Cara Ecu Mengatur Putaran Langsam Mesin, Beda Dengan Mesin Dengan Teknologi Non Injeksi

Cara Ecu Mengatur Putaran Langsam Mesin, Beda Dengan Mesin Dengan Teknologi Non Injeksi,- Saat injakan pada pedal gas dilepaskan maka serta merta putaran mesin akan menjadi rendah.

Putaran idle mesin tersebut di atur oleh Engine Idle Circuit, sehingga mesin dapat bekerja pada putaran paling rendah yang dimungkinkan tanpa menyebabkan mesin menjadi mati.
Putaran idle mesin biasanya diatur diantara angka 700 – 800 Rpm.

Cara Ecu Mengatur Putaran Langsam Mobil

Pada awalnya Sistem injeksi menggunakan komponen Idle Air Control Valve atau IAC Valve untuk menjaga mesin dapat berputar idle, IAC Valve tiap-tiap merk mobil mempunyai bentuk desain yang berbeda-beda, namun semuanya mempunyai prinsip kerja yang sama.

General Motors contohnya, menggunakan IAC valve berupa Stepper Motor yang memutar Thread Valve maju atau mundur untuk memperbesar atau memperkecil jalur udara masuk saat idle, sehingga dapat mengatur putaran idle pada tingkat yang semestinya.

Produk ford yang lebih tua banyak menggunakan IAC valve berupa Spring Load Plunger.
Putaran idle mesin dengan jenis IAC valve ini dikontrol oleh ECU dengan meningkatkan Duty Cycle Magnetic coil yang akan menggerakkan Air Valve melawan tekanan pegas dan memperbesar jalur masuknya udara ke dalam mesin.

Saat sensor-sensor memberikan input agar ECU untuk meningkatkan putaran idle , maka katup yang terdapat di dalam IAC akan terbuka untuk menambah aliran udara yang masuk kedalam mesin.

ECU juga akan mengatur Fuel injector untuk membuka lebih lama sehingga menambah pasokan bahan bakar yang masuk kedalam mesin. Putaran mesin akan bertambah tinggi karena pasokan udara dan bahan bakar yang masuk ke mesin bertambah banyak.

Sebagai contoh, saat AC dihidupkan maka beban mesin akan bertambah berat, ECU akan memberikan respon dengan menaikkan putaran idle untuk mengimbangi beban mesin yang bertambah saat AC dihidupkan supaya mesin tidak mati.

Kemudian pada saat menghidupkan mesin dalam kondisi dingin, berdasarkan sinyal yang diberikan Engine Coolant temperature sensor dan dari sensor-sensor yang lain maka ECU juga akan merespon dengan menaikkan putaran idle mesin, hal ini bertujuan untuk mempermudah menghidupkan mesin dan mempercepat mesin mencapai temperatur kerja serta mempermudah sirkulasi oli mesin. Disistem karburator kita mengenal istilah Choke.

Electronic throttle control atau throttle by wire (TWI) 

Pada mobil yang lebih modern saat ini sudah tidak menggunakan throttle valve yang digerakkan secara manual dengan menggunakan kabel gas lagi, pembukaan throttle valve dikontrol secara langsung oleh ECU.

Saat pedal gas ditekan, maka acceleratol - pedal position sensor akan bergerak dan memberikan laporan langsung ke ECU bahwa ada permintaan untuk menambah kecepatan kendaraan.

Kemudian ECU akan memberikan sinyal digital ke stepper motor yang berada di throttle body, yang kemudian membuka katup throttle untuk meningkatkan kecepatan kendaraan, secara bersamaan throttle position sensor jaga memberikan input ke ECU mengenai seberapa besar katup throttle terbuka.

Pada sistem ini sudah tidak digunakan lagi mekanisme manual yang menggunakan kabel gas yang menghubungkan pedal dengan throttle.

Pada sistem drive by wire ini IAC Valve sudah tidak digunakan. ECU mengontrol putaran idle mesin dengan membuka dan menutup katup throttle secara langsung.

