pertamax), RON 95 (Pertamax plus), dan RON 98 (Pertamax Turbo).

Pengaruh Penggunaan Angka Oktan Bensin Yang Tidak Sesuai

Knocking atau sering disebut dengan istilah mesin ngelitik dapat terjadi pada mesin jika angka oktan bahan bakar yang digunakan lebih rendah dari seharusnya, sehingga bahan bakar tidak tahan terhadap suhu atau temperatur dan tekanan yang tinggi dan berakibat bahan bakar terbakar dengan sendirinya bukan terbakar akibat percikan bunga api busi.

Knocking juga akan lebih mudah terjadi saat beban mesin berat atau saat akselerasi. (bunyi nglitik akan dapat terdengar dengan mudah pada saat anda pijak pedal gas secara tiba-tiba atau bisa juga dengan cara hidupkan mesin mobil anda kemudian tarik tuas rem tangan dan masukkan gigi 2 kemudian lepas secara perlahan pedal kopling ). Saat terjadi knocking akan terdengar suara ketukan seperti logam beradu.

Saat piston bergerak keatas melakukan langkah kompresi tekanan dan suhu ruang bakar sangat tinggi, jika mesin menggunakan bahan bakar dengan angka oktan yang lebih rendah dari seharusnya maka bahan bakar akan mulai terbakar dengan sendirinya sebelum busi memercikkan bunga api.

Pembakaran dan ledakan maksimal terjadi saat piston sedang bergerak keatas menyelesaikan langkah kompresi, gerakan piston yang terhalang gelombang ledakan pembakaran ini membuat piston bergerak kesamping bersentuhan dengan dinding silinder dan menghasilkan bunyi knocking.

Jika hal ini berlangsung secara terus menerus dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin seperti piston dan dinding silinder.

Selain faktor angka Oktan bahan bakar yang terlalu rendah, ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya knocking seperti kerusakan pada sistem EGR, ruang bakar yang terlalu banyak timbunan karbon sehingga membuat perbandingan kompresi menjadi lebih tinggi, timbunan karbon didal ruang bakaryang telah membara, campuran bahan bakar dan udara yang terlalu kurus karena Injektor yang kotor, atau mesin mengalami overheat.

Mesin-mesin keluaran terbaru atau mesin EFI  sudah dilengkapi dengan knock sensor untuk mendeteksi getaran atau knocking yang terjadi pada mesin tersebut

Saat knock sensor mendeteksi terjadi knocking maka akan segera mengirimkan sinyal ke ECU untuk memajukan saat pengapian atau timing pengapian mesin sehingga tidak terjadi knocking. namun hal ini akan berdampak pada menurunnya tenaga mesin serta konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya knocking adalah dengan menggunakan bahan bakar dengan angka oktan yang lebih tinggi.

Angka oktan bensin atau bahan bakar tergantung pada campuran antara hydrocarbon dan kandungan lain yang ditambahkan kedalam bahan bakar tersebut.

Tetraethyl lead merupakan bahan tambahan yang sering diberikan untuk meningkatkan angka oktan bensin. Bahan ini merupakan bahan yang sangat efektif dan harganya cukup murah untuk meningkatkan angka oktan. Namun bahan bakar dengan timbal (lead) tidak dapat digunakan pada kendaraan yang menggunakan Catalytic Conventer karena sifat timbal dapat merusak material katalis pada Catalytic Conventer.

Angka oktan bensin tanpa timbal yang sekarang banyak digunakan berada pada angka 87, dimana angka tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mesin dengan rasio kompresi 9-10 : 1. Mesin dengan perbandingan kompresi lebih tinggi atau mesin yang sudah dilengkapi dengan teknologi injeksi atau EFI membutuhkan angka oktan yang lebih tinggi ( angka oktan 90 atau 91).

Tentu dari ulasan ini anda bisa menyimpulkan sendiri jika anda menggunakan bahan bakar dengan angka oktan yang lebih rendah dari standarnya. Seandainya anda sangat terpaksa menggunakan bahan bakar dengan angka oktan yang lebih rendah dari seharusnya karena berbagai alasan, seperti anda berada didaerah yang tidak menjual bahan bakar oktan tinggi maka jangan melakukan akselerasi secara mendadak atau membuat mesin bekerja dengan beban yang berat.
Demikian ulasan kami tentang Pengaruh Penggunaan Angka Oktan Bensin Yang Tidak Sesuai,Ini Cara Menentukan Angka Oktan Mobil Kesayangan Anda, semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi juga artikel pilihan kami berikit ini.