Jadi setiap saat pedal gas diinjak dan katup throttle terbuka maka ECU akan memperpanjang waktu pembukaan injektor, untuk menjaga akurasi campuran udara dan bahan bakar.

Lamanya injektor terbuka di atur secara presisi oleh ECU berdasarkan hasil kalkulasi dari berbagai input sensor-sensor, diantaranya : Air Flow Meter, Air Intake Temperature, Engine temperature Sensor, barometic Sensor dll.

Selain itu ECU juga mendapat input dari Air/Fuel Sensor (Oxygen Sensor) agar dapat melakukan koreksi terhadap campuran bahan bakar berdasarkan kandungan oksigen pada gas buang yang diperiksa oleh sensor tersebut.

Jika Pada saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi, dan tiba-tiba melakukan pengereman secara mendadak, maka pedal gas juga dilepas secara mendadak sehingga putaran mesin berubah dengan cepat dari putaran tinggi ke posisi idle, maka sistem idle akan mengatur proses transisi tersebut.

Jika sistem idle tidak berfungsi dengan baik maka dapat mengakibatkan mesin mati saat pedal gas dilepaskan secara mendadak, dan biasanya hal ini dikatakan mesin mogok, padahal ini adalah kemungkinan kerusakan pada sistem idle yang membutuhkan metode analisa yang berbeda dengan gejala mesin mogok.

Pada mobil yang sudah menggunakan teknologi drive by wire sering timbul masalah saat kabel baterai dilepas, yaitu putaran idle mesin menjadi tidak stabil, mesin mati-mati atau mogok.

Hal ini terjadi karena ECU kehilangan Idle memory saat kabel baterai dilepas, terkadang masalah ini tidak dapat diatasi oleh ECU sehingga akan menyalakan lampu MIL untuk memberi tahu pengemudi adanya masalah.

Kondis throttle body yang kotor dapat mencegah ECU dari relearning idle. Idle memory akan selalu beradaptasi mengikuti pembentukan lapisan kotoran pada throttle body.
Jika ECU kehilangan idle memory, maka ECU tidak bisa mendapatkan settingan putaran idle yang tepat.

Untuk memperbaiki masalah seperti ini dapat dilakukkan dengan cara membersihkan Throttle atau dengan melakukan reset basic idle setting.

Reset putaran idle ini dapat dilakukan dengan menggunakan scantool atau dengan melakukan test jalan agar ECU dapat mempelajari basic idle setting kembali atau dengan cara membersihkan throttle.


Beberapa throttle body yang masih dioperasikan dengan menggunakan mekanisme kawat mempunyai sebuah sekrup yang terletak didekat throttle valve. Sekrup ini sering dianggap sebagai sekrup untuk menyetel putaran idle.

Fungsi sekrup ini bukan sebagai mekanisme penyetel putaran idle melainkan sebagai baut stopper throttle valve, yang bertujuan untuk mencegah throttle valve macet pada posisi tertutup penuh.

Memutar sekrup ini tidak akan mempengaruhi putaran idle malah dapat mengakibatkan throttle valve tersangkut dan dapat merusak throttle body.

Jika putaran idle berubah – rubah secara signifikan dan mesin mati saat pedal gas dilepaskan, hal ini berarti menunjukkan adanya masalah. Kebanyakan problem ini disebabkan oleh kerusakan input sensor dan throttle body.

Pada model kendaraan terbaru munculnya problem ini biasanya akan menyalakan lampu MIL (malfungtion indicator light). Saat putaran idle kendaraan mulai tidak teratur atau mesin mati – mati, dapat memberikan indikasi bahwa sistem idle perlu diperbaiki.

Dengan pengetahuan dan peralatan yang tepat kebanyakan masalah putaran idle dapat di diagnosa dan diperbaiki secara cepat.

Kecepatan putaran idle berada pada rentang yang luas sesuai dengan kebutuhan mesin. ECU secara konstan akan memonitor putaran idle mesin dan mempelajari setelan optimal didalam situasi yang berbeda –beda.

Idle memory dan faktor – faktor perhitungan lainnya disimpan di dalam memori ECU dan secara kontinyu di pelajari oleh ECU.

Sebagai contoh jika terjadi kebocoran sedikit saluran vakum atau busi mulai mengalami keausan maka ECU akan melakukan penyesuaian dengan kondisi tersebut. Inilah alasan mengapa kadang – kadang timbul gejala idle yang kasar.

Demikian ulasan kami tentang Cara Ecu Mengatur Putaran Langsam Mesin, Beda Dengan Mesin Dengan Teknologi Non Injeksi, Semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi juga ulasan terbaik berikut ini. 

Penyebab Suara Mesin Mobil Kasar, Ini Solusi Untuk Mengatasi Suara Mobil Kasar

Penyebab Suara Mesin Mobil Kasar,  Ini Solusi Untuk Mengatasi Suara Mobil Kasar,- Mesin mobil anda terdiri dari banyak komponen yang terbuat dari logam, yang masing-masing komponen tersebut bekerja dengan cara bergeser atau berputar. Bagian-bagian atau komponen mesin yang bergerak bergeser atau dengan berputar pasti selalu memiliki celah.

Jika celah antar bagian mesin ini bertambah besar melebihi spesifikasi, maka mesin akan menghasilkan suara berisik yang cukup mengganggu.

Sebelum kita mengatasi masalah suara mesin mobil kasar, maka kita harus mengetahui karakteristik dari suara mobil tetsebut, berikut beberapa karakteristik suara mobil kasar:

A. Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya suara mesin kasar
  • Suara mesin terdengar berisik semakin kencang saat temperatur rendah.
  • Suara mesin berisik terdengar saat menggunakan oli yang tingkat kekentalannya tidak sesuai.
  • Saat tekanan hidrolis rendah suara b erisik semakin kencang. 
  • Suara mesin semakin berisik saat akselerasi. 
  • Ketika beban berat, suara terdengar kencang.

B. Jenis-Jenis Suara Mesin Mobil
Berikut ini harus kalian perhatikan dan harus kalian bedakan sebelum kalian memvonis gangguan yang menyebabkan suara mobil kasar. 
  • Suara geseran: suaranya seperti benda yang saling bergesekan.
  • Suara ketukan: suara yang dihasilkan serupa ketukan.
  • Suara lainnya: Umunya tidak jelas dan suara yang komplikasi

Penyebab Suara Mobil Kasar

Penyebab suara mobil kasar dapat disebabkan oleh beberapa hal, oleh karena itu sebagai meoanik kalian harus jeli dan teliti dalam menangani kasus ini.

Berikut akan kami ulas berbagai kemungkinan penyebab suara mesin mobil kasar.

A. Suara Mesin Mobil Yang Disebabkan Oleh Engine Mechanical

1. Suara Mesin Mobil Kasar Pada Saat Putaran Idle 
Perkiraan Penyebab
Bearing water pump 

Area Pemeriksaan
Periksa bodi water pump dengan menggunakan sound scope. 

Perkiraan Penyebab
Bunyi perapat oli 

Area Pemeriksaan
  • Isi oli mesin dari luar perapat oli atau semprotkan anti-squeaking agent pada permukaan. 
  • Bunyi menjadi lebih kecil atau hilang. 
Perkiraan Penyebab
Gerak ke arah dorong camshaft. 

Area Pemeriksaan
  • Periksa penutup timing case dengan menggunakan sound scope. 
  • Bunyi menjadi lebih keras saat mesin dipanaskan. 
  • Setelah idling, bunyi menjadi lebih kecil atau hilang saat putaran mesin lebih tinggi dari idle speed. 
Perkiraan Penyebab
Keausan bantalan camshaft 

Area Pemeriksaan
  • Periksa bantalan camshaft dengan meletakkan sound scope pada tutup bantalan camshaft. 
  • Bunyi menjadi lebih kecil karena putaran mesin menjadi tinggi. 
Perkiraan Penyebab
Kontak yang buruk antara valve dan valve seat. 

Area Pemeriksaan
  • Setel celah katup. 
  • Periksa kontak antara valve dan dudukannya dengan meletakkan sound scope dekat dengan kepala silinder. 
  • Indikator vacuum gauge bergerak sebagian besar. 
Perkiraan Penyebab
Gerak ke arah dorong crankshaft. 

Area Pemeriksaan
  • Periksa dengan menekan pedal kopling. 
  • Saat bunyi berhenti, gerakan besar. 
  • Saat menekan pedal kopling, crankshaft tertekan ke depan. Akibatnya, gerak dorong hilang dan bunyi berhenti. 
Perkiraan Penyebab
Air intake 

Area Pemeriksaan
  • Periksa intake manifold, persambungan pembersih udara 
  • Sumbat posisi yang diperkirakan bahwa udara terhisap dengan menggunakan oli mesin, grease atau gemuk serta kain. 
2. Suara Mesin Mobil Kasar Pada Saat Putaran Tertentu Saja. 
PERKIRAAN PENYEBAB
AREA PEMERIKSAAN
1. Drive Belt atau Fan Belt slip
Bunyi dapat terdengar saat akselerasi mendadak setelah idling dilakukan.
Setel tegangan belt ke nilai spesifikasi.
Periksa belt terhadap adanya keausan, keretakan, atau noda oli.
2. Bunyi kontak bantalan atau sikat ke alternator
Lepas belt, dan periksa bunyi sambil merotasi puli dengan tangan.
3. Piston side knock (Ketukan atau Benturan) 
Saat mesin dingin, side knock keras, namun, saat temperatur naik, bunyi berkurang, atau berhenti.
Untuk piston berlogam campuran aluminium, ekspansi lebih besar daripada silinder. Sehingga, celah piston menjadi kecil dan side knock juga menjadi kecil.
Saat busi tidak menyala, bunyi berubah dan umumnya, menjadi lebih kecil.
4. Connecting rod bearing knock
Bunyi yang keras dari dasar mesin terdengar saat mengakselerasi setelah mesin dipanaskan,  atau segera setelah akselerasi.
Saat putaran mesin berada di dalam rentang dimana bunyi dihasilkan, bila busi tidak menyala, bunyi berubah, umumnya menghilang.
5. Crankshaft bearing knock
Bunyi yang keras dari dasar mesin terdengar saat mengakselerasi setelah mesin dipanaskan, atau segera setelah akselerasi.
Meskipun saat busi tidak menyala, bunyi berubah sedikit.
Bunyi crankshaft bearing knock lebih rendah dan lebih membosankan dibandingkan dengan pada connecting rod bearing knock.
6. Piston pin knock
Piston pin knock menjadi semakin keras saat temperatur mesin naik.
Piston pin knock berbunyi lebih solid dari pada piston knock.
7. Kipas pendingin tidak center
Periksa kipas terhadap adanya kebengkokkan, penggantian yang buruk, atau menggulung.
8. Baut fly-wheel ada yang kendor
Bunyi menjadi semakin keras saat diakselerasi secara mendadak
Bunyi menjadi semakin kecil atau hilang saat menakan pedal kopling sepenuhnya.
Bunyi yang serupa dengan crankshaft bearing knock dapat terdengar agak solid.
3. Suara Mesin Mobil Kasar Pada Saat Putaran Yang Bervariasi
PERKIRAAN PENYEBAB
AREA PEMERIKSAAN
1. Naiknya celah katup dan kegagalan kontak pada Katub atau Klep
Setel celah katup.
2. Bunyi katup yang menempel
Periksa bunyi dengan meletakkan sound scope pada katup.
Semprotkan oli mesin atau anti-squeaking agent, bunyi menjadi semakin kecil atau menghilang.
3. Kebocoran gas buang
Periksa dengan meletakkan kain basah, dll. pada sistem buang sampai blok.
Bunyi menjadi semakin keras saat putaran mesin naik secara mendadak.
4. Kebocoran gas kompresi
Periksa dengan membuat busi tidak menyala
Bunyi menjadi semakin kecil atau menghilang saat busi tidak menyala.
Bila ada kebocoran, oli tersembur keluar.
Bila gasket rusak, gas pembakaran masuk ke dalam sistem pendinginan. Akibatnya, gelembung-gelembung dapat dibangkitkan pada bagian atas radiator.
B. Suara Mesin Mobil Kasar Karena Proses Pembakaran Yang tidak Sempurna. 

1. Suara Mesin Mobil Nglitik atau Knocking
Pada saat kecepatan kendaraan dinaikkan suara menglitik pada mesin akan semakim terdengar keras,  kemungkinan Penyebab utamanya masalah ini adalah sebagai berikut:
  • Kualitas bahan bakar rendah atau Nilai Oktan Bahan Bakar Tidak Sesuai (Terlalu Rendah) 
  • Waktu Pengapian Yang Kurang Tepat (Timing pengapian terlalu maju)
  • Kerusakan pada busi atau menggunakan busi yang tidak sesuai spesifikasi (Tipe Busi Telalu Panas).
  • Adanya endapan atau penumpukan karbon di ruang bakar.
  • Adanya pembentukan campuran udara-bahan bakar yang terlalu kurus
  • Beban kendaraan terlalu berat 
2. Adanya Gejala Dieseling

Dieseling merupakan gejala dimana mesin hidup beberapa saat setelah kunci kontal diputar pada posisi Off. Kemungkinan penyebabnya adalah:
  • Penggunaan Bahan bakar yang tidak tepat (Oktan Terlalu Rendah) 
  • Adanya temperatur udara intake yang terlalu tinggi
  • Kompresi yang terlalu tinggi (kecepatan tinggi atau membawa beban berat)
  • Adanya Akumulasi karbon di dalam ruang pembakaran
  • Penggunaan busi yang tidak sesuai spesifikasi.
  • Putaran idle atau langsam yang terlalu tinggi
  • Panas berlebihan (overheating)
  • Saat pengapian atau Timing pengapian terlalu mundur
3. Adanya Proses Pembakaran Lanjutan
Penyebab utamanya diantaranya:

Campuran udara bahan bakar terlalu kurus
Pembakaran terjadi lebih lambat dan durasinya juga bertambah panjang. Ketika proses pembakaran tidak sempurna, maka akan segera dilanjutkan ke langkah usaha (explosion stroke), lantas langkah pemasukan, maka terjadilah back fire.

Timbulnya titik-titik panas
Jika titik-titik panas timbul karena temperatur terlalu tinggi, campuran udara dan bahan bakar akan terbakar saat intake stroke. Campuran ini akan mengalami pembakaran di dalam intake manifold dan menimbulkan back fire.

Valve timing dan ignition timing tidak sesuai
Jika timing kedua bagian ini tidak benar karena kesalahan dalam perbaikan, maka back fire akan terjadi dan mesin tidak dapat dihidupkan.

Demikian ulasan kami tentang penyebab suara mesin mobil kasar, semoga dapat menambah wawasan kita semua, jangan lupa kunjungi artikel menarik lain kami berikut. 

Cara Memeriksa Oksigen Sensor, Gejala Akibat Oksigen Sensor Rusak

Cara Memeriksa Oksigen Sensor, Ciri Oksigen Sensor Mobilmu Bermasalah,- Kegagalan atau kerusakan sebuah sensor oksigen mobil adalah perbaikan yang sering dilakukan oleh para mekanik otomotif pada sat mobil berusia lebih dari 10 tahun. Sebagian besar produsen otomotif dunia merekomendasikan penggantian sensor oksigen pada mobil Anda setiap 100.000 km sampai 150.000 km.

Gejala Akibat  Oksigen Sensor Rusak

Jika terjadi kerusakan pada oksigen sensor maka akan muncul gejala-gejala berikut ini:

1. Check Engine atau MIL (Malfungtion Indikator Lamp) Menyala
Jika oksigen sensor tidak berfungsi, maka lampu check engine atau MIL akan menyala. Jika Anda mengendarai mobil yang lebih tua (10+ tahun atau lebih dari 150.000 km) kemungkinan besar lampu mesin cek Anda memberi isyarat sensor oksigen yang salah.

2. Kandungan Emisi Gas Buang Meningkat
Sinyal outpit oksigen sensor yang diberikan ke ECU akam digunakan untuk menentukan rasio udara-bahan bakar yang optimal untuk mesin mobi dengan memantau kandungan oksigen pada emisi gas buang secara real time. Apabila oksigen sensor mulai mengalami kerusakan, mesin mobil bisa saja beroperasi pada rasio udara-bahan bakar yang tidak optimal. Yang ujung-ujungnya masalah rasio udara-bahan bakar ini menyebabkan peningkatan emisi gas buang mobil. Oleh karena itu, jika emisi gas buang Anda meningkat jangan buru-buru menyalahkan mesin Anda yang rusak, tetapi periksa dahulu sensor oksigen karena ini biaya lebih murah dibandingkan service mesin.

3. Sensor Oksigen Yang Rusak Juga Dapat Menurunkan Performa Mesin
Hal ini mungkin beberapa indikasi yang menunjukkan oksigen sensor rusak, seperti: mesin  mulai mengalami mogok, mobil enggan untuk berjalan, atau digas tidak mau akselerasi, bisa jadi karena masalah sensor oksigen. Sebagian besar mobil mengalami penurunan performa pertama kali karena rasio udara-bahan bakar tidak tepat. Ketidaktepatan rasio ini terjadi salah satunya karena sensor oksigen yang rusak yang dapat menyebabkan masalah karena suhu non-standar, kelembaban, atau komposisi udara. Jika sensor oksigen bermasalah, pembacaan akan tidak akurat, sekali lagi, menghasilkan komposisi bahan bakar dan udara yang tidak normal.

Cara Memeriksa Kondisi Oksigen Sensor Secara Visual

Pemeriksaan secara visual harus dilakukan sebelum melakukan pengetesan yang lain, untuk memastikan kabel dan konektor sensor tidak rusak. Exhaust gas system tidak mengalami kebocoran. Juga harus diingat bahwa oksigen sensor dirancang untuk tidak bekerja pada beberapa kondisi tertentu, contohnya saat start posisi dingin sampai temperature kerja, begitu juga pada kondisi beban berat. 

1. Kondisi Oksigen Sensor  Berwarna kehijauan
Kondisi Oksigen Sensor Seperti ini kemungkinan penyebabnya berupa terjadinya kebocoran Cairan pendingin Sistem pendingin masuk kedalam ruang bakar. Lakukan penggantian oksigen sensor dan periksa kebocoran sistem pendingin ( kebocoran silinder, kepala silinder terhadap adanya keretakan komponen atau kerusakan pada gasket yang dapat menimbulkan cairan pendingin masuk kedalam ruang bakar. 
2. Oksigen Sensor Berwarna Kehitaman Serta Terkontaminasi Oli
Penyebab kondisi ini adalah adanya Konsumsi oli mesin yanh berlebihan, Tindakan yang dapat dilakukan adalah Periksa valve guide dan seal pada klep serta lakukan pengganti an Oksigen sensor .
3. Oksigen Sensor Berwarna Kecoklatan
Penyebab kondisi ini adalah adanya Campuran udara dan bahan bakar terlalu kaya Tindakan yang dapat dilakukan adalah Periksa tekanan bahan bakar fuel pump serta lakukan pengganti an Oksigen sensor .

3. Oksigen Sensor Berwarna Kemerahan atau Putih
Penyebab kondisi ini adalah adanya Bahan bakar memakai additive atau zat tambahan baik zat tambahan untuk menaikkan angka oktan bahan bakar atau zat aditif untuk menghilangkan kerak pada ruang bakar Tindakan yang dapat dilakukan adalah Jangan terlalu banyak mencampur bahan bakar dengan zat additive dan gantilah oksigen sensor.
3. Kabel atau Wire Oksigen Sensor Putus

Penyebab kondisi ini adalah adanya Tekanan berlebihan pada kabel sensorTindakan yang dapat dilakukan adalah Pastikan kabel sensor terpasang dengan longgar dan gantilah oksigen sensor.

Cara Memeriksa Kondisi Oksigen Sensor Dengan Menggunakan Alat

1. Menggunakan Exhaust Gas Analyzer
Cara paling cepat dan mudah memeriksa Oxygen sensor adalah dengan menggunakan alat 4 gas analyzer atau exhaust gas analyzer. Pemeriksaan dilakukan sama dengan melakukan pemeriksaan emisi gas buang pada umumnya. 

Dengan mesin pada temperature kerja, lepaskan salah satu selang vakum mesin untuk memberikan gangguan pada campuran udara yang masuk ke mesin. 

Perubahan komposi pada gas buang akan mengakibatkan perubahan nilai lambda yang dicatat dan ditampilkan oleh exhaust gas analyzer

Untuk beberapa saat sistem kontrol injeksi akan mempelajari perubahan ini dan akan melakukan penyesuaian dalam waktu yang telah ditentukan (biasanya dalam waktu 60 second ).  Saat gangguan dihilangkan nilai lambda akan kembali ke nilai awal. bandingkan hasil pengukuran dengan  nilai spesifikasi lambda yang telah ditentukan oleh pabrikan mobil tersebut. 

Metode pengetesan ini hanya untuk memastikan apakah oksigen sensor bekerja melakukan pengontrolan atau tidak. 

Dengan metode ini terdapat resiko pada engine management system yang modern mengontrol campuran udara dan bahan bakar dengan merekam beban secara tepat sedimikian rupa sehingga λ = 1 walaupun kontrol oksigen sensor tidak bekerja. 

2. Memeriksa Oksigen Sensor Menggunakan Multi Tester
Dalam memeriksa Oksigen sensor sebaiknya menggunakan multitester dengan tampilan digital atau analog yang menggunakan high impedance. 

Multi meter dengan internal resistor yang kecil ( biasanya multimeter analog ) akan memberikan beban yang terlalu besar pada sinyal Oxygen sensor dan dapat merusak sensor. 

Namun karena perubahan sinyal tegangan oxygen sensor yang sangat cepat, akan lebih mudah ditampilkan oleh mutitester digital. 

Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cara Hubungkan multitester secara parallel ke sinyal cable ( lihat wiring diagram oksigen sensor). dengan sebelumnya mensetting measuring range multi meter pada posisi skala 1 – 2 volt , kemudian Starter mesin, maka akan tampak tegangan 0,4 – 0,6 volt pada display. 

Saat temperature kerja Oksigen sensor tercapai, tegangan yang tetap tadi akan mulai berubah – ubah antara 0,1 V – 0,9 V. 

Untuk mendapatkan pengukuran yang sempurna putaran mesin harus dipertahankan sekitar 2.500 Rpm untuk memastikan temperature kerja sensor terjaga walaupun yang diperiksa adalah non heated oksigen sensor. Jika temperatur gas buang terlalu rendah selama idling dapat mengakibatkan non heated oksigen sensor menjadi dingin dan tidak menghasilkan tegangan.

Demikian Ulasan kami tentang Cara Memeriksa Oksigen Sensor, Ciri Oksigen Sensor Mobilmu Bermasalah, Kunjungi juga artikel menarik kami yang lain berikut ini